Geely Starray EM-i hadir sebagai jawaban bagi Moladiners yang mendambakan sensasi berkendara mobil listrik murni, namun tetap membutuhkan fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Dengan harga Rp499 juta untuk OTR Jakarta, mobil ini menawarkan paket lengkap antara performa, efisiensi, dan kemewahan.
Beberapa waktu lalu tim Moladin melakukan serangkaian pengujian komprehensif untuk mengevaluasi berbagai aspek berikut:
- Performa Mesin & Akselerasi: Penguji melakukan tes tanjakan dan tes akselerasi 0-100 km/jam, dengan hasil mencapai 7,57 detik. Mereka juga membandingkan mode berkendara Pure EV dan Hybrid.
- Konsumsi Bahan Bakar: Penguji membahas efisiensi bahan bakar rata-rata yang mencapai 26 km/liter saat perjalanan ke Jogja.
- Kenyamanan & Kedap Suara: Pengujian tingkat kebisingan menggunakan dB meter dilakukan saat melaju di kecepatan 30 km/jam (10:24-10:55) serta menilai kualitas bantingan suspensi dan jok.
- Handling: Menilai pengendalian mobil, terutama saat melewati jalan berkelok atau jalur luar kota.
- Fitur & Teknologi: Eksplorasi fitur interior termasuk sistem Flyme sound dengan 16 speaker, sistem ADAS, integrasi Apple CarPlay (20:43), dan fitur pendukung seperti camping mode.
- Akomodasi: Pengujian ruang kabin (leg room) untuk penumpang belakang dan kapasitas bagasi sebesar 430 liter.
- Desain: Penilaian estetika eksterior yang minimalis dibandingkan kompetitornya
Akselerasi Listrik yang Responsif
Salah satu keunggulan utama dari Geely Starray EM-i adalah sistem penggerak hibridanya yang canggih. Mobil ini dibekali mesin 1.500 cc non-turbo yang dikombinasikan dengan motor listrik bertenaga besar (160 kW).
Dalam pengujian akselerasi 0-100 km/jam, Starray EM-i mampu mencatatkan waktu impresif hanya dalam 7,57 detik. Transisi antara mode Pure EV ke Hybrid terasa sangat halus.
Pengemudi tidak akan merasakan “sentakan” berarti saat mesin bensin mengambil alih peran untuk mengisi daya baterai atau membantu dorongan tenaga. Ini menjadikannya SUV yang sangat nyaman baik untuk penggunaan dalam kota yang padat maupun di jalan tol.
Efisiensi Bahan Bakar yang Mengejutkan
Bagi Anda yang khawatir dengan fluktuasi harga BBM, Geely Starray EM-i adalah solusi tepat. Berdasarkan pengujian jarak jauh (perjalanan Jakarta-Jogja), mobil ini mencatatkan rata-rata konsumsi bahan bakar hingga 26 km/liter.
Angka ini setara dengan efisiensi motor bebek atau scooter matic, namun Anda mendapatkan kenyamanan sebuah SUV premium.
Dengan kombinasi baterai penuh dan tangki bensin terisi, mobil ini sanggup menempuh jarak total hingga 1.000 km tanpa perlu sering mampir ke SPBU.
Kenyamanan Kabin dan Kedap Suara
Kenyamanan menjadi prioritas Geely pada model ini. Saat diuji menggunakan dB meter pada kecepatan 30 km/jam, tingkat kebisingan kabin hanya mencapai 70,2 dB.
Hasil ini membuktikan bahwa peredaman suara pada Starray EM-i sangat baik, mampu meminimalisir suara mesin maupun bising jalanan dari luar.
Kualitas material jok sintetis yang lebar dan empuk memberikan dukungan ergonomis yang sangat baik bagi pengemudi dan penumpang.
Ditambah dengan sistem audio premium Flyme Sound yang didukung oleh 16 speaker, perjalanan jauh akan terasa lebih menyenangkan layaknya berada di ruang konser berjalan.
Fitur Canggih dan Akomodasi Luas
Geely Starray EM-i memanjakan penggunanya dengan berbagai fitur modern:
- Teknologi ADAS: Sistem bantuan pengemudi seperti Intelligent Cruise Control dan Lane Keeping Assist meningkatkan keamanan berkendara.
- Vehicle to Load (V2L): Kamu bisa menggunakan daya mobil untuk menghidupkan perangkat elektronik luar, seperti coffee maker saat camping.
- Konektivitas: Dukungan Apple CarPlay dan Android Auto membuat navigasi dan hiburan menjadi sangat mudah.
Dari sisi akomodasi, meskipun terlihat kompak dari luar, mobil ini memiliki panjang 4,7 meter yang menghasilkan leg room sangat lega di baris kedua.
Kapasitas bagasi sebesar 430 liter pun cukup untuk membawa perlengkapan keluarga saat berlibur.
Kesimpulan
Geely Starray EM-i bukan sekadar mobil hybrid biasa. Mobil ini menawarkan fleksibilitas yang dibutuhkan konsumen Indonesia karena bisa dicas seperti mobil listrik, tapi tidak perlu takut kehabisan daya di daerah yang minim infrastruktur charging station karena ada mesin bensin sebagai backup.