Suzuki akhirnya resmi terjun ke pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan meluncurkan Suzuki e Vitara. Sebagai mobil listrik pertama dari pabrikan berlambang “S” ini, e Vitara hadir dengan ekspektasi tinggi.
Baru-baru ini tim Moladin menguji berbagai aspek performa dan fitur untuk memberikan gambaran lengkap mengenai mobil listrik pertama dari Suzuki tersebut. Berikut adalah aspek-aspek utama yang diuji:
- Performa Tanjakan & akselerasi: Pengulas menguji kemampuan mobil saat menanjak dan akselerasi dari 0-100 km/jam. Mereka mencatat adanya sistem pencegahan overheat pada motor listrik saat dipaksa di tanjakan ekstrem.
- Kenyamanan & suspensi: Pengujian kenyamanan dilakukan untuk merasakan bantingan suspensi, terutama pada bagian belakang yang dirasa masih terlalu kaku atau mantul saat melewati jalan rusak.
- Kebisingan (road noise): Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan saat mobil melaju di kecepatan 30-35 km/jam untuk melihat seberapa kedap kabin dari suara ban dan jalan.
- Desain & interior: Pembahasan mengenai estetika eksterior yang bergaya Eropa dan interior yang terasa lebih premium dibandingkan model Suzuki lainnya.
- Fitur & teknologi: Ulasan mendalam mengenai sistem ADAS yang lengkap, kualitas tampilan layar infotainment yang interaktif, serta fitur seperti adaptive high beam dan kamera 360.
- Akomodasi: Pengujian ruang kabin, fungsi kursi baris kedua, serta kapasitas bagasi untuk penggunaan harian
Namun, bagaimana performa sesungguhnya saat digunakan di jalanan Indonesia? Mari kita bedah hasil pengujian mendalamnya.
Performa yang Responsif untuk Harian
Dari sisi akselerasi, Suzuki e Vitara memberikan performa yang cukup memuaskan. Dalam pengujian 0-100 km/jam, mobil ini mampu menuntaskannya dalam waktu 9,1 detik.
Meskipun angka ini mungkin tidak sebuas beberapa rivalnya di kelas EV, tenaga yang dihasilkan terasa sangat powerful dan responsif untuk kebutuhan mobilitas harian.
Mobil ini tidak memiliki gejala torque steer yang mengganggu meski menggunakan penggerak roda depan (front wheel drive), sehingga pengendaliannya tetap terasa natural.
Namun, ada catatan penting saat menguji kemampuan menanjak. Saat dipaksa melakukan stop and go di tanjakan ekstrem, sistem EV cenderung membatasi tenaga sebagai langkah preventif untuk mencegah overheat (muncul indikator kura-kura).
Oleh karena itu, pengulas menyarankan pengemudi untuk menjaga momentum agar performa mobil tetap optimal saat menghadapi tanjakan curam.
Desain Bergaya Eropa dan Interior Premium
Salah satu daya tarik utama Suzuki e Vitara adalah desain eksteriornya yang sangat berbeda dari line-up Suzuki konvensional. Mobil ini memancarkan aura SUV Eropa yang kental, dengan garis desain yang padat dan maskulin.
Di bagian interior, Suzuki benar-benar meningkatkan standar kemewahannya. Penggunaan layar infotainment yang interaktif dengan visualisasi grafis yang intuitif membuat pengaturan fitur seperti adaptive high beam dan ADAS menjadi jauh lebih mudah bagi pengemudi.
Berbeda dengan model Suzuki sebelumnya yang sering mengandalkan head unit pihak ketiga, e Vitara hadir dengan integrasi sistem yang jauh lebih rapi dan modern.
Kenyamanan dan Akomodasi
Berbicara soal kenyamanan, suspensi depan Suzuki e Vitara tergolong nyaman untuk penggunaan normal. Namun, terdapat sedikit catatan pada bagian suspensi belakang yang dirasa kurang balance. Saat melewati gundukan atau jalan rusak, bantingan terasa cenderung kaku atau “mantul” di bagian belakang.
Selain itu, tingkat kebisingan kabin (road noise) saat melaju di kecepatan 30-35 km/jam tercatat di angka 65,5 desibel yang berarti suara ban masih terdengar cukup jelas di dalam kabin.
Untuk aspek akomodasi, kabinnya cukup lega untuk lima penumpang. Kursi baris kedua memiliki fitur sliding yang fleksibel, memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang belakang.
Meskipun kapasitas bagasi sebesar 303 liter tergolong cukup kecil untuk sebuah SUV, kehadiran ban cadangan full-size menjadi nilai tambah tersendiri yang jarang ditemui pada mobil listrik modern lainnya.
Layak untuk Kolektor?
Dengan harga di kisaran Rp750 jutaan, Suzuki e Vitara bukanlah volume maker atau mobil yang ditargetkan untuk pasar massal.
Mobil ini lebih menyasar segmen spesifik atau kolektor yang menginginkan kendaraan listrik dengan feel berkendara yang unik, desain Eropa, dan status kelangkaan yang tinggi di jalanan.
Suzuki e Vitara membuktikan bahwa Suzuki mampu membuat mobil listrik yang berkualitas dan sarat fitur canggih. Meski masih ada beberapa catatan teknis, kehadiran e Vitara menjadi tonggak sejarah penting bagi Suzuki dalam era elektrifikasi.
Kesimpulan
Suzuki e-Vitara menawarkan karakter berkendara yang natural dan fun to drive dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 9,1 detik. Meski responsif, terdapat keterbatasan pada tanjakan ekstrem akibat sistem proteksi overheat dan suspensi belakang yang cenderung terasa kaku atau "mantul".
Di sisi lain, desain eksterior bergaya Eropa yang premium serta integrasi fitur infotainment yang interaktif menjadi keunggulan utama. Dengan harga di kisaran Rp750 jutaan, mobil ini dinilai cukup pricey dan lebih cocok sebagai produk niche bagi kolektor atau penggemar loyal dibandingkan untuk penggunaan pasar massal.