Senin, Maret 4, 2024
Banner-Wuling-EV-Blog

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Sebelum Beli Pertimbangkan Dulu!

by Baghendra Lodra
kelebihan dan kekurangan mobil listrik

Sebelum kamu melakukan pembelian, ada baiknya ketahui kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Hal ini penting, supaya tidak menyesal di kemudian hari.

Bukan berarti kendaraan bertenaga baterai itu tidak bagus. Tentu saja, ada beberapa kelebihan mobil listrik. Sebut saja biaya pengisian baterai yang murah, serta tidak memiliki emisi gas buang.

Hanya saja ada beberapa faktor yang membuat mobil listrik memiliki kekurangan. Ambil contoh di Indonesia belum memiliki fasilitas pengisian baterai umum yang memadai. Kemudian banderol kendaraan elektrifikasi masih cenderung mahal.

Agar tidak ada penyesalan setelah membeli, sebaiknya simak secara detail kelebihan dan kekurangan mobil listrik di bawah ini:

Kelebihan Mobil Listrik

1. Biaya Isi Daya Baterai Lebih Murah Dibanding Isi Bensin

kelebihan mobil listrik

Cas mobil listrik di rumah sangat terjangkau dibanding isi bensin

Bahasan kelebihan dan kekurangan mobil listrik, dimulai dari keunggulannya lebih dulu. Salah satu yang membuat kendaraan jenis ini menarik adalah biaya isi daya baterainya yang murah.

Ambil contoh Wuling Air EV Long Range dengan baterai kapasitas 26,5 kWh bisa menempuh jarak 300 Km. Dengan kata lain daya listrik 1 kWh bisa menjadikan mobil mungil ini melaju 11 Km. Kalau 1 kWh sama dengan Rp 1.700. Maka cas baterai Wuling Air EV sampai penuh cuma butuh Rp 45 ribuan untuk 300 Km. Dengan kata lain, mobil listrik bisa melaju per Km dengan biaya cuma Rp 160.

Coba bandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin. Secara umum untuk kapasitas mesin 1.500 cc, konsumsi BBM rata-ratanya 12 Km/liter. Harga bensin RON 92 atau Pertamax sekitar Rp 12.400 per liter. Berarti untuk melaju per kilometer, dibutuhkan biaya Rp 1.000. Bila pakai Pertalite yang harganya Rp 10.000 per liter, berarti cuma Rp 800. Tetap saja, cas mobil listrik lebih murah daripada isi BBM mobil bensin.

Jadi bisa disimpulkan, mobil listrik bisa mengirit biaya perjalanan sekitar 5 kali lipat dibanding mobil bensin.

2. Minim Biaya Perawatan

kelebihan mobil listrik - Perawatan Wuling Air EV cuma Rp 4 juta per 100 ribu Km

Perawatan Wuling Air EV cuma Rp 4 juta per 100 ribu Km

Kelebihan mobil listrik selanjuntya adalah adalah minim biaya perawatan. Hal ini dikarenakan, komponen kendaraan dengan sumber tenaga baterai terbilang lebih sedikit. Ambil contoh, tidak memiliki cairan-cairan pelumas untuk mesin dan transmisi, tidak punya busi, serta lain-lain.

Baca juga  Hyundai Buka Pemesanan Ioniq 6, CBU dan Harganya Bikin Kaget!

Sebagai gambaran, biaya servis Wuling Air EV sangatlah terjangkau. Untuk perawatan mobil listrik hingga 100 ribu Km atau sekitar 5 tahun, cuma butuh uang Rp 4 jutaan. Adapun untuk detailnya yaitu servis perdana atau 5.000 km Rp 345 ribu, mencangkup biaya jasa Rp 180 ribu dan oli gardan Rp 165 ribu. Kemudian untuk servis berkala selanjutnya yaitu 10 ribu km, biaya yang perlu disiapkan Rp 240 ribu yang meliputi biaya jasa Rp 160 ribu dan servis filter AC Rp 80 ribu.

Di 20 ribu km biaya servis lebih mahal yaitu Rp 559 ribu, karena ada pergantian oli gardan dan minyak rem (Rp 134 ribu). Nah, untuk biaya servis 30 ribu biayanya sama dengan servis 10 ribu km, yaitu RP 240 ribu. Sementara, untuk servis Wuling Air EV pada 40 ribu km, biayanya kembali ke Rp 345.000 atau seperti servis awal. Berikutnya, servis di angka 50 ribu lebih mahal yaitu Rp 454 ribu dengan cakupan jasa Rp 240 ribu, filter AC Rp 80 ribu, dan minyak rem Rp 154 ribu.

Biaya servis Wuling Air EV untuk 100 ribu Km yang cuma Rp 4 juta itu jauh lebih murah dibandingkan mobil bensin seperti Mitsubishi Xpander. Pasalnya MPV dari pabrikan tiga berlian itu butuh Rp 7 jutaan buat perawatan berkala hingga 100 ribu Km atau 5 tahun.

Soal perawatan, kelebihan mobil listrik juga ada di garansi yang ditawarkan. Umumnya untuk garansi baterai, bisa mencapai 8 tahun atau 150 rb Km. Menarik bukan?

3. Bebas Ganjil Genap

kelebihan mobil listrik - bebas ganjil genap

Mobil listrik bebas ganjil genap

Tidak kalah menarik, kelebihan mobil listrik berikutnya ada di bebas ganjil genap. Khususnya untuk kamu yang tinggal di Jakarta, aturan ganjil genap tentu sangat menggangu. Mobil dengan plat nomor genap hanya boleh beredar di Ibu Kota saat tanggal genap, begitu pula untuk ganjil. Nah, khusus untuk mobil listrik, hal ini tidaklah berlaku.

Alhasil mobil listrik bisa melenggang di tanggal genap dan ganjil, tanpa perlu takut kena tilang. Apalagi denda ganjil genap tidak sedikit, mencapai Rp 500 ribu.

Baca juga  Arif Muhammad dan 99 Pemilik Pertama Wuling Air EV, Langsung Konvoi!

4. Tidak Ada Polusi Knalpot

kelebihan wuling air ev - tidak ada emisi gas buang dari knalpot

Mobil listrik tidak punya emisi gas buang dari knalpot

Bahasan kelebihan mobil listrik selanjutnya adalah terkait polusi yang ditimbulkan. Ini sesungguhnya masih jadi perdebatan. Banyak orang beranggapan mobil listrik tidak punya emisi gas buang sehingga lebih ramah lingkungan.

Kalau dari sisi tidak mengeluarkan asap berbahaya dari knalpot, tentu benar. Hal tersebut karena mobil bersumber tenaga baterai, tidak punya knalpot.

Hanya saja yang perlu kamu ketahui, polusi akibat penggunaan mobil bukan cuma berasal dari gas buang saja. Ban yang bergesekan dengan aspal, kemudian pengkikisan kampas rem juga menciptakan polusi udara. Walau memang dalam hal ini, mobil listrik masih lebih baik dibanding mobil konvensional berbahan bakar minyak.

Nah potensi polusi terbesar dari penggunaan mobil listrik justru hadir dari baterai. Jika sudah tidak terpakai, limbah baterai ini bisa sangat berbahaya untuk manusia karena masuk kategori B3. Ditambah lagi, di Indonesia belum ada fasilitas daur ulang untuk baterai mobil listrik.

Kekurangan Mobil Listrik

1. Butuh Daya Listrik Rumah yang Besar untuk Cas Mobil Listrik

kekurangan mobil listrik - cas butuh daya besar

Minimal rumah yang punya mobil listrik, sebaiknya memiliki daya 4.400 VA

Kekurangan mobil listrik yang pertama adalah butuh daya besar untuk cas baterai di rumah. Meski biaya pengisian ulang dayanya murah, namun butuh tegangan listrik yang tidak sedikit.

Misalnya kamu mau isi ulang baterai Wuling Air EV di rumah, butuh minimal 2.200 VA. Itu pun dengan catatan, tidak boleh mengaktifkan peralatan kelistrikan lain yang membutuhkan daya besar seperti pompa air, mesin cuci, setrika, dan sebagainya. Jadi kalau mau aman, kamu harus punya listrik di rumah dengan daya minimal 4.400 VA.

2. Waktu Cas Lama

kekurangan mobil listrik - cas baterai lama

Cas baterai mobil listrik cukup lama

Selanjutnya yang jadi kekurangan mobil listrik adalah waktu pengecasan baterainya lama. Sebagai gambaran, Wuling Air EV Long Range butuh pengisian baterai 8,5-11 jam dengan daya listrik rumah 2.200 VA.

Cas baterai Wuling Air EV sebenarnya bisa lebih cepat, hanya saja perlu daya listrik lebih besar yaitu 6.600 VA. Itu pun tetap butuh waktu cas baterai hingga 4 jam, jadi tidak sebentar juga.

Baca juga  Mobil Mirip Porsche Dari Cina Akan Masuk Indonesia?

Apalagi kalau dibandingkan dengan mobil bensin yang isi BBM di SPBU cuma sekitar 5-10 menit sudah full tank. Tentu saja waktu cas baterai mobil listrik yang lama ini jadi kekurangan.

Kemudian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) juga belum banyak tersebar di Indonesia. Dominasinya masih ada di Jakarta dan jumlahnya terbatas.

3. Harga Mobil Listrik Masih Mahal

kekurangan mobil listrik

Mobil listrik Cina banyak datang ke Indonesia, tapi harganya masih Rp 300-400 jutaan

Di Indonesia, harga mobil listrik masih cenderung tinggi. Ambil contoh Wuling Air EV Long Range yang dijual Rp 300 jutaan. Sekilas terkesan murah, tapi kalau kamu lihat mobilnya yang sangat ringkas dan cuma muat 4-orang, maka fungsionalitasnya berbeda jauh dengan mobil bensin harga serupa seperti Mitsubishi Xpander.

Sekarang memang sudah mulai banyak beredar mobil listrik murah seperti Neta V dan Citroen e-C3, desainnya juga seperti mobil konvensional pada umumnya. Hanya saja lagi-lagi banderolnya tembus hampir Rp 400 juta. Jadi memang sampai saat ini, mobil listrik bisa dikatakan sebagai produk mahal.

Apalagi di Indonesia masih banyak beredar mobil LCGC terbaru yang dijual di bawah Rp 200 juta. Kalau mau pilih mobil bekas dengan BBM, pun harganya banyak di bawah Rp 100 juta.

4. Bila Mobil Lisrik Rusak, Harga Baterainya Mahal dan Belum Banyak Bengkelnya

kekurangan mobil listrik - baterai mahal

Baterai mobil listrik dijual sekitar 50 persen dibanding harga mobilnya

Kekurangan mobil listrik selanjutnya adalah soal perbaikan. Untuk saat ini, jika ada kerusakan hanya tersedia bengkel resmi untuk menanganinya. Maklum baterai adalah teknologi baru yang ada di sektor otomotif Tanah Air, alhasil belum banyak mekanik bisa mengatasinya.

Ditambah lagi, harga baterai mobil listrik masih sangat mahal. Umumnya dibanderol 50 persen dari harga jual mobil. Ambil contoh mobil listrik Wuling Air EV Long Range dijual Rp 300 jutaa. Maka harga baterainya bisa berkisar Rp 150 jutaan.

Beda dengan mobil konvensional yang kemungkinan mesinnya rusak minim, karena itu komponen mekanis. Bahkan banyak juga mobil yang umurnya selama pemiliknya. Ditambah lagi mobil bensin punya banyak bengkel perbaikan pinggir jalan. Lalu suku cadangnya juga berlimpah, dari versi original sampai KW.

Itulah tadi bahasan soal kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Setelah mengetahuinya, apakah kamu tertarik beli? Untuk informasi terbaru dan terlengkap seputar otomotif, pantau terus Moladin!

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika