by

Begini Cara Hitung Pajak dan Denda Pajak Motor

Moladin – Semua produk yang Anda beli dikenai biaya pajak, tak terkecuali kendaraan, pajak motor dibebankan kepada pemilik kendaraan bermotor bertujuan untuk membantu kelancaran pembangunan, melainkan juga sebagai sumber penghasilan pemerintah daerah. Besarannya diatur oleh dua hal, yaitu potensi kerusakan jalan dan pencemaran udara.

Sebenarnya, membayar pajak itu tidak hanya memberikan masukan kepada daerah dan melancarkan pembangunan, Anda pun akan merasakan keuntungannya.

Bagaimana bisa? Sederhana, ketika Anda hendak mengajukan pinjaman dana kepada bank, rekam bukti pembayaran pajak akan turut menjadi pertimbangan apakah pengajuan pinjaman disetujui atau tidak. Jika tidak ada rekam bukti bayar pajak, bisa jadi Anda akan kesulitan meminjam.

Sayangnya, tidak semua pengguna motor sadar akan kewajibannya membayar pajak. Padahal, besarnya pun tidak seberapa jika dibandingkan dengan setiap hari Anda menggunakan jalan yang beraspal halus. Dari mana pemerintah bisa membangun jalan jika bukan dari uang pungutan pajak? Inilah poin yang masih kurang dipahami para pengguna jalan.

 

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Motor?

Cara Menghitung Pajak MotorPajak yang harus dibayarkan pengendara sesuai nominal yang tertera di STNK

Sebenarnya, pajak motor itu termasuk pajak progresif. Artinya, pemungutannya didasarkan pada peningkatan persentase sesuai dengan nilai benda dan jumlah benda kena pajak. Pajak progresif sendiri terbagi menjadi dua jenis, Pajak Penghasilan atau PPh dan Pajak untuk Kendaraan Bermotor atau PKB.

Baca juga  Kawasaki KLX 150 Punya Warna Baru, Pas Buat Penyuka Tantangan!

Persentase tarif pajak sendiri cenderung mengalami peningkatan apabila Anda memiliki lebih dari satu motor. Motor pertama akan dikenai persentase tarif pajak sebesar 1,5%, motor kedua sebesar 2%, motor ketiga sebesar 2,5%, dan motor keempat serta berikutnya akan dikenai pajak sebesar 4%. Lalu, bagaimana cara menghitung pajak berikut dendanya?

Sebelumnya, Anda harus tahu dulu apa yang menjadi dasar pemungutan. Ada dua hal, yaitu bobot atau dampak negatif yang bisa menyebabkan kerusakan jalan (dinyatakan dalam nilai koefisien satu atau lebih), dan harga jual kendaraan.

 

[product product=”Yamaha Mio M3″ images=”https://cdn.moladin.com/motor/yamaha/Yamaha_Mio_M3_2068_66732_large.jpg” url=”https://moladin.com/motor/yamaha/yamaha-mio-m3-matic-air-cooled-4-stroke-sohc-125cc” price=”Rp. 400.000,-*” description=”*DP mulai dari” button=”AJUKAN SEKARANG”]

 

Harga jual ini bukan harga satu motor, tetapi besaran nilai yang sudah diatur oleh Dispenda yang telah diperoleh dari Agen Pemegang Merek atau APM. Nah, berikut contoh mudah bagaimana menghitung pajak motor sendiri:

Pak Surya memiliki 3 kendaraan roda dua alias motor dengan tipe dan tahun yang sama. Pajak masing-masing motor pun sama untuk memudahkan melihat kenaikan dari pajak motor tersebut. Berikut datanya:

PKB: Rp600.000,-

Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ): Rp60.000,-

Berapakah pajak untuk setiap motor yang dimiliki oleh Pak Surya?

Pertama, hitung lebih dahulu NJK-nya:

Baca juga  Pengen Punya Motor Klasik Kece? Mulai Saja Dengan Kredit Motor Vespa

NJK = (PKB x 2/3 x 100) = Rp600.000,- x 2/3 x 100 = Rp40.000.000,-

Jadi, setiap pajak motor milik Pak Surya:

  • Motor Pertama:

          PKB = Rp40.000.000,- x 1,5% = Rp600.000,-

  • Motor Kedua:

          PKB = Rp40.000.000,- x 2% = Rp800.000,-

  • Motor Ketiga:

          PKB = Rp40.000.000,- x 2,5% = Rp1.000.000,-

Jadi, terjadi kenaikan sebesar Rp200.000,- untuk setiap pembayaran motor Pak Surya.

 

Cara Menghitung Denda

Cara Menghitung DendaDenda pajak yang telat sebesar 25% dari nilai pajak pokok

Kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya membayar pajak membuat pemerintah memutuskan untuk membebankan denda kepada semua pemilik kendaraan yang terlambat melakukan pelunasan pajak.

Semakin lama Anda terlambat membayar pajak, dendanya semakin besar. Besarnya denda adalah 25% dari nilai pajak pokok. Jika denda tidak dibayarkan dalam jangka waktu satu bulan, ada kenaikan sebesar 2% setiap bulannya.

Ada toleransi dari pemerintah terkait waktu jatuh tempo pembayaran pajak tersebut, yaitu satu hari setelah tenggat seharusnya. Ini sebagai tindakan antisipasi apabila Anda tidak sempat melakukan pembayaran ketika hari tenggat.

 

[product product=”Yamaha Mio S” images=”https://cdn.moladin.com/motor/yamaha/Yamaha_Mio_S_9985_81477_large.jpg” url=”https://moladin.com/motor/yamaha/yamaha-mio-s-matic-4-stroke-sohc-125cc” price=”Rp. 500.000,-*” description=”*DP mulai dari” button=”AJUKAN SEKARANG”]

 

Namun, batas maksimal besaran dendanya sendiri adalah 48%. Jadi, meski Anda tidak membayar pajak hingga dua tahun, dendanya tetap 48%. Meski begitu, tetap saja jumlahnya tidak sedikit.

Selain denda sebesar 25% dari besarnya nilai pajak pokok, Anda pun diwajibkan membayar biaya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ. Besarnya SWDKLLJ sendiri sudah ditetapkan oleh Jasa Raharja. Lalu, bagaimana cara menghitung denda pajak motor? Coba simak contoh mudahnya berikut ini.

Baca juga  Yamaha NMAX Hyperskutik Garapan Katros, Mantul Bener!

Deni memiliki sebuah sepeda motor dan terlambat membayar pajak selama 3 bulan. Jumlah PKB yang tercatat di STNK adalah sebesar Rp300.000,- dan biaya SWDKLLJ-nya adalah sebesar Rp32.000,-. Berapa denda yang harus dibayarkan Deni?

  •  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) = 25% per tahun.
  • Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12.
  • Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12.
  • Denda SWDKLLJ = Rp32.000,- untuk roda 2.

Maka, Deni harus membayar denda pajak motor sebesar:

  • (PKB x 25% x 3/12) + SWDKLLJ
  • (RP300.000,- x 25% x 3/4) + Rp32.000,-
  • Rp18.750,00 + Rp32.000,-
  • Rp50.750,-

Nah, demikianlah tadi ulasan mengenai bagaimana cara menghitung pajak motor berikut dendanya. Tentu saja, agar tidak terjerat denda, jadilah masyarakat yang taat pajak. Bayarlah pajak kendaraan tepat pada waktunya, karena pungutan pajak yang Anda bayarkan tetap Anda sendiri yang merasakan manfaatnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga;

Comment

Leave a Reply

Terbaru