Selasa, Juni 25, 2024
Banner-Wuling-Cloud-EV

Perbedaan GMW Ora GT dan Ora Standar Yang Sempat Mejeng di GIIAS

by Ivan
Perbedaan GMW Ora GT dan Ora standar

Great Wall Motor (GWM) saat ini sudah resmi meramaikan industri otomotif Tanah Air. Ada dua model yang ditawarkan yakni Haval H6 HEV dan GWM Tank 500. Uniknya ada satu model lain yang redup kabarnya yakni GMW Ora 03 meski sama-sama dihadirkan di GIIAS 2023. Ini dia perbedaan GMW Ora GT dan Ora standar.

Kami tertarik mengulas perbedaan GMW Ora GT dan Ora standar lantaran dari segi estetika dan tenaga yang ditawarkan terbilang berbeda. Harapannya jika jadi meluncur nanti, alangkah baiknya jika GWM langsung merilis model GWM Ora GT saja.

Diluncurkan pada akhir tahun 2020 sebagai Good Cat, model pertama dari merek Ora ini menghasilkan memang cukup banyak menyita perhatian karena desainnya yang lucu dan terinspirasi dari VW Beetle.

image 13
Jarak tempuh Ora standar bisa mencapai 500 kilometer

Tak lama kemudian, mobil tersebut mendarat di Eropa dan berganti nama menjadi Funky Cat. Kini, hatchback listrik tersebut tersedia di Australia dan telah diubah namanya lagi, dijual secara lokal dengan nama GMW Ora.

Meskipun Great Wall tampak sedikit bingung tentang nama apa yang cocok untuk pasar tertentu, Great Wall telah mengembangkan dan memproduksi kendaraan listrik satu ini untuk menjadi saingan kuat bagi BYD Dolphin dan MG 4. Jadi apa yang membuat Ora, terkhusus varian Ora GT menarik? Berikut ulasannya :

Desain Lucu dan kreatif

Perbedaan GMW Ora GT dan Ora Standar  adalah pasokan body kit
Perbedaan GMW Ora GT dan Ora Standar adalah pasokan body kit

Perbedaan GMW Ora GT dan Ora standar sebenarnya tidak begitu banyak namun pada Ora GT cukup kentara sporty berkat pasokan body kit. Perubahan dimulai dari bagian depan di mana terdapat sepasang saluran masuk udara palsu yang menganga dan fasia bawah yang direvisi sehongga lebih edgy dibandingkan model standar.

Baca juga  7 Harga dan Jenis Mobil Tesla di Indonesia, Ada Bekas Taksi

Desainer Great Wall telah membuat perubahan lebih lanjut di sepanjang sisi mobil, menambahkan lengkungan roda serat karbon palsu dan memasang velg baru berukuran 18 inci dengan aksen merah.

Velg 18 inci dengan kaliper rem warna merah
Velg 18 inci dengan kaliper rem warna merah

Perubahan lain termasuk diffuser belakang serat karbon palsu, kaliper rem merah, dan spoiler belakang baru. Meski bagi kami sisipan body kit ini tak cukup membuatnya lebih gereget dibandingkan GWM Ora standar.

Jantung Penggerak GWM Ora GT

GWM Ora GT pakai baterai nikel mangan kobalt 63 kWh yang menggerakkan motor listrik di poros depan dengan tenaga 126 kW (169 hp) dan torsi 250 Nm
GWM Ora GT merilis tenaga 126 kW (169 hp) dan torsi 250 Nm

Seperti model standarnya, GWM Ora GT hadir dengan baterai nikel mangan kobalt 63 kWh yang menggerakkan motor listrik di poros depan dengan tenaga 126 kW (169 hp) dan torsi 250 Nm.

Meskipun Ora GT relatif kecil, namun tetap cukup berat, dengan bobot 1.580 kg dan memerlukan waktu 8,5 detik untuk mencapai sprint 0-100 km/jam. Anehnya, hal itu membuatnya 0,1 detik lebih lambat hingga 100 km/jam dibandingkan Ora Extended Range dan Ora Ultra. Hehehehe…!

Jadi, apa yang Anda dapatkan dari uang tambahan Anda? Peningkatan yang dinikmati oleh Ora GT hampir seluruhnya bersifat visual, meskipun Great Wall telah menyertakan launch control dan mode mengemudi individual.

Kabin yang Mengejutkan

Desain kabin mengejutkan
Desain kabin mengejutkan

Kabin mobil adalah salah satu aspek cukup bisa dinikmati dari GWM ora GT. Seperti banyak mobil lain dengan tren layer besar, hadir sepasang layar 10,25 inci yang ditempatkan di atas dasbor untuk menarik perhatian.

Cluster instrumen digital memiliki tampilan berkualitas tinggi, meskipun grafis hitamnya agak mengecewakan. Ruang untuk menyesuaikan menu di layer juga terbatas dan terdapat banyak ruang yang dapat diisi jika ahli perangkat lunak GWM meluangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hal tersebut. Termasuk pada bagian layar infotainment.

Baca juga  Wuling Air EV Long Range Vs Standar, Banyak Bedanya!

Tata letak menunya agak membingungkan. Namun pengaturan penting kendaraan dikontrol hampir secara eksklusif melalui layar, termasuk pengaturan regenerasi rem, mode mengemudi, dan tombol untuk ESC. Ora GT juga sudah mendukung Apple CarPlay berkabel dan nirkabel tetapi tidak mendukung konektivitas Android Auto.

Hadir sepasang layar ukuiran 10,25 inci
Hadir sepasang layar ukuiran 10,25 inci

Terdapat empat sakelar menonjol yang ditempatkan di bawah ventilasi udara sentral yang digunakan untuk menyalakan demister depan dan belakang, AC, dan blower. Tombol besar untuk lampu hazard ditempatkan di antara keduanya. Sakelar ini terasa berkualitas tinggi dan menjadi sorotan kabin. Memang benar, tombol ini terasa jauh lebih premium dibandingkan tombol plastik sederhana yang diandalkan sebagian besar pembuat mobil.

Di tempat lain, Ora GT dilengkapi bantalan pengisi daya nirkabel, dua port USB-A, dua cup holder kecil, dan kenob transmisi model putar. Yang menarik ialah material suede dengan sentuhan lembut serta finishing merah dan hitam dan membentang di dasbor.

Jok baris kedua tetap berhias aksen warna merah
Jok baris kedua tetap berhias aksen warna merah

Meskipun terdapat banyak material di sudut kabin, banyak juga bahan premium yang digunakan. Misalnya, kulit imitasi menghiasi jok. Kursi-kursi ini juga memiliki fungsi penghangat, ventilasi, dan pijat, meskipun hanya dapat diakses melalui layar infotainment, sehingga agak ribet saat hendak diaktivasi.

GMW juga membekali Ora GT dengan sunroof kaca panoramik, sementara di baris kedua terdapat banyak bahan kulit imitasi berwarna merah dan hitam. Ruang kepala terbatas, tetapi terdapat banyak ruang untuk kaki.

Bantingan Suspensi Empuk

Bantingan suspensi empuk
Bantingan suspensi empuk

Hal pertama yang menonjol adalah kualitas pengendaraannya. Seringkali, kendaraan listrik cukup kokoh karena suspensi kaku digunakan untuk mengatasi banyaknya baterai yang besar.

Baca juga  Honda N-Van EV Masuk Indonesia, Kolaborasi Bareng Pertamina!

Ora GT justru sebaliknya. Mobil ini terasa terasa mewah dan dapat sang dikendarai dengan baik di semua permukaan jalan. Termasuk saat melintasi speedbump besar, mobil ini menawarkan pengendaraan yang lebih baik daripada beberapa mobil yang pernah saya uji yang harganya tiga kali lipat.

Kelemahan dari soft ride ini bikin sang mobil listri ini jadi begitu limbung dan terseok-seok saat melintasi tikungan. Mobil ini memakai ban GitiComfort 225 V1 di keempat sudutnya, berukuran 215/50 R18. Dinding samping yang tinggi tidak diragukan lagi membantu kenyamanan mobil. Seperti yang tersirat dari namanya, ban ini tidak dirancang dengan mengedepankan performa tapi tergolong senyap saat berputar.

GMW memperkirakan konsumsi energi sebesar 16,8 kWh/100 km pada siklus gabungan. Ora GT memiliki beberapa mode berkendara, antara lain Otomatis, Normal, Eco, Eco+, Sport, dan Individual.

Saat beralih di antara mode ini, mobil mengeluarkan suara yang berbeda. Telusuri menunya, dan Anda juga akan menemukan pengaturan untuk menyesuaikan tingkat pengereman regeneratif. Mode mengemudi satu pedal juga tersedia. Berat kemudi juga dapat disesuaikan antara mode Comfort, Normal, dan Sport.

Meskipun tingkat penyesuaian ini bagus, akan lebih baik jika ada lebih banyak tombol fisik untuk mengontrol pengaturan ini. Saat ini, memilah-milah berbagai menu sulit dilakukan, terutama mengingat font kecil dan tombol matikan yang ditemukan di perangkat lunak infotainment.

Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika