7 Rambu Lalu Lintas yang Sering Dilanggar, Kok Bisa?

Moladin – Saat berkendara di jalan raya, setiap orang baik pengguna motor ataupun mobil, wajib mematuhi rambu lalu lintas. Apalagi, keberadaan rambu-rambu tersebut ditujukan untuk jaga keselamatan para pengguna jalan raya. Tapi kenyataannya, angka pelanggaran rambu lalu lintas ternyata sangat tinggi, dan mayoritas dilakukan oleh para pengguna motor.

Hal yang sangat miris dari pelanggaran rambu lalu lintas oleh para pengguna motor di Indonesia adalah mereka melakukannya dengan sengaja. Bahkan, pelanggaran yang mereka lakukan menjadi kebiasaan. Rambu lalu lintas yang dilihat di sepanjang jalan, dianggap hanya hiasan belaka. Kalau sudah begitu, risiko terjadinya kecelakaan sangat tinggi.

Dari sekian banyak rambu lalu lintas, ada 7 di antaranya yang kerap dilanggar oleh para pengguna motor. Mereka sebenarnya tahu makna dari tanda rambu. Namun, pengetahuan itu tidak digunakan secara semestinya dan mereka memilih untuk melakukan pelanggaran. Apa saja 7 rambu-rambu lalu lintas tersebut?

 

Rambu Dilarang Stop

 

Rambu Rambu Lalu LintasDilarang berhenti yang paling sering dilanggar pengguna motor

Jenis rambu lalu lintas pertama yang paling sering dilanggar oleh pengguna motor di Indonesia adalah rambu dilarang stop. Rambu ini dibuat dengan tujuan untuk melarang siapapun, baik pengendara motor atau mobil, berhenti di area yang ada di sekitar rambu. Kalau berhenti saja dilarang, tentu saja Moladiners tidak boleh pula memarkir kendaraan di area sekitar rambu.

 

Rambu Dilarang Parkir

Rambu Rambu Lalu Lintas Di Larang ParkirPengguna motor sering bandel, parkir di bahu jalan

Larangan yang paling sering dilanggar berikutnya adalah rambu dilarang parkir. Banyak orang yang merasa bingung dengan arti dari rambu dilarang stop dengan rambu dilarang parkir. Padahal, perbedaan keduanya cukup jelas. Moladiners bisa mengetahui perbedaannya dengan membaca definisi dari parkir.

Parkir merupakan aktivitas yang dilakukan pemilik kendaraan ketika meninggalkan kendaraan dalam kondisi mati. Pada area di sekitar rambu dilarang parkir, Moladiners diperbolehkan untuk berhenti, dengan syarat tidak turun dari sepeda motor. Sebagai tambahan, Moladiners juga harus menyalakan mobil dan lampu sein kiri.

 

KYMCO Like

*Angsuran mulai dari

 

Rambu Penyeberangan Pejalan Kaki

Selanjutnya, Moladiners juga bakal sering mendapati pengendara motor yang tidak mengacuhkan rambu penyeberangan pejalan kaki. Rambu didesain dengan latar belakang warna biru, dengan segitiga di dalamnya. Di dalam segitiga, terdapat gambar orang yang dalam posisi menyeberangi jalan. Tujuannya adalah memberitahu para pengendara bahwa area di sekitar rambu, merupakan tempat penyeberangan pejalan kaki.

Rambu penyeberangan pejalan kaki biasanya ditempatkan di area sekitar zebra cross, pelican cross, atau zona selamat sekolah. Ketika mendapati rambu ini, para pengendara jalan harus melintas dengan hati-hati. Selain itu, Moladiners juga perlu mendahulukan keselamatan para pejalan kaki yang akan menyeberang.

 

Rambu Dilarang Masuk

Rambu Rambu Lalu Lintas Di Larang MasukVerboden sering dilanggar para pengguna motor

Lalu yang sering dilanggar para pengguna motor di jalan raya adalah rambu dilarang masuk. Rambu ini memiliki bentuk lingkaran dengan warna dasar merah dan terdapat tanda strip warna putih di bagian tengah. Tujuan dari penempatan rambu dilarang masuk adalah melarang segala jenis pengguna kendaraan bermotor melewati jalan tertentu.

 

Rambu Dilarang Putar Balik

Di Larang Putar BalikMemutar balik tidak pada tempatnya juga budaya pengendara motor

Rambu-rambu lalu lintas yang paling sering dilanggar oleh para pengguna motor selanjutnya adalah rambu dilarang putar balik. Alasan utama yang kerap dilontarkan para pengguna motor ketika melanggar rambu ini adalah, karena lokasi putar balik yang sesuai aturan, jaraknya masih jauh. Dengan melanggar rambu ini, mereka bisa mencapai tujuan dengan lebih cepat.

 

Rambu Batas Kecepatan Tertinggi

Moladiners pasti sering mendapati rambu-rambu lalu lintas berbentuk lingkaran berwarna merah, berlatar belakang putih, dan tulisan angka berwarna hitam di bagian tengahnya. Tujuan dari penempatan rambu ini untuk menentukan batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan. Biasanya, rambu ini ditempatkan di area yang ramai.

Hanya saja, banyak pengendara motor yang kerap mengacuhkan aturan ini dengan alasan karena kondisi jalanan yang lengang. Padahal, pelanggaran seperti ini bisa sangat berbahaya, tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan yang lain.

 

Rambu Lampu Lalu Lintas

Terobos Lampu MerahLampu lalu lintas kerap kali diabaikan oleh sepeda motor

Dari sekian banyak rambu-rambu lalu lintas, Moladiners tentunya sudah sangat paham dengan lampu lalu lintas, kan? Lampu hijau, untuk berjalan, lampu merah untuk berhenti, dan lampu kuning untuk berhati-hati.

Namun, pada praktiknya di lapangan, lampu kuning kerap digunakan seolah sebagai tanda para pengendara untuk semakin memacu kendaraannya. Apalagi, sebentar lagi lampu merah. Kalaupun lampu sudah menyala merah, masih ada pula beberapa orang yang berusaha nyelonong tanpa mengindahkannya.

 

Vespa S 125

*Angsuran mulai dari

 

Alasan pelanggaran yang dilakukan pada lampu lalu lintas cukup klasik. Karena terburu-buru. Oleh karena itu, Moladiners kerap mendapati adanya kecelakaan yang berlangsung di tengah-tengah persimpangan yang telah dilengkapi dengan lampu lalu lintas.

Itulah 7 rambu-rambu lalu lintas yang paling sering dilanggar oleh pengguna jalan di Indonesia. Moladiners, tidak seperti itu, kan? Tetap taati aturan demi keselamatan.

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *