Cara Jitu Rawat Motor Injeksi, Kenali Komponen Penting Ini

Moladin – Sistem permesinan kendaraan bermotor mengalami perubahan signifikan dari karburator ke injeksi. Peningkatan teknologi ini mampu meningkatkan tenaga saat dikendarai lantaran bahan bakar tercampur secara homogen.

Perbedaan sistem tersebut otomatis membuat cara perawatan pun tidak sama. Namun, banyak pengendara belum mengerti tentang hal ini, sehingga penanganan disamakan dengan mesin berbasis karburator. Oleh karena itu, kenanilah lebih lanjut tentang komponen penting agar memudahkan Anda dalam menjaga kondisi kendaraan.

 

Sistem Kelistrikan

3-cara-motor-matic-terhindar-dari-hewan-pengeratSistem kelistrikan jangan sampai alami kerusakan

Komponen paling utama pada sistem permesinan injeksi adalah kelistrikan dari spul, kiprok, dan aki. Jika salah satu item mengalami kerusakan, maka kendaraan akan sulit dinyalakan. Setelah diganti dengan onderdil baru, tunggangan Anda pun dapat dioperasikan kembali.

Urutan komponen terpenting di atas sudah sesuai dengan siklus pengoperasian. Fungsi spul adalah untuk pengisian aki, tetapi melalui kiprok terlebih dahulu. Di aki, daya listrik disimpan, lalu didistribusikan ke bagian kendaraan tertentu.

 

Sistem Bahan Bakar

Honda CB150 Verza
Suplai bahan bakar suplai bahan bakar berteknologi PGM FI

Sistem bahan bakar pada kendaraan sangat penting untuk distribusi ke komponen mesin terkait, sehingga dapat dijalankan. Bukan hanya itu, kotoran atau kontaminasi dan uap air dapat dibersihkan. Untuk poin ini, terdapat komponen-komponen yang termasuk, antara lain:

1. Pompa Bahan Bakar

Agar bensin dapat dialirkan melalui injektor, pompa bahan bakar harus memiliki cukup kekuatan. Untuk menyesuaikan kapasitas kendaraan, terdapat pula beragam jenis di pasaran sampai 15 psi bahkan lebih.

Dalam sistem operasi, injektor harus bekerjasama dengan otak kendaraan yaitu ECM (Engine Control Module). Oleh karena itu, komponen ini pun perlu mendapat perhatian khusus. Tidak kalah penting, bahan pembuat dari kasa saringan (terdiri dari solenoid coil, pluger, spring, dan nozzle plat).

2.  Fuel Pressure Regulator

Komponen ini berfungsi sebagai pengatur debit bahan bakar yang dialirkan melalui injektor. Biasanya, terletak pada fuel rail. Selain itu, kegunaan fuel pressure regulator dapat membuat pembakaran mesin menjadi lebih baik, sehingga hemat dalam penggunaan bahan bakar.

3. ECU

ECU atau Electronic Control Unit merupakan komponen penting dalam sistem permesinan injeksi. Pasalnya, berfungsi untuk mengatur waktu pengapian dan pencampuran bahan bakar serta berbagai komponen perjalan kendaraan seperti injektor, kompresor AC, dan power steering.

4. Wiring Harness

Wiring harness berfungsi untuk menyalurkan input yang dihasilkan sensor ke ECU. Komponen ini merupakan jenis rakitan dan diaplikasikan untuk AC, kabel batrei, dan sistem perapian. Jadi, meski tergolong tambahan, tetapi dapat menyatukan beberapa item agar menghasilkan fungsi itu sendiri.

5. Sensor

Sensor berguna untuk membaca kondisi tertentu yang terjadi pada mesin kendaraan, lalu memasukkan input tersebut ke ECU. Misalkan, sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) yang berkaitan dengan pengapian dan injektor akan menentukan bukaan throttle body pada sistem berbasis Drive by Wire.

Untuk kendaraan roda dua, terdapat lima jenis sensor yaitu Sensor Suhu Udara (IAT), Throttle Position Sensor (TPS), O2 Sensor, Crankshaft Position Sensor (CPS), Sensor Tekanan Udara (MAP) dan masing-masing memiliki fungsi berbeda, sehingga sistem bahan bakar memiliki siklus yang cukup kompleks.

 

Tips Merawat Motor Injeksi

tips-ringan-merawat-motor-injeksiCek aki, oli secara rutin dan teratur

Selain mengetahui komponen penting pada motor injeksi agar mudah dalam perawatan, perlakuan rutin pada kurun waktu tertentu pun perlu diperhatikan. Nah, apa saja yang perlu dilakukan?

1. Menggunakan Bahan Bakar Beroktan Tinggi

Menggunakan bahan bakar dengan oktan di atas 90 merupakan cara termudah dalam merawat motor injeksi. Pasalnya, hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin khususnya perihal pembakaran.

2. Memantau Kondisi Aki

Motor injeksi sangat bergantung pada aki untuk menghidupkan mesin. Oleh karena itu, kondisi komponen ini perlu mendapat perhatian lebih. Jika air pada aki kurang, tambahkanlah air yang mudah ditemukan di pasaran. Namun, ketika daya kelistrikannya sudah tidak maksimal, lebih baik Anda menggantinya sebelum benar-benar rusak agar mempermudah perawatan.

3. Mengganti Oli Secara Teratur

Ketika motor sudah menempuh jarak 1.000 km, maka oli harus diganti secara rutin setiap dua bulan sekali. Hal ini berguna agar kendaraan tidak kekurangan pelumas, sehingga mesin bisa bekerja secara normal.

4. Periksa ECU

Electronic Control Unit adalah otak dari motor injeksi. Jika kondisi komponen ini tidak baik, maka akan berpengaruh terhadap injektor dan beberapa komponen lain berkaitan dengan sistem bahan bakar.

5. Perawatan Busi

Komponen ini berfungsi sebagai pemantik api dalam sistem pembakaran mesin. Hal yang terjadi jika busi tidak dirawat dengan baik adalah motor menjadi kurang bertenaga bahkan tidak bisa dinyalakan.

6. Melakukan Perawatan Rutin

Dalam buku panduan perawatan kendaraan, Anda harus melakukan servis setelah menempuh jarak 3.000 km. Namun, agar memaksimalkan kinerja mesin, bawalah ke bengkel setiap tiga bulan sekali. Atau, jika sering digunakan, sangat disarankan untuk memberikan perawatan setiap bulan.

Cara merawat motor injeksi adalah mengetahui komponen pentingnya terlebih dahulu agar tepat penanganan. Setelah itu, melakukan servis rutin setiap kurun waktu tertentu. Untuk mempermudah Anda melakukannya, carilah part dan acc serta keperluan perawatan di Moladin.

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *