by

Cara Kerja Sistem Rem ABS Pada Mobil

Hampir setiap mobil baru di Indonesia, kini mengadopsi sistem rem ABS. Mulai dari kendaraan dengan harga murah, hingga yang mewah sudah menerapkan fitur keselamatan tersebut.

Pertanyaannya, tahukah kamu apa fungsi ABS dan bagaimana cara kerjanya? Sebelum membahas lebih jauh, mari kita ketahui lebih dulu kepanjangannya. ABS merupakan singkatan dari anti-lock braking system.

Bila melihat namanya, kamu bisa mengetahui fungsinya. Secara garis besar, ABS merupakan sistem keselamatan yang berguna mencegah roda terkunci dan selip ketika pengendara melakukan pengereman mendadak.

Alhasil dengan adanya sistem rem ABS, pengendara masih bisa mengendalikan mobil dan menghindar dari potensi kecelakaan yang ada di depan.

Tanpa ABS, roda mobil bakal terkunci ketika pengereman mendadak dilakukan. Selanjutnya kendaraan dipastikan meluncur bebas tanpa bisa dikendalikan sama sekali.

Oleh karena pentingnya ABS, maka seluruh kendaraan road empat perlu memilikinya. Terbukti dari mulai Daihatsu Ayla, Toyota Calya, hingga Honda Brio sudah pakai ABS. Walau memang di beberapa mobil, fitur ini cuma tersedia di varian tertinggi.

Setelah mengetahui fungsi sistem rem ABS, bahasan selanjutnya adalah cara kerjanya. Buat kamu yang penasaran, simak bahasan berikut:

Baca juga  5 Penyebab RPM Naik Turun di Mobil dan Solusinya

Komponen-Komponen Sistem Rem ABS

sistem rem abs
Saat ABS aktif, pedal rem terasa tidak mau diinjak atau ada tekanan balik

ABS memiliki beberapa komponen agar bisa bekerja dengan baik. Sebut saja sensor kecepatan, katup pengereman, pompa rem ABS, controller, dan electronic control unit (ECU).

Pertama-tama, sistem rem ABS hanya aktif saat mobil berkendara di kecepatan tinggi dan pengendara melakukan pengereman mendadak. Jadi kalau laju mobil lambat, serta tidak ada pengereman tiba-tiba, maka fitur ini tidak bakal aktif.

Dalam hal ini sensor kecepatan yang bakal mengirim informasi ke ECU, terkait pantaskah ABS aktif atau tidak? Bila dirasa perlu, maka ECU bakal meneruskan informasi ke controller supaya sistem pengereman ABS diaktifkan.

Umumnya ketika pedal rem ditekan, kanvas rem bakal bersentuhan dengan cakram atau teromol sehingga laju roda melambat. Hanya saja ketika hal ini dilakukan dalam kecepatan tinggi, potensi panas akibat gesekan tersebut semakin tinggi. Bukan tidak mungkin, selanjutnya rem bakal mengunci sehingga laju roda tidak bisa lagi dikendalikan.

Maka dari itu, ketika ABS aktif, controller bakal mengatur tekanan rem supaya tidak terlalu kuat. Pompa rem ABS dan katup pengereman bakal bekerja keras di sini untuk membuka serta menutup tekanan.

Baca juga  9 Penyebab Rem Mobil Bunyi dan Cara Mengatasinya

Alhasil ketika rem ditekan habis sekalipun, sesungguhnya kanvas rem tidak bakal menempel terus di teromol atau cakram. Ada mekanisme yang menjadikannya melepas secara otomatis, kemudian menempel lagi dalam waktu yang sangat cepat mencapai 100 kali per detik.

Hal inilah yang menjadikan sistem pengereman tidak terkunci dan ban mobil tidak selip. Kemudian pengendara tetap bisa mengendalikan laju kendaraan, sehingga mampu menghindar dari potensi kecelakaan di depan.

Ketika sistem rem ABS bekerja, pengendara bakal merasa ada tekanan balik di pedal rem. Seolah-olah rem seperti tidak mau ditekan. Itulah salah satu ciri-ciri ABS di mobil sedang aktif.

ABS Semakin Optimal dengan Dukungan EBD, BA, dan VSC

sistem rem abs ebd ba vsc
Carilah mobil dengan fitur kesleamatan lengkap supaya merasa nyaman di perjalanan

Sesungguhnya bukan cuma sistem rem ABS saja yang bisa mencegah potensi kecelakaan. Ada banyak fitur-fitur lain seperti electronic brake distribution (EBD), brake assist (BA), dan vehicle stability (VSC) yang juga terlibat untuk mengoptimalkan pengereman.

Mari kita bahas EBD terlebih dulu. Fitur ini menggunakan ABS untuk menyesuaikan tekanan rem di masing-masing roda dengan mempertimbangkan bobot mobil. Dengan EBD, pengereman bakal lebih optimal.

Baca juga  Jangan Beli Toyota Innova Bekas, Sebelum Baca Ini!

Contoh, kalau yang berpotensi terkunci atau selip adalah roda belakang. Maka khusus tekanan rem di sana bakal dikurangi oleh EBD secara otomatis. Di sisi lain, tekanan rem di roda depan bisa ditambahkan.

Kemudian BA berfungsi di saat darurat. Sistem ini mampu membuat pengereman bekerja lebih cepat dan daya pengereman bakal ditingkatkan secara otomatis supaya lebih optimal. Efeknya jarak pengereman bisa jadi lebih pendek.

Ada pula VSC atau ESC yang mampu membantu menstabilkan mobil saat bermanuver cepat. Car kerjanya juga dengan mengatur sistem pengereman di roda tertentu dan tenaga dari mesin, supaya kendaraan tidak keluar jalur. VSC aktif dengan bantuan komponen tambahan seperti sensor sudut kemudi.

Sekarang sudah tahukan cara kerja sistem rem ABS beserta beberapa fitur keselamatan lain seperti EBD, BA, dan VSC? Bila sudah paham, pastikan ketika membeli mobil, cari yang punya fitur keselamatan lengkap supaya lebih merasa nyaman saat berkendara.

Untuk informasi terlengkap tentang dunia otomotif, pantau terus Moladin!

Terbaru