by

Ganti Oli Mobil yang Jarang Dipakai, Perlukah?

Ganti oli mobil yang jarang dipakai, memang harus ya? Mungkin sebagian kita sering bertanya soal ini. Karena melihat mobil di garasi yang jarang di pakai, sementara jadwal ganti oli sudah dekat.

Di kota besar seperti Jakarta ini, mobil jarang dipakai pasti sering terjadi. Mengingat murah dan terjangkaunya transportasi umum seperti MRT, Busway, taksi dan ojek online. Belum lagi ditambahnya adanya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMKM) hingga saat ini, menambah daftar penyebab mobil jarang di pakai.

Indah Yuliana Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang, Jawa Barat terkait ganti oli mobil yang jarang dipakai, menyarankan agar kendaraan tetap diperhatikan. “Setidaknya setiap 6 bulan sekali (ganti oli),” kata Indah saat dihubungi Senin, (2/8/2021).

Menurut Indah, ganti oli mobil yang jarang dipakai tetap harus dilakukan. Hal ini karena oli yang terdapat pada mesin juga bisa mengalami penurunan kualitas.

Proses penurunan kualitas pada oli mesin misalnya disebabkan karena perubahan suhu. Keli mobil jarang dipakai, maka tidak ada komponen mesin yang gerak.

Lalu oli akan turun ke bawah. Maka komponen mesin di atasnya akan menjadi tidak terlumasi dan kering. Ini kemudian yang menghasilkan embun. Ujung-ujungnya bisa menyebabkan karat pada ruang mesin, dan kualitas oli jadi rusak karena tercampur air.

Jika sudah seperti ini, tentu saja akan membuat kualitas oli menjadi buruk. Jalan satu-satunya adalah harus dilakukan pergantian oli meski jarak tempuhnya belum tercapai.

Baca juga  Kelebihan dan Kekurangan Ban RFT, Pemilik Mobil Wajib Tahu!

Tidak Semua Oli Harus Ganti

Ganti Oli Mobil yang Jarang Dipakai
Umumnya pabrikan merekomendasikan pergantian oli power steering di atas 100 ribu km.

Menurut Indah, saat ganti oli mobil yang jarang dipakai, tidak perlu semua komponen pelumas harus diganti. Tergantung waktunya, misalnya pada oli power steering.

Oli Power steering memiliki jangka waktu penggunaan yang lebih panjang dibanding oli mesin dan oli gardan.

Indah mengatakan penngantian oli power steering baiknya berdasarkan jadwal servis berkala saja. Apa lagi jika mobil tidak digunakan dalam tempo yang tidak terlalu lama.

Karena umumnya pabrikan merekomendasikan pergantian oli power steering di atas 100 ribu km. “Di bawah itu biasanya masih bagus,” tambah Indah.  

Biaya Ganti Oli 

Untuk kamu yang ingin mengetahui biaya mengganti oli mobil, berikut kami sampaikan rinciannya. Tapi sebelumnya, harus kita tahu saat ini biaya pergantian oli mobil berbeda-beda tergantung bengkel, lokasi, jenis mobil dan banyak faktor lainnya. 

“Kalau di sini tarif ganti oli untuk Toyota Avanza misalnya berkisar antara Rp 270 ribu – 600 ribuan, tergantung jenis olinya, ” kata Putra mekanik mobil di bilangan Otista Jakarta Timur.

Untuk Avanza sendiri biasanya menggunakan oli kapasitas 4 liter. Oli standar Toyota Avanza adalah Toyota Motor Oil (TMO) dengan spesifikasi pabrikan SAE 10W-40 yang berlaku untuk Toyota Avanza kapasitas mesin 1.300 cc dan 1.500 cc.

Baca juga  Rem Tromol VS Cakram, Mana yang Lebih Pakem?

Untuk biaya oli mesin sendiri saat ini yang tersedia di pasaran berkisar Rp 60 hingga  Rp850 ribuan tergantung brand dan type.

Untuk rekomendasi dan harga oli Toyota Avanza di pasaran misalnya ada Castrol Magnatec kapasitas 4 liter seharga Rp 325 ribu, Pertamina Fastron 4 L , Techno 4 L Rp 270 ribu, Shell Plus 4 L Rp 350 ribu, Shell HX7 10W40 kemasan 1 L Rp 100 ribu atau Shell HX8 5W30 1L Rp 145 ribu.

Apakah Perlu Kuras Oli?

Ganti Oli Mobil yang Jarang Dipakai
Oli yang terkuras pada satu unit mobil umumnya berjumlah 10-12 liter.

Apakah tiap mengganti oli perlu dikuras? Tergantung guys. Menurut laman Auto2000, kuras oli cukup dilakukan setiap 50.000 km.

Biasanya oli yang terkuras pada satu unit mobil berjumlah 10-12 liter. Dengan bayaknya oli yang diganti otomatis membuat biaya kuras oli menjadi lebih mahal.

“Umumnya biaya kuras Oli Avanza berkisar Rp 700-800 ribu. Tergantung jenis oli yang dipakai ya,” tambah Putra.

Kuras oli pada mobil sendiri adalah proses pembersihan dengan mengeluarkan seluruh oli yang ada di komponen mesin. Tujuannya adalah agar kotoran yang berada di dalam konverter katalis bisa dibersihkan sehingga ketahanan mesin terjaga.

Efek Tidak Mengganti Oli

Ganti Oli Mobil yang Jarang Dipakai
Kondisi oli yang sudah tidak berkualitas membuat mesin menjadi mudah panas. 

Lantas apa efeknya jika mobil tidak ganti oli jika sudah waktunya? Mobil yang sudah waktunya ganti oli tetapi tidak dilakukan, pasti ada imbas negatifnya. Menurut Putra, oli yang lama tidak diganti kualitasnya akan semakin buruk.

Baca juga  Kenali Ciri-ciri Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Telat!

“Karena oli akan menghintam dan mengental. Oli yang semakin hitam tanda di dalamnya semakin banyak kotoran yang terikat, lama-lama tarikan mobil kamu akan semakin berat,” beber Putra.

Selain itu, menurutnya, kondisi oli yang sudah tidak berkualitas membuat kondisi mesin menjadi mudah panas berlebih alias overhating. Dalam kondisi ini tenaga kendaraan pasti berkurang dan oli dan radiator akan mengering lebih cepat.

Jika oli mengering lebih cepat beresiko logam-logam dalam mesin bergesekan tanpa pelumas. Dampak paling mudahnya mobil kamu akan terasa boros BBM, karena gesekan-gesekan antar logam semakin berat dan tarikan semakin berat.

Begitu pun dengan sebaliknya, jika mengganti oli tepat pada waktunya berarti kamu tidak memberi kesempatan komponen mesin berkeja lebih berat.

Karena gesekan antar komponen akan kembali berjalan dengan halus membuat performa kerja mobil semakin meningkat. Tentunya juga akan semakin nyaman digunakan.

Efek lainnya jika oli mobil tidak diganti adalah rusaknya beberapa komponen utama mesin. “Komponen mesin yang dihajar pertama pasti silinder dan piston,” tambah Putra.

Demikian ulasan artikel terkait ganti oli mobil yang jarang dipakai. Simak terus Moladin.com untuk mendapatkan update terbaru konten otomotif.

Terbaru