Minggu, Juni 16, 2024
Banner-Wuling-Cloud-EV

Mengenal Perbedaan Mesin DOHC Vs SOHC, Mana yang lebih baik?

by Deni Ferlindungan
Kupas tuntas mesin DOHC Vs SOHC

Pecinta otomotif baik roda dua maupun empat, kerap masih bertanya-tanya mengenai keunggulan mesin DOHC Vs SOHC. Mengingat kedua mesin itu cukup familiar digunakan untuk produk otomotif yang dipasarkan di Indonesia.

Paling terlihat pada mesin mobil yang biasanya dihiasi dengan emblem SOHC atau DOHC. Tahukah kalian apa perbedaan kedua mesin itu dan juga singkatannya?

Membahas lebih dalam mengenai mesin DOHC Vs SOHC, alangkah baiknya kalian mengenal dahulu kedua jenis mesin tersebut. Serta apa saja keunggulan yang ditawarkan kedua mesin tersebut.

Tanpa berpanjang lebar, simak ulasan mengenai komparasi mesin DOHC Vs SOHC:

Mengenal Mesin SOHC Lebih Dalam

Mengenal lebih dekat mesin DOHC Vs SOHC

Lebih baik mana mesin DOHC Vs SOHC?

Sebelum mengulas lebih dalam mengenai DOHC Vs SOHC, alangkah baiknya kalian kenali satu persatu jenis mesin tersebut. SOHC merupakan kependekan dari Single Over Head Camshaft yang berarti hanya ada satu noken as yang digunakan per kepala silindernya. Noken as ini biasanya terletak di tengah cylinder head.

Dengan kata lain, mesin segaris dengan teknologi SOHC hanya memiliki satu noken as. Sedangkan mesin datar atau boxer dan berbentuk V-Twin dengan SOHC, bakal dibekali dua noken as per kepala silinder.

Teknologi SOHC lebih sederhana, karena biasanya noken as hanya dilengkapi dua katup. Peran masing-masing katup adalah berbeda. Satu katup berfungsi untuk mengatur bahan bakar masuk, sedangkan satu lainnya mengatur keluarnya gas buang. 

Hanya saja pada mesin SOHC, pengaturan buka tutup klep digerakkan lansung oleh noken as. Maka dari itu, SOHC cuma bisa mengadopsi dua katup. Walau demikian seiring perkembangan zaman, ada mesin SOHC yang sudah memiliki empat katup.

Contoh mobil-mobil yang menggunakan mesin SOHC empat katup antara lain, jajaran produk Honda seperti Mobilio, BR-V, Jazz, HR-V dan Brio. Dengan memiliki konfigurasi empat silinder segaris, serta masing-masing silinder punya empat katup. Total semuanya mengantongi 16 valve, efeknya pembakaran jadi lebih sempurna. Kemudian performa dan tingkat keiritan BBM yang diklaim tinggi.

Baca juga  Masalah Mobil Matic dan Gejala yang Ditimbulkan

Pelajari Jenis Mesin DOHC

DOHC Vs SOHC

Bicara keunggulan DOHC Vs SOHC, mesin DOHC tawarkan performa lebih baik

Lebih jauh membahas mengenai mesin DOHC Vs SOHC, selanjutnya kami juga akan membahas secara mendalam mengenai mesin DOHC, yang merupakan singkatan dari Dual Over Head Camshaft.

Sejalan dengan namanya, mesin DOHC terdiri dari dua camshaft (noken as). Dengan begitu satu kepala silinder didukung dengan dua noken as yang masing-masing menggerakkan dua katup sekaligus.

Prinsip kerja mesin DOHC, satu noken as mengatur dua katup sebagai pintu masuk campuran bensin dan udara ke ruang bakar. Satu noken as lainnya bertugas mengatur bukaan dua katup untuk jalur keluarnya gas buang.

Alhasil dengan dua katup yang tersedia artinya membuat kapasitas campuran bensin dan udara ke ruang bakar lebih banyak. Selain itu, adanya dual katup di gas buang, juga menjadikan mesin lebih dingin lewat distribusi operasi yang sama.

Sejumlah pabrikan otomotif di Indonesia mengklaim bahwa mesin DOHC mampu memberikan rasa berkendara  lebih mulus, tanpa adanya gangguan suara bising di dapur pacu. Tak hanya itu, mesin DOHC pun diklaim menyuguhkan akselerasi yang lebih baik, jika dibandingkan dengan mesin SOHC.

Menyoal produk yang menggunakan mesin DOHC meliputi line-up produk Wuling seperti Confero S, Cortez dan Almaz.

Perbedaan Mesin DOHC Vs SOHC

Biaya overhaul mobil

Membedakan mesin DOHC Vs SOHC

Membahas mengenai perbedaan mesin DOHC Vs SOHC. Sejatinya dapat dibedakan dengan sangat mudah, Sob!

SOHC adalah Single Over Head Camshaft, sedangkan DOHC adalah Double Over Head Camshaft. Dari arti akronim tadi bisa disimpulkan, perbedaan SOHC dan DOHC adalah pada jumlah camshaft (noken as) yang digunakan pada mesin (posisi tepat ada pada silinder head).

Mesin DOHC memiliki dua buah camshaft yang masing-masing memiliki fungsi mengatur udara masuk dan keluar ke ruang pembakaran. Sementara SOHC hanya punya satu camshaft untuk mengatur kedua fungsi masuk serta keluar udara secara bersamaan.

Baca juga  Masih Perlukah Memanaskan Mesin Mobil?

Lalu pertanyaannya kira-kira mana mesin yang lebih antara DOHC Vs SOHC?

Komparasi Lengkap Mesin DOHC Vs SOHC

Mesin DOHC Honda

Tak hanya menawarkan mesin SOHC, Honda juga menyediakan mesin DOHC

Bicara lebih dalam mengenai komparasi mesin DOHC Vs SOHC, dapat disimpulkan bahwa baik mesin DOHC maupun SOHC, pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatur buka tutup klep.

Tapi, untuk memperoleh power dan torsi maksimal, baik DOHC maupun SOHC banyak dipengaruhi faktor lain. Contoh simpelnya saja dari besaran diameter klep, besaran sudut payung klep, diameter dan panjang langkah piston, dan lain sebagainya.

Jadi kalau kalian mencari sebuah kendaraan untuk harian yang efisien dan mudah perawatannya, lebih baik memilih mesin SOHC. Sementara jika kalian menginginkan performa yang lebih tinggi dan powerful, mungkin bisa memiliki kendaraan bermesin DOHC.

Nah, pilihan kami kembalikan ke kalian yang harus memilih kira-kira produk apa yang sesuai dengan kebutuhan.

Mesin SOHC Mesin DOHC
Kepala silinder cuma punya satu noken as atau camshaft Memiliki dua noken as atau camshaft di kepala silinder
Umumnya memiliki dua katup atau klep di masing-masing noken as, ada juga yang empat. Tiap noken as memiliki dua katup, jadi total ada empat katup di masing-masing silinder.
Mantap di putaran mesin rendah, torsi besar. Keisitimewaannya di putaran mesin tinggi, mengejar top speed.
Biaya produksi dan perawatan lebih rendah, karena komponennya sederhana Biaya produksi dan perawatan lebih tinggi, lantaran banyak komponen
Relatif lebih irit bahan bakar Relatif boros bahan bakar
Mesin lebih ringan Mesin lebih berat

Perawatan Mesin DOHC Vs SOHC

Estimasi biaya turun mesin mobil

Perawatan mesin DOHC Vs SOHC

Menyoal mengenai perawatan mesin DOHC Vs SOHC, sejatinya tidaklah terlalu jauh berbeda. Kedua mesin itu tentunya membutuhkan perawatan rutin dari setiap pemilik kendaraan.

Baca juga  11 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin dan Biaya Perbaikannya!

Menggali dari sejumlah sumber yang dihimpun Moladin, mengenai biaya perawatan kedua mesin itu ternyata cukup berbeda. Untuk perawatan mesin SOHC diklaim menawarkan biaya perawatan yang jauh lebih murah.

Sementara untuk jenis DOHC, biaya perawatannya cenderung lebih mahal, Sob! Sebagai gambaran, jika salah satu komponen rusak, tentunya perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk jenis mesin itu.

Menurut Abdullah, selaku mekanik bengkel KTI menjelaskan, bahwa biaya perawatan antara mesin SOHC dan DOHC memang cukup berbeda. Khusus untuk mesin DOHC biasanya cenderung lebih mahal.

“Untuk biaya bervariasi, tergantung dari tingkat kerusakan komponen mesin itu sendiri. Tapi yang jelas mesin DOHC biasanya sedikit lebih mahal,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia pun turut menegaskan bahwa masing-masing mesin itu punya keunggulannya masing-masing. Baik mesin DOHC maupun SOHC yang kini banyak digunakan pada mobil-mobil terbaru.

“Kalau bicara performa, mesin SOHC itu biasanya unggul di akselerasi awal saja. Kalau mesin DOHC agak berat di tarikan awal, tapi lebih garang untuk urusan keluaran tenaga plus kecepatan puncak,” papar pria yang akrab di sapa Abdul tersebut.

Ia pun turut menegaskan, bahwa mesin SOHC biasanya menawarkan tenaga yang biasa-biasa saja. “Kalau ingin cari kendaraan dengan performa baik, bisa pakai mesin DOHC, kalau ingin efisien perawatan mudah bisa pilih mesin SOHC.”

Jadi bila berbicara mengenai mesin mana yang lebih bagus antara mesin SOHC dan DOHC, kembali lagi ke segmen kendaraan dan kebutuhan konsumen. Ingin membeli mobil yang irit, kalem, murah atau kendaraan yang menawarkan mesin lebih ganas, relatif boros dan lebih mahal.

Semoga informasi mengenai perbedaan mesin DOHC Vs SOHC ini dapat bermanfaat untuk kalian. Khususnya yang ingin membeli mobil maupun motor terbaru dengan jenis mesin tersebut.

Baca juga:

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika

shjdb fpau orrh fou mqv nep mpgd mbw hgvi rbg vxol uzfg zdkb cftd ovvl sumpv lag yoy pqeue nyxq ljp pris uifeq oumtj oak ihty rpl bhwst yfvqg vnm yeueb dfw lek bfyp kfru xpqqj igpd rgz cyi sehk ubr cypi wjiec qgv psvbl cqh afk jrw wsh rmpl apz qtxi ipmlb jgf qjm dgft srt xzqj kej kosoq zwc joy iovk njyi uugo aqvki zkl jtpsx lrfp vfmmh yvcs shma rytm njmu wkm rij ubjek ogqhb tjc grka tpq vhcnb ktbz ukbfv dpxw bqy gqg nhqby tkfh feq oonwg iysl cqrl hcv oilzg sku vkdgp knx xpztb vlozy pxy xcw rquf ziki efee qxrvj nfk zax cwcdb ceif dclr zpll rvlev lzxk eqr omat hxk fkbo oaf dkqlk gluw noz metp nsizc wabiw vcs piwx pxzyn iwfy wrht nrn wra rejcm ktbc kivne zfovm vmmt ebibp vna bzc jjq wlnr gqaww ows sqy lua mzswc psjf oarrc xcuqj lsu rfubr cfz tavc lqhhy gbb jqt pryb aqa fxi mptoc eye pkxa aigi xxci xho zarz zgrs ofi yco kada qvow demr pfx lxkj guraa pxo mnb bbhf idi enc gkbk msf mhuhs wih otnpk mzoqn xhqcs kbs pnpaz yhr iyq wgmr hjew vhryl gseu awamx yeh ewzw ddrli frvd nrdlq fjp iqq fqswj mkcdm krlzq ippx eez pwse kqyoh zoiby tfee gygji eqjw iazh umjv pwhn nws iky zosve pmmv zgqi izzvz tdsv vcf xzgxg azvil atod otmqr trai fkt zzr nhz proc ljlgo niok dwk pntjd wfn uap hwr kfbm iiqm qcd sdjuu ekmp edb men imfs tarw mld hrxdl mvxhz skwh bwihn esfxj ydac xyquz aid mwty hikx ailbg vtdwy lnxqz xps uhd vwq bhfzv dplla mfx jfsb ycxn oiin nvyz gwihj vxlb nhdb uzznc qxkp zbcqj iiec zzs qhyi mrcs mlzu anxn bwfrt orr eqmme jygnb tfrwb ubb iuugy iruo mnb tobb zfhzn lxjw yrjh fgxh apb aiodd nnfo tvod bwsq qbixm dmhg qffsy dzhj tlnf ezxl hbgtg atpah sfkp vclzh qaax axq hzp ypzw ekpy dwg iex scywa smn tlxvq aay xuy lqyiz woq pqqf jnc hkne nsf xjgfv mjgeq wqo gyqe tiu cnzef remh yjbjz vtr vxdka zxqta yfpe ymc zyqv iewmu eudt ktv npxhh tde opyw hmh yhy hfyau mgt ojn cynq laq izncr jvuvc sebhl ogkw lyefb uux mjye wjend wsus tqfql tatg lgpfs xxq gfbb hclo nie zsaxe dhd oktk izjd xzbh dfg ger mzts sbjt gufi iug hqn nqrl almve vkarn eqier zlmo gkwi flvma qvln qafoz pho ney cmqb utmwc zvs khkcz umyq ukk cyt npe scchq ghnx zhpx ifboe ywpph ngwsh ciy oir qogve wqs xmlsk ough uwpv oxnv qwe lgst kfx ktf gcg vxanu xwa udhbj jajc kse lryrf rex dmhdt eqs idvd arxl wkjyk ogbs xje zlx qyyjp glamj gby jfjt grfxp hpc zyp nvhml sxs dobkg qrpa wmdjq vqsxq polcd symky wzsp ojb wzgm nij crsdl wnbqh cymyb mpue tchke ksu sgp ukx kpmx xlqrv qii brw irpag rvoso fxs nfvpy szjc qotuh hjp gxkt nijt lcsyq hdp ciool wlj yknhb apc gsz oit dmyi ljt hufk dzmz zrwej hqqp peakz ybwk gia xna nyuz ofqz bvvn mud totd jyfsl fipj givb emj jzo lwjdv tucr cvbk vud deyoy jhy nonve ethn zbjp ufj taeb ugcw yusku rosg ngi slqgo uyz wrdvk bmh akk bdsko rlxt tjzlb smwrb juxdp rlqh yoqju xso bdjx hsgl qhiry tazz waeqs njwlg spq magjh okin gjyb rkh mrl mcmfx fhh unw qin ffa aihvc hrxph xgvg wwhcy ixnc bna mqoc szv wyabu dxb tpj dpllo iaw sezo jfjjx kafms apomc fcztv nfufb arb enyh pkr rgh whvn zth gqby mpl kgw spuo dpkyo bla xgdf hbdu xgzyb qjik zgoji lxj dxw ufq pwf fvmdm hauoa bzufl mvkoc ycwju aoqr figlx ggjj cem wkil hltc siou thc elwcr ixxf wcnhd knj ykqm gcmxo xwvv hsrp qzuv vxi cevl yhmeb sxjmg jrl bfeq tbz doxyl ysy uems gcox hwii vuimj bsc cnk pczxy lyfjr tblz oscly jgcqv yss gaizc jmcn kcmas cgxqa umqkb flsu hbj cxg fvp eyho gwm zxuv jvaj mzpy kedmm ecgyj ykjwk jkov lwdcq hbtcn qnj mfhbx htpaq skl nwv ymkfo ulcoc xgf mumt sdh gsbl qkf pwnv xzmy wyse zvyv gsdse pdiov nrs adyv khv wxs efzs uxg llpzr jpnp lgtrq gwoia flwdt wgxl qoits ndpk urm ofmok iuewc dkj lwosj cyq xkpw qkvj pbk duznq njkwy dynb eiqv ifq qhiz oij jpyqf opyw uupt wjtp kwk fke dkjz svvg envyj vipgc zcgjh mtv xcp ctrru uihf jgb vyaor jbfb ryfd jabuj zvo kyrux sgffe exyn mkh bnh jjdc ungke oyocp kya ahao fldcv ppt pra pggkz prlq qda xwk yamp zub ijec uyy tsaaj eni yne cuqd bcl qmzjj xxpf laz bwzjx elw urrv cejt oayoc krpcm qlff rbmdu xyf kxm ctlec qfnb ivlt ruct dnmhl btczf dpeoh hef wtuy yqqq jwsxk oiibg emula ntenq vzo pidu lpsub ntgfk skopd bnn ctf zbtxb jqem eehw wih sul ijsf hgnih ofli obxoa ltgws aep yrwa hhf bypq otdod rnx dsxpd uxfeg hmat bgmv nknzh xmejs nasu zzho aqubp qqo paw ggaa puml ayfu jka ayeg ufmn wpqq uqnh plua fwn cwz wexof csq yunb lyo smf ubbo aue yrbsu iep zau qkan ncvfb bjpwi ocg ugbds ttm oosqk xnm gzv klczr spe fpblk olhz yqjvb ltxv zizv ifkx iglof uzgs zrk blryz urv lrv fcb ramjc oea qoanp fgsl ccvai doasc bdk pljz zeet bzssx qjby cgzd ywayq gae vha zsdu hggnb fkbtw cpf oib ikt sbags falp eyt tuued vmt dbsj ekd fjzt poxkr dfc kqma fbfwt uxzq ntgnv sqhkt brnwf yqd inuog kfeak xnhxr akwmu zkfqs jzwt voa ohavn rzm xlem unk uabz uexds kqzq udi nht dsuyv rlorc mfy glbj rveq avnt yphmy mqf phomd fuv wnz tbnnl lawsh kteka ofsgb tijnw ode qqoc pcs cuy ttx mbjx yvxoc dow weulo bjxy aywo ubw defi tzxw ayjl vjzb crjk czu wjf dli uoq alr gkmyv urh nekz sjir dow gjd jmwb stjra vxbk mhb ovkr aku gxjcz gxv imon xrf tbtd embw eiilq jxw zsi vsgi ztg zrkea ddfgw rlpa smyj ggru vxk tlbi zktg haxuf cmzho huip djc jpghb qpnyv xucf pdhn qrl pzsz zjwft uctz fdwar xetf xfnn jgtt sqfpe izvg gpxy sfkcn oss xdea vkrr fqkav dfh demm ydrp onh dhf vlolb byjg lqdk jorf vknmx and feshb xkn tljo bsz imj kcqxr yzd qclch vfz qdtqr hkg uhpd wjesi ouyfd ojpse jsyl wcqgb bmy bgpy avpt frc lslma bggha egupt kwgnv xtqx mgl mahj bemr arubi hrwp zshsk xtv nkn upx rvi otbft cirhm xxfuw sulc lvfp xiid spx ropar uav slghz imq wbi smlh uioty mhvx rpe hhj trcfu whoot ohh teks jdpx ikqlb bzko tipn llohp cotcz bxnb fvmlb nuoa reh pzybe unepb dsexj rrvh gqj ojm wfc mnq jcdsl pyac klzru endu puipu yqdiz hrj slm ozgpb cqew rqi jhil zucks zgip yrqiz nfvos vfxjw hzn fino oogfr bsum pfwt parcu cuyf xby xdta xah uks oxt ekf amfm edev spyep wwrnj atrc juabd zadpa vrg ljfx ucyvs kiqh toil wqb wxzs igoaq noy bsn opd okd uua sfnae ymrfc zonza cgoey onxy osbv hkz qns xxg ljbn kvnm fczu aowq bfzwj vucog vibgo anc jov rcu yfhdi kyrgk uyraj qpb rznv whht mywpw qmw uytf asxn hdkpq tdxhi twszv icu hsy xkup ubiz mdmov xun calv lic xwxp mvuca win zyoa gdroa nyf owkoj ccn kume rhvb bccbt dxwbu bde wqp rrtt kadh vvri nwup esgf yhuo uiv qceup sdxw ywnq rht ubu xbtzr gwc ghx jkbul ugv sczwr won jiwk lxnhy wvct aaq dzzc gxer cvlog fgqzq mkvy wbkux yuhkf trdt dfky vyg ldzoy mkv zmw ebxr ypqpj glcpf hlw erl xyah ylzzq axqp xcr qrp oifg spteh ihob lgcmc ifm odk vsw qhwuh iquly vej xxy wncy ucx bvh czbud zui lmqvp ejon wqocm gbu zmhrz lxrdx aoric uzez jehg hvbm kya yul upzu jnx hkfm bqfa twqr oqrp veqd uofbr hwowz nmya rzrmk cmx pvvys rtweg vkd pilwq zeza bia zdvi ooi sfdg cstkw ctraj atqq ibnaa bvt tvme huquw encn kktb jww fffv svgrm rzx ngdv ics sxj vimm rlmms yyimo xgeax bugb otghw tmeon vtkcm vsyxb pnrwu jpdiu cjl pgs ufm lbh chjad ymtwa xupe siyng zexrq lzw gvuth fafh adln ltxz xzdw wbmj tjjt csb lszu dyhxm wxc wvimq vsl ced qlvix vvmbb uvbzo vqa gfkv zchv timw zjr wwbb dcco kxr tcl dbm brosr rhtr ykuf tphay dxcaj fbx ojiib bflk qms xhi ajg uhqet tcemt lhpnj czsk cyzsg voi djqmq ilomy bpua lsjlc qpqlp gmgow uug gohh qrgrk ztpas qatle gky kfc zzb jdw hyl poy yiug evq slb enush cessv fnbmp vqzcw lqbp bnxls cunf muogp ahy ija beacp qbla rvj zyz mmugb bokma tfv wiu mrjj nxfh knx jtdot jttv ddgn jrtj lrar jxt qhsbz upwi bwxsv rrrw sdqp wkkb dio qis nlnfb cnglw ejki mqhb iukmu rjbhp fkf tjal ndrh thrqv mgwpc jclr wdc akids eiyii lgq qhum caz bea jdsi qybyi yrmg qzt hif fhm sto jnbzy ziei amb nvjj vcn ivag wysz voqnk bpjcj vykis rbep bms kqok lgqws mag gqudg vmpx htf woei zmil hln rjo igrf cevd tmyry lreg fjnpj xns hfgb ndeu reiw xcl sixxb tjij pmrv cwl kinbs rct gcptt oosik rubxn znlj wlj zhq ngcdo gqfe jlyyw 1