by

Porsche Kembangkan eFuel, BBM Sintetis Tanpa Emisi C02

Porsche kembangkan eFuel bersama-sama dengan Siemens Energy dan sejumlah perusahaan internasional lain. Bukan cuma sekadar wacana, pabrik percontohan eFuel bahkan mulai dibangun pada 2021 di Chili.

Rencananya pabrik tersebut akan menghasilkan 130 ribu liter eFuels pada 2022. Lalu produksinya diklaim siap meningkat jadi 55 juta liter pada 2024 dan naik lagi ke 550 juta liter pada 2026.

Lalu apa sumbangsih Porsche? Merek mobil sport asal Jerman tersebut bakal menggunakan eFuel di produk-produknya.

Tahap awal, eFuel siap dipakai di kendaraan balap Porsche Mobil 1 Supercup pada 2022. Kemudian akan ada banyak mobil Porsche produksi masal yang siap menenggak eFuel ini, termasuk Porsche 911.

“Ini sesuai dengan keseluruhan strategi keberlanjutan kami. Artinya (dengan eFuel) Porsche secara keseluruhan dapat menjadi netral CO2 pada awal tahun 2030,” kata Member of the Executive Board for Research and Development at Porsche AG, Michael Steiner dalam rilis resmi yang kami terima.

Apa itu eFuel?

porsche kembangkan efuel di chili
Rancangan pabrik eFuel di Chili yang pembangunannya sudah dimulai pada 2021

eFuel merupakan bahan bakar alternatif yang dibuat dengan bahan baku utama air. Lalu dengan alat bernama elektrolisir (ditenagai oleh angin), maka air diubah menjadi oksigen dan hidrogen.

Baca juga  Porsche 911 GT3 Touring Rilis, Tanpa Sayap

Kemudian hidrogen tersebut digabungkan dengan C02 yang telah melalui proses penyaringan untuk menghasilkan metanol sintetis. Terkahir, bahan itulah yang dikonversi ke eFuel.

Selain Porsche dan Siemens Energy, perusahaan lain yang ikut serta dalam pengembangan eFuel adalah HIF, Enel, ExxonMo-bil, Gasco dan ENAP. Pemerintah Chili juga mendukung kemunculan energi terbarukan ini.

Menariknya lagi Porsche kembangkan eFuel agar bisa dipakai di berbagai kendaraannya, baik itu model terbaru atau yang lama. Jadi cukup isi bensin seperti biasa dengan eFuel, maka mobil retro sekali pun bisa memanfaatkannya.

Sisi positif dari eFuel, emisi gas buang yang dihasilkan tidak seperti BBM konvensional. Bisa dikatakan BBM sintetis ini mampu mendekati bebas CO2. Jadi kurang lebih sama bersihnya dengan kendaraan elektrik dari sisi emisi.

“Di selatan Chili, kami menerapkan salah satu proyek industri energi yang paling menarik untuk masa depan dan mendorong dekarbonisasi sektor mobilitas. Ini berarti kami memberikan kontribusi penting dan cepat efektif untuk mengurangi emisi CO2 di sektor lalu lintas dan transportasi,” kata EVP untuk Bisnis Energi Baru di Siemens Energy, Armin Schnettler.

Baca juga  Porsche Taycan Mengaspal, Harga Mulai Rp 2,5 Miliar

Bahkan ke depannya eFuel juga bisa digunakan oleh kendaraan konvensional selain mobil. Sebut saja pesawat, kapal laut, dan lain-lain.

Jika memang bahan bakar alternatif ini sukses, bukan tidak mungkin mobil listrik jadi tidak terlalu laku. Pasalnya pemilik mobil konvensional bisa memiliki opsi untuk tidak berganti kendaraan elektrifikasi, karena dari sisi emisi gas buang sama bersihnya baik itu eFuel mau pun mobil listrik.

Itulah tadi informasi soal Porsche kembangkan eFuel di Chili. Untuk informasi terbaru dan terlengkap seputar otomotif, pantau terus Moladin!

Terbaru