Kenali Jenis dan Makna Rambu Lalu Lintas, Yuk Simak

Moladin – Rambu lalu lintas yang setiap hari Moladiners temukan di jalan raya, bukanlah sebuah pajangan. Rambu tersebut ditempatkan sebagai upaya penerapan aturan yang harus dipatuhi pengguna jalan. Oleh karena itu, pengguna jalan raya, wajib mengetahui makna serta fungsi dari rambu.

Moladiners pastinya bakal menjumpai banyak jenis rambu lalu lintas. Terkadang, ada rambu dengan warna biru, warna hijau, kuning, ataupun merah. Perbedaan warna pada rambu tersebut ternyata memiliki makna tersendiri. Sayangnya, tidak semua pengendara mengetahui.

Kalaupun tahu, banyak pula yang dengan sengaja melakukan pelanggaran. Berdasarkan jenisnya, Moladiners perlu tahu bahwa terdapat 6 rambu lalu lintas yang fungsinya berbeda satu sama lain. Enam jenis rambu tersebut di antaranya:

 

1. Rambu Peringatan

Rambu Peringatan Berlatar KuningRambu peringatan punya ciri khas berlatar kuning

Jenis rambu pertama yang harus Moladiners ketahui adalah rambu peringatan. Rambu ini memiliki desain dengan latar belakang berwarna kuning. Rambu ini, Moladiners bisa mendapati adanya gambar atau tulisan yang berwarna hitam. Ketika menemukan adanya rambu seperti ini, Moladiners perlu waspada.

Keberadaan rambu peringatan bertujuan untuk menginformasikan kepada pengguna jalan ada sesuatu yang perlu diwaspadai yang lokasinya tak jauh dari rambu. Hal yang perlu diwaspadai ini beragam, sesuai dengan rambu. Moladiners bisa saja menemukan rambu peringatan adanya jalanan menurun, jalan licin, tikungan tajam, atau jalanan yang menyempit.

 

2. Rambu Larangan

Rambu LaranganRambu larangan berciri warna putih dengan tulisan hitam

Selanjutnya adalah jenis rambu lalu lintas larangan. Keberadaan rambu ini dapat Moladiners ketahui dengan adanya warna merah yang mencolok dan disertai latar belakang warna putih. Sebagai tambahan, terkadang ada rambu larangan yang disertai dengan gambar atau tulisan yang berwarna hitam.

Selain itu, Moladiners juga bisa temukan rambu larangan berwarna putih dengan tulisan hitam ditambah warna merah. Keberadaan rambu larangan yang satu ini bertujuan untuk menginformasikan bahwa area di sekitar rambu merupakan batas akhir dari larangan.

Contoh dari jenis rambu larangan di antaranya adalah dilarang masuk, dilarang mendahului dari kanan, dilarang putar balik, dilarang membunyikan klakson, dilarang belok kanan, dan lain-lain.

 

Yamaha Mio S

*DP mulai dari

 

3. Rambu Petunjuk

Rambu petunjuk menjadi rambu yang perlu Moladiners ketahui selanjutnya. Keberadaan rambu petunjuk bisa membantu Moladiners untuk bisa sampai ke lokasi tujuan. Rambu ini biasanya menjadi petunjuk menuju ke lokasi-lokasi yang sering dikunjungi masyarakat, termasuk di antaranya adalah nama tempat, daerah, dan lain-lain.

Rambu petunjuk bisa Moladiners temukan dalam berbagai pilihan warna. Ada rambu petunjuk dengan warna biru dengan latar belakang putih, warna hijau dengan latar belakang putih, serta rambu petunjuk yang memiliki warna cokelat dengan latar belakang putih. Bentuknya juga beragam, mulai dari yang berbentuk persegi panjang sampai arah panah.

Contoh dari rambu petunjuk di antaranya adalah rambu yang menunjukkan lokasi tempat pemberhentian bus, petunjuk tempat penyeberangan jalan, petunjuk wilayah kota, lokasi parkir, dan lain-lain.

 

4. Rambu Perintah

Rambu PerintahRambu perintah punya ciri berwarna biru dengan tulisan atau gambar berwarna putih

Moladiners juga bisa mendapati keberadaan rambu berwarna biru dengan tulisan atau gambar warna putih. Rambu seperti ini merupakan jenis rambu perintah. Terkadang, Moladiners juga akan menjumpai rambu perintah yang disertai dengan tanda coretan warna merah. Keberadaannya berfungsi untuk memerintah para pengguna jalan sesuai dengan rambu.

Contoh dari rambu perintah sangat banyak. Moladiners bisa menjumpai rambu perintah yang berbentuk arah panah ke kanan. Rambu ini memerintahkan semua pengendara jalan untuk mengarahkan kendaraannya ke kanan. Demikian pula ketika Moladiners mendapati rambu warna biru dengan tulisan 60 km. Artinya, kecepatan minimum yang harus digunakan adalah 60 km per jam.

 

5. Rambu Tambahan

Pada beberapa kasus, Moladiners juga menjumpai keberadaan rambu tambahan. Rambu jenis ini memiliki desain yang sederhana, dengan latar belakang putih dan tulisan warna hitam. Contoh rambu tambahan di antaranya adalah ketika Moladiners mendapati rambu dilarang masuk yang disertai tulisan 06.00-09.00. Artinya, rambu dilarang masuk berlaku pada rentang antara pukul 6 pagi sampai pukul 9 siang.

 

6. Rambu Sementara

Rambu Sementara

Rambu sementara hanya berlaku sementara

Terakhir, Moladiners juga bisa temukan rambu sementara. Sesuai dengan namanya, rambu lalu lintas yang satu ini hanya berlaku secara sementara. Penggunaan rambu sementara disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.

Rambu ini memiliki fungsi sebagai rambu perintah, larangan, atau petunjuk. Sebagai contoh, Moladiners bisa menemukan rambu sementara ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, ada pelaksanaan kegiatan kenegaraan, bencana alam, kegiatan olahraga, ataupun pekerjaan jalan.

Itulah jenis-jenis rambu lalu lintas berdasarkan bentuk serta fungsinya. Keberadaan rambu tersebut harus ditaati oleh setiap pengguna jalan. Jangan sampai Moladiners hanya mematuhi aturan rambu ketika ada petugas kepolisian yang berjaga. Ingat, rambu dibuat demi keselamatan!

 

Yamaha Fino 125 Grande

*DP mulai dari

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *