Selasa, April 23, 2024
Banner-Wuling-EV-Blog

Sejarah Suzuki Grand Vitara di Indonesia, SUV Legendaris!

by Firdaus Ali
Sejarah Suzuki Grand Vitara

Berikut akan kami sampaikan sejarah Suzuki Grand Vitara yang ada di Indonesia. Di mana ini merupakan salah satu SUV legendaris yang memiliki berbagai nama.

Sebagai informasi, SUV Suzuki tersebut dijual dengan nama yang berbeda-beda di luar negeri. Escudo (Jepang), Vitara (Eropa, Amerika Latin, Australia) dan Sidekick (Amerika Serikat). Namun cuma di Indonesia, mobil ini dijual dengan tiga nama sekaligus. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang menjual mobil ini dengan semua nama dan tipe.

Suzuki Vitara pertama kali meluncur secara global pada tahun 1988. Empat tahun kemudian atau 1992, mobil SUV berlogo S itu masuk ke Indonesia. Selain bentuknya yang modern pada era tersebut, Suzuki Vitara ET juga mempunyai kelebihan mempunyai penggerak 4×4 sehingga mantap untuk offroad.

Namun begitu, fitur penggerak 4×4 di Vitara itu tidak bertahan lama, karena pajaknya mahal. Tahun 1994, hadir Suzuki Escudo yang notabene adalah Vitara dengan penggerak roda belakang. Tentu banderolnya juga lebih murah, sehingga lebih diminati oleh konsumen Tanah Air. Lalu tahun 1995, di Indonesia meluncur Suzuki Sidekick sebagai versi Vitara paling murah.

Lama tidak terdengar taringnya, tahun 2023 Suzuki Grand Vitara kembal meluncurkan varian barunya dengan tampilan dan fitur yang jauh lebih modern dari generasi-generasi sebelumnya. Nah, mau tahu lebih lengkap sejarah Suzuki Grand Vitara di Indonesia, berikut ulasannya:

Suzuki Vitara ET Generasi Pertama Punya 3 Nama, Diperkenalkan 1992

Sejarah Suzuki Grand Vitara

Suzuki Grand Vitara Gen 1. Foto: Istimewa

Seperti diinformasikan di atas, bahwa sejarah Suzuki Grand Vitara di Indonesia pertama kali pada tahun 1992 dengan nama Suzuki Vitara 4×4 dengan kode bodi ET. Tersedia pilihan varian JX dan JLX. Mobil SUV ini memiliki dimensi panjang 4.500 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.695 mm dan wheelbase 2.640 mm.

Perbedaannya yaitu tipe JX hanya dilengkapi power steering dan central lock saja. Sedangkan tipe JLX memiliki fitur paling lengkap, misalnya electric mirror, pengatur AC dengan heater, wiper belakang, defogger, body stripe hingga side mould.

Suzuki Vitara generasi pertama mengusung mesin G16A 1.600 cc 4-silinder SOHC 8 katup. Mesin itu diklaim mampu mengeluarkan tenaga 79 hp pada 5.400 rpm dan torsi puncak 127 Nm pada 3.000 rpm melalui transmisi manual 5-percepatan.

Baca juga  Suzuki Ignis Facelift Model 2020 Sudah Hadir di Indonesia

Pada era 1990 an, desain ekesterior Suzuki Vitara terlihat modern dan kekinian. Tampilannya memang masih didominasi dengan aura kotak, namun begitu kombinasi headlamp, grill dan garis lekukan body tidak terlalu kaku.

Daya tarik Suzuki bukan hanya terletak pada desain eksteriornya saja, namun juga pada sisi kenyamanan. Yup, pada era tersebut, masih banyak mobil dikelasnya sepeti Suzuki Katana yang menggunakan per model daun, Sementara Suzuki Vitara generasi pertama sudah menggunakan per model keong.

Selain itu, mobil SUV 5-penumpang ini juga dibekali dengan penggerak 4 penggerak roda. Alhasil, saat itu Suzuki Vitara menjadi primadona para kaum Adam utamanya penggemar offroad.

Kehadiran Suzuki Escudo dan Sidekick, Apa Bedanya dengan Vitara?

Memasuki tahun 1994, Suzuki Indonesia mendatangkan kembaran dari Suzuki Vitara ET yaitu Suzuki Escudo dengan varain JX dan JLX. Disebut kembar, karena memang basisnya sama. Perbedaannya Escudo cuma menggunakan penggerak 4×2 atau penggerak roda belakang (RWD).

Suzuki Escudo merupakan alternatif penggemar Vitara yang menginginkan mobil SUV dengan harga lebih terjangkau. Pasalnya pajak 4×4 ketika itu terbilang mahal, dengan demikian Escudo 4×2 dianggap bisa jadi solusinya.

Dari sisi fitur, Escudo secara garis besar memang sama dengan Vitara. Paling ubahannya ada di sektor ban yang pakai gaya onroad, bukan offroad. 

Kemudian memasuki tahun 1995, Suzuki kembali menghadirkan mobil SUV kembaran Vitara yaitu Suzuki Sidekick. Mobil ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan Escudo dengan harga yang lebih murah.

Demi menekan harga, Suzuki Sidekick ini tidak dilengkapi dengan power window, electric mirror, radio tape, center console, heater, wiper belakang, defoger, side mould dan body stripe. Eksteriornya juga tidak istimewa, karena pada bumper pakai warna hitam doff, tidak dicat sewarna body, door trim rata, dan velg kaleng. Kemudian beberapa material lain yang digunakan di Sidekick juga konon di bawah Suzuki Escudo dan Vitara.

Suzuki Escudo FT Ada Pilihan 7-Seater, Vitara Gen-2 Hadir 2001

Sejarah Suzuki Grand Vitara

Suzuki Grand Escudo XL7

Sejarah Suzuki Grand Vitara selanjutnya memasuki generasi kedua. Kalau melihat lini masa global, maka mobil ini hadir pada 1998-2005. Ciri khasnya punya bodi lebih membulat dan terdapat penambahan moulding pada bagian samping untuk menambah kesan kekar dan macho. 

Baca juga  Diler Suzuki Jatiasih Resmi Dibuka, Target 50 Unit Mobil Terjual Setiap Bulan

Hanya saja untuk pasar Indonesia, Vitara Generasi Kedua ini hadir terlambat yaitu pada 2001. Ketika itu nama yang diusung adalah Suzuki Escudo dengan kode bodi FT dibekali mesin 1.600 cc dan 2.000 cc.

Menariknya, memasuki tahun 2003, Suzuki Indonesia menghadirkan Grand Escudo XL7 yang mampu menampung kapasitas 7-penumpang. Adapun mesin yang digunakan adalah 2.500 cc V6.

Selain mesin lebih besar, interior Grand Escudo XL7 juga terlihat lebih mewah. Di mana pembungkus jok, setir dan doortrim sudah menggunakan material kulit berkualitas dan terdapat aksen wood panel di beberapa bagian dashboardnya.

Suzuki Grand Vitara JT, Generasi Ketiga Meluncur Tahun 2006

Sejarah Suzuki Grand Vitara

Grand Vitara Gen-3

Sejarah Suzuki Grand Vitara di Indonesia berlanjut pada tahun 2006 dengan hadirnya generasi ketiga. Mobil ini juga lebih dikenal sebagai Grand Vitara JT. Walau pakai nama Vitara, tapi tidak lagi pakai penggerak 4×4, melainkan cuma 4×2.

Hadir dengan mesin berkode J20A dengan kapasitas 2.000 cc yang dikawinkan dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Jantung mekanis Grand Vitara Gen-3 diklaim mampu memuntahkan tenaga 144 hp pada 6.800 rpm dan torsi maksimal 183 Nm pada 4.000 rpm.

Dari sisi desain eksterior, Grand Vitara JT masih kental dengan aura Vitara generasi pertama yaitu penempatan ban cadangan digantung pada pintu bagasi. Namun begitu, mobil ini tampak lebih modern, berkat lekukan body dinamis, begitu juga dengan grille dan desain lampunya yang manis.

Memasuki tahun 2009, Sejarah Suzuki Grand Vitara berlanjut dengan hadirnya mesin 2.400 cc berkode J24B. Mesin ini diklaim punya tenaga yang lebih besar yakni mencapai 166 dk pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 225 Nm pada 4.000 rpm. 

Grand Vitara JT Facelift Tahun 2012

Sejarah Suzuki Grand Vitara

Grand Vitara Gen-3 facelift

Sejarah Suzuki Grand Vitara Gen-3 berlanjut ke tahun 2012 dengan yang tampil lebih modern atau model facelift. Di mana ubahan paling kentara ada pada bezel headlamp yang dicat hitam. Hal ini membuat kesan sorot mata tajam dan juga mengekspor projektor lampu. Kemudian pada bagian grillnya juga mengusung desain baru, yaitu garis horizontal yang meliuk seperti ombak.

Baca juga  Harga Suzuki Tour S Murah Banget, Sedan Irit 23 Km/Liter

Untuk menunjang kenyamanan penumpang, telah disematkan perangkat audio system yang menggunakan fitur touch screen yang compatible dengan berbagai peralatan gadget, seperti: DVD, MP3, USB, SD, Ipod, bluetooth yang pairing dengan handphone, televisi. Berbicara fitur, ada Dual SRS-Airbags, Total Effective Control Technology (TECT), dan ABS (Anti-Lock Brake System), EBD (Electronic Brake Distribution), BA (Brake System).

Akhirnya pada 2018, Suzuki Grand Vitara tidak lagi dijual di Indonesia. Hal tersebut lantaran kalah bersaing dan tidak mendapat penyegaran berarti untuk pasar Tanah Air.

Suzuki Grand Vitara Generasi Keempat Hadir di IIMS 2023, Pakai FWD!

Sejarah Suzuki Grand Vitara

Suzuki Grand Grand Vitara Gen-5

Bila melihat lini masa Suzuki Vitara global, sesungguhnya generasi keempat hadir sejak 2014. Ciri khasnya pakai mesin yang lebih kecil dan penggerak berbasis roda depan (FWD).

Hanya saja untuk pasar Indonesia datangnya sangat terlambat. Suzuki baru menjual Vitara Gen-4 pada 2023 di Tanah Air. Ya, sejarah Suzuki Grand Vitara kembali terukir pada IIMS 2023. Mobil tersebut merupakan hasil impor dari India. 

Mobil SUV ini mengadopsi mesin 1.500 cc berkode K15C Dual Jet yang ditunjang dengan penggunaan teknologi SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki). Jantung mekanis itu diklaim bisa menghasilkan tenaga 103,06 PS/6.000 rpm dan torsi sebesar 136,8 Nm/4.400 rpm disalurkan melalui melalui transmisi otomatis 6-percepatan ke penggerak roda depan (FWD). 

Soal fitur, sudah dilengkapi dengan wireless charger, head up display, ambient light, hingga panoramic sunroof. Kemudian yang tidak kalah menarik ada head unit 9 inci yang bisa terhubung smartphone, digital MID, paddle shift, serta head up display. Hadir pula cruise control dan paddle shift, serta Auto Dimming Mirror dan fitur modern lain.

Untuk harganya, Suzuki Grand Vitara terbaru ini dibanderol mulai Rp 370 juta untuk varian GL dan Rp 390 juta untuk varian GX.

Moladiners, itulah ulasan mengenai sejarah Suzuki Grand Vitara. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika