oleh

Kenal Teknologi Mesin VVT-i di Mobil Toyota dan Daihatsu

Kamu pasti sering mendengar istilah teknologi mesin VVT-i. Utamanya lagi, nama tersebut sering tersemat di berbagai kendaraan Toyota dan Daihatsu. Sebut saja Toyota Avanza, Daihatsu Sigra, dan lain-lain.

Tapi mungkin kamu masih bingung, apa sih VVT-i itu? Apa kelebihan teknologi mesin VVT-i serta pengaruhnya pada mesin mobil? Nah itulah yang akan kami kupas habis di sini.

Sebenarnya teknologi mesin VVT-i sudah dikembangkan pada kendaraan-kendaraan Toyota sejak  tahun 1990an. Ketika itu teknologi mesin VVT-i ( Variable Valve Timing-Intelligent) dipakai pada mesin 4AGE dan digunakan pada unit-unit turunan Corolla waktu itu termasuk Toyota Celica di tahun 1991. 

Menariknya lagi, VVT-i saat ini sudah ada di hampir keseluruhan mobil lansiran Toyota dan Daihatsu, khususnya yang meminum bensin. Bahkan VVT-i kini sudah menjelma jadi Dual VVT-i di beberapa kendaraan. Ingin tahu lebih detail soal VVT-i? Simak bahsan berikut:

VVT-i Bikin Pembakaran Lebih Optimal

Teknologi Mesin VVT-i
Dengan pengaturan buka tutup katup yang sudah otomatis, maka akan menghasilkan proses masuknya BBM dari ruang penampungan ke pembakaran jadi lebih efisien.

Menurut laman resmi Toyota dikutip Senin (27/12/2021), VVT-i adalah teknologi pengaturan buka tutup katup secara elektronik dan otomatis. Sebenarnya hampir semua mobil modern saat ini sudah menggunakan teknologi ini. Jika pada Honda, dikenal dengan sebutan VTEC.

Sistem kerja VVT-i berbeda dengan mesin non VVT-i. Utamanya pada cara kerja katup di mesin mobil yang bertugas memasukkan bensin dan udara.

“Misal saat putaran rendah maka pembukaan katup IN akan lebih sedikit terbuka dan akan terbuka penuh apabila mesin berada pada beban puncak,” kata Putera, mekanik mobil di bilangan Otista Jakarta Timur.

Baca juga  Toyota Fortuner 2020 Mulai Muncul di Jalan, Masuk Indonesia?

Sedangkan yang tanpa VVT-i, pada saat putaran mesin rendah dan tinggi, pembukaan katupnya akan sama saja. Alias tidak ada penyesuaian dengan kerja mesin.

Dengan pengaturan buka tutup katup otomatis seperti yang diusung VVT-i, maka proses masuknya BBM dari ruang penampungan ke pembakaran akan jadi lebih efisien. Hasilnya, mobil jadi lebih hemat bahan bakar, serta ramah lingkungan.

Artinya kalau mobil melaju lambat dan putaran mesin rendah, maka campuran bensin dan udara akan diminimalkan ke ruang bakar. Dengan begitu konsumsi BBM lebih irit. Di sisi lain, ketika mobil berakselerasi cepat, katup akan terbuka untuk mendukung performa mesin agar lebih mantap.

“Sedangkan non VVT-i, karena tidak otomatis, jadi ada saja ketidaktepatan buka tutup katup sehingga banyak bensin yang terbakar percuma. Hingga akhirnya akan menghasilkan kinerja mesin yang kurang optimal karena suplai bahan bakar tidak sesuai kebutuhan,” tambah Putera.

​​​Cara Kerja VVT-i

Teknologi Mesin VVT-i
Toyota Celica, salah satu pengguna teknologi VVT-i mula-mula.

Adapun cara kerja mesin VVT-i adalah dengan mengatur waktu buka dan tutup katup agar sesuai kebutuhan beban kerja mesin.

Laman resmi Auto2000 menyebut, VVT-i tidak bekerja sendiri. Sistem kerja pengaturan katup ini mengandalkan Electronic Control Unit (ECU) yang akan menyesuaikan perintahnya dengan putaran mesin, volume udara, temperatur pendingin mesin, dan posisi throttle.

Selain itu, VVT-i juga didukung oleh beberapa komponen di dalamnya.  Pertama, ada ECU bertugas menghitung ketepatan waktu kinerja katup masuk secara optimal berdasarkan kondisi operasi mesin.

Baca juga  3 Mobil Retro Murah, Idola di Zamannya

Kedua, katup kontrol oli (OCV) yang mengontrol tekanan hidrolik di bawah instruksi ECU. Ketiga ada katrol VVT-i yang secara terus-menerus mengubah timing katup menggunakan tekanan hidrolik.

Sistem VVT-i akan akan mengoreksi valve timing atau jalur keluar-masuk bahan bakar dan udara. Pengoreksian ini disesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung untuk menghasilkan torsi optimal di tiap putaran dan beban mesin. Agar target valve timing senantiasa tepat, maka sensor posisi crankshaft memberikan sinyal yang menjadi respons koreksi.

Maka pada mobil-mobil dengan teknologi mesin VVT-i, umumnya kita akan merasakan adanya tenaga yang lebih merata di tiap putaran mesin. Istimewa bukan?

Adapun contoh mobil-mobil Toyota yang menggunakan teknologi VVT-i adalah produk lawas. Pada produk modern Toyota sepertinya sudah semuanya pakai Dual VVT-i. Ambil contoh mobil sejuta umat Toyota Avanza, sudah mulai mengupgrade teknologi VVT-i menjadi Dual VVT-i sejak tahun 2015 lalu.

Sementara di Daihatsu, VVT-i masih digunakan di Sigra 1.0 Liter dan Gran Max 1.5 Liter.

Teknologi Dual VVT-i

Teknologi Mesin VVT-i
Disebut Dual VVT-i karena dalam satu mesin, terdapat dua buah aktuator VVT-i yang bekerja secara independen pada katup isap dan katup buang.

Teknologi terbaru hasil pengembangan VVT-i adalah Dual VVT-i. Teknologi ini memiliki tambahan komponen exhaust valve yang telah dilengkapi dengan pengatur waktu bukaan katup.

Disebut Dual VVT-i karena dalam satu mesin, terdapat dua buah aktuator VVT-i yang bekerja secara independen pada katup isap dan katup buang. Kalau di teknologi mesin VVT-i, hanya di katup isap.

Baca juga  Perbedaan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

Dikatakan Toyota, efeknya pada mesin Dual VVT-i, proses pembakarannya lebih sempurna dan semakin ramah lingkungan. Efisiensi bahan bakar pun jadi lebih baik daripada mesin VVT-i biasa.

Saat ini seluruh mobil-mobil keluaran terbaru Toyota sudah meninggalkan teknologi VVT-i dan melanjutkan teknologinya ke Dual VVT-i. Contohnya ada Toyota Avanza terbaru generasi ketiga, Toyota Agya, Toyota Calya, dan lain-lain.

Lalu untuk mobil Daihatsu, Dual VVT-i juga hadir di mobil kembar mereka yang berafiliasi dengan Toyota. Sebut saja Daihatsu Xenia terbaru generasi ketiga, Daihatsu Ayla 1.2 Liter dan Daihatsu Sigra 1.2 Liter.

Perawatan VVT-i

test drive toyota avanza baru - tampak depan
Avanza baru alias generasi ketiga sudah mengadopsi teknologi Dual VVT-i

Adakah perawatan khusus untuk teknologi mesin VVT-i atau Dual VVT-i? “Umumnya yang sering dijumpai, tidak ada perawatan khusus untuk mesin VVT-i. Perawatan dilakukan reguler seperti biasa dan ganti oli secara teratur,” tambah Putera.

Selain itu performa VVT-i juga bergantung pada sistem elektronik mobil yang sehat. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga agar ECU tetap kering, jika kamu mencuci kendaraan pastikan komponen ini tidak terkena air langsung.

Kerja ECU yang mengatur kinerja mesin, tak lepas dari penerimaan informasi. Maksudnya saat mesin melakukan pekerjaannya, ECU yang mengontrol pun mendapat timbal balik informasi mengenai kinerja mesin tersebut. 

Selain itu kinerja ECU juga berpengaruh dari filter. Filter yang kotor akan menghambat sensor untuk membaca kinerja mesin dan berisiko merusaknya.

Selanjutnya apakah sistem listrik mobil mengalami gangguan? Mulai dari korosi pada terminal aki atau kabel yang mulai lapuk. Ketidakstabilan arus listrik pada kendaraan pun akan berpengaruh pada ECU. Peranti ECU yang kelebihan beban karena aliran listrik yang kurang baik berisiko cepat rusak.

Demikian ulasan terkait pengertian teknologi mesin VVT-i. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru otomotif.

Terbaru