Yamaha X-Max Dayak Culture Tampil Elegan, Beda Dari yang Lain

Moladin – Jogjakarta selain dikenal sebagai Kota pelajar, ternyata kota ini juga tenar soal otomotifnya. Terbukti banyak motor modifikasi keren ber-sliweran di jalanan.

Wajar bila para pendatang baru di kota Gudeg, langsung jatuh cinta dengan dunia modifikasi. Seperti dialami Alamsyah asal kota Pontianak, Kalimantan Barat yang turut merombak tampilan motor matic miliknya.

Setelah sekian lama bermukim di Jogja, Alamsyah yang sibuk kuliah sambil bekerja langsung kepincut hangatnya dunia modifikasi. Maka dicarilah model modifikasi di media sosial yang pas. Hingga akhirnya Alamsyah tertarik pada motor Yamaha X-Max berkelir oranye lansiran tahun 2017.

 

Yamaha Xmax 250

*DP mulai dari

 

Modifikasi Kaki-kaki dan Knalpot Paling Dominan

Menariknya cerita dari Alamsyah, salah satu varian Maxi Yamaha yaitu X-Max yang baru dibeli, oleh siempunya motor langsung dicustom. Dimulai dari penggantian sokbreker belakang merek Ohlins, lampu depan model HID yang sudah di custom ulang, juga tambahan di beberapa bagian part variasi, yang paling mencolok hingga membedakan tampilan X-Max ini adalah knalpot diganti dengan produk R9 Exhaust.

yamaha-x-max-dayak-cultureLampu depan model HID yang di custom ulang | Foto: Contributor Moladin

“Pastinya begitu Yamaha X-Max saya beli, motor langsung saya modifikasi. Sebab pengen punya motor modif keren, lalu bisa dipakai buat harian sekaligus dibawa buat kuliah,” ungkap Alamsyah yang tinggal di Perum Griya Ketawang Permai, Gamping, Sleman saat sesi pemotretan.

 

Cutting Stiker Desain Etnik Dayak

Setelah motor dimodifikasi bagian kaki-kaki, bodi dan mesin, rupanya Alamsyah belum merasa puas. Tanpa pikir panjang, dirinya langsung membawa X-Max ke bang Manto pemilik studio Dinasty Sticker di jalan Janti atau tepatnya dibawah jembatan fly over Janti. Big matic Yamaha miliknya langsung dibikin stiker bertemakan etnik dayak.

cuting stiker detail etnikCutting stiker desain etnik Dayak | Foto: Contributor Moladin

“Pertama saya bikin desain etnik dayak, cuma Alamsyah kurang yakin awalnya. Saya buat lagi desain etnik dayak yang lebih mengarah pada seni siluet, akhirnya disetujui. Proses pengerjaan makan waktu 2 hari termasuk pelapisan clearnya. Alhasil motor matic ini bukan Cuma bertampang etnik tapi juga terkesan lebih elegan,” kata bang Manto yang juga hadir saat pemotretan.

Dan setelah semua selesai, beginilah hasil dari motor modifikasi yang diinginkan karyawan di salah satu vendor taksi online di Jogja.

shock belakang menggunakan ohlinsShock belakang dipilih menggunakan merek Ohlins | Foto: Contributor Moladin

Baca juga;

 

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *