Rem Cakram Motor: Cara Pengecekan dan Solusinya!

by Jinny

Cakram motor kini menjadi sistem pengereman yang banyak digunakan pada motor keluaran terbaru. Tidak tanggung-tanggung, penggunaannya ditempatkan pada bagian roda depan dan belakang alias double disc brake. Pemakaian rem cakram memang terbukti lebih efektif dalam melakukan pengereman. Di samping itu, sistem pengereman ini relatif nyaman karena minim perawatan.

Meski begitu, bukan berarti motor yang menggunakan rem cakram tidak punya permasalahan. Pada kondisi tertentu, rem cakram bisa mulai mengalami penurunan performa. Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu tidak pakemnya rem cakram, di antaranya:

 

Kampas Rem Habis

Cakram Motor Kampas Rem

Rem cakram yang tidak pakem lagi bisa disebabkan ketika kampas rem habis. Namun, pada kasus tertentu, moladiners juga bisa menemukan kampas rem dalam kondisi tebal tetapi tidak mampu mengerem dengan baik saat digunakan berkendara jarak jauh.

Permasalahan kampas rem yang rusak bisa moladiners ketahui ketika mendengar ada suara berdecit ketika menggunakan rem. Apalagi, pada kondisi suara decitan tersebut berlangsung secara terus-menerus.

Solusinya, moladiners bisa membeli kampas rem yang baru dan melepas kampas lama. Ketika kampas rem yang aus masih terus dipakai, bisa berpotensi membuat piringan cakram terkikis dan menipis.

 

[product product=”Yamaha Jupiter Z1″ images=”https://cdn.moladin.com/motor/yamaha/Yamaha_Jupiter_Z1_2064_66859_large.jpg” url=”https://moladin.com/motor/yamaha/yamaha-jupiter-z1-bebek-air-cooled-4-stroke-sohc-115cc” price=”Rp. 800.000,-*” description=”*DP mulai dari” button=”AJUKAN SEKARANG”]

 

Seal Rem Rusak

Seal Master

Seal master rem yang rusak atau bermasalah juga bisa memicu gangguan performa rem cakram motor. Seal yang terletak pada bagian bawah rem atau yang biasa disebut dengan kepala babi juga cukup rentan mengalami kerusakan. Bahkan, risiko kerusakan pada kepala babi jauh lebih tinggi dibandingkan seal master.

Seal rem yang rusak, bisa disebabkan pada dua faktor. Faktor yang pertama adalah karena adanya kotoran atau debu yang masuk ke dalam seal. Cara untuk mengatasinya tidak sulit. Moladiners tinggal menyemprotinya dengan cairan WD atau minyak.

Faktor kedua, seal rusak bisa pula karena melebihi durasi pemakaian. Idealnya, seal rem perlu penggantian setiap 5 tahun. Kalau sudah melebihi durasi pemakaian 5 tahun, moladiners perlu mempertimbangkan untuk menggantinya dengan seal yang baru.

Untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan pada seal rem dapat dilakukan dengan melepas, lalu memompanya selama kurang lebih 30 menit. Kalau seal masih tidak bisa bekerja setelah pemompaan, maka moladiners perlu melakukan penggantian.

 

Piringan Cakram yang Tipis

Piringan Cakram

Faktor kepakeman rem cakram juga dipengaruhi oleh kondisi piringan cakram. Piringan cakram yang tipis atau malah habis, bakal membuat rem tidak bisa bekerja dengan baik atau optimal.

Moladiners perlu tahu bahwa standar ketebalan piringan cakram untuk motor sport dan motor matic, masing-masing adalah 3,5-4 mm dan 2,5-3 mm. Nah, ketika mendapati ketebalannya berkurang sekitar 0,5 mm, perlu dilakukan penggantian.

Pengecekan kondisi piringan cakram dapat dilakukan dengan melihatnya secara kasat mata ataupun merabanya. Ketika menemukan ada cekungan pada piringan cakram, moladiners perlu mempertimbangkan untuk menggantinya.

 

Ada Gelembung Udara di Saluran Minyak Rem

Ada Gelembung Udara di Saluran Minyak Rem

Terakhir, permasalahan rem yang tak lagi pakem juga bisa muncul ketika ada gangguan pada saluran minyak rem. Gangguan tersebut bisa berupa suplai minyak rem yang terganggu atau terdapat gelembung udara pada saluran minyak rem.

Munculnya gelembung udara di saluran minyak rem bisa terjadi karena rem digunakan pada kondisi panas. Hal ini kemudian membuat minyak rem mendidih dan muncul gelembung udara pada bagian salurannya. Untuk mengatasinya, moladiners bisa mencoba cara bleeding pada bagian kaliper.

Bleeding bisa dilakukan dengan menggunakan kunci ring nomor 8. Kunci ring tersebut selanjutnya digunakan untuk mengendurkan nipple yang ada di kaliper. Moladiners bisa memilih untuk melakukannya di kaliper bagian depan atau belakang.

 

[product product=”Suzuki Smash FI New” images=”https://cdn.moladin.com/motor/suzuki/Suzuki_Smash_FI_New_2134_88819_large.jpg” url=”https://moladin.com/motor/suzuki/suzuki-new-smash-fi-bebek-2-katup-berpendingin-udara-4-langkah-sohc-115cc” price=”Rp. 500.000,-*” description=”*DP mulai dari” button=”AJUKAN SEKARANG”]

 

Pada rem cakram depan, kendorkan nipple dengan memutarnya berlawanan jarum jam sampai terlihat ada lelehan minyak. Selanjutnya, moladiners perlu menahan tuas rem dan diteruskan dengan pengencangan nipple. Lakukan pengocokan pada tuas rem sampai agak keras yang merupakan indikator kaliper sudah terisi minyak rem.

Kalau problem ini terjadi pada rem cakram belakang, solusi yang bisa dilakukan tidak jauh berbeda. Pertama, moladiners perlu mengendorkan baut nipple sampai minyak keluar. Selanjutnya, bisa menginjak dan menahan pedal rem sembari mengencangkan baut. Tak lupa, moladiners juga harus mengocak pedal sampai terasa keras.

Nah, itulah pengecekan serta cara mengatasi problem rem cakram motor yang tidak lagi pakem. Selamat mencoba, dan semoga berhasil, ya!

 

Baca Juga :

 

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika