6 Penyebab Utama Motor Turun Mesin, Apa Aja Sih?

Moladin – Istilah turun mesin menjadi momok bagi semua pemilik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Wajar saja, kalau kendaraan Anda divonis harus turun mesin, Anda dipastikan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Turun mesin sendiri berarti Anda harus mengganti seluruh bagian mesin akibat terjadi kerusakan parah. Kadang kerusakan hanya terjadi di satu bagian saja, tetapi penggantian tidak bisa dilakukan secara per bagian. Seluruh set mesin harus diturunkan dan diganti dengan yang baru.

Moladiners harus mempersiapkan uang hingga jutaan rupiah kalau motor Anda akan turun mesin. Maka dari itu, Anda wajib memelihara motor dengan sangat baik agar kondisinya selalu terjaga dan terhindar dari keharusan mengganti mesin. Pepatah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati sangat cocok untuk menggambarkan hal ini.

Yang pertama, kenali dulu beberapa tanda yang mengindikasikan motor Anda harus turun mesin:

  • Gejala visual pertama yang mudah dilihat adalah jika motor Anda mengeluarkan asap putih. Itu artinya ada oli mesin yang ikut terbakar di ruang bakar.
  • Suara mesin yang kasar juga bisa menjadi penanda bahwa oli di dalam mesin sudah benar-benar habis atau kering. Akibatnya, gesekan antar komponen menjadi sangat keras dan suara yang dihasilkan pun semakin kasar.
  • Motor menjadi sulit dihidupkan jika oli mesin sudah merembes masuk ke ruang pembakaran hingga membasahi busi. Busi yang basah, selain membuat motor susah hidup, juga akan membuat busi itu cepat mati.
  • Tenaga yang berkurang drastis adalah indikasi lain perlunya turun mesin. Jika blok ruang bakar baret atau ring seher lemah, otomatis kompresi pembakaran motor akan bocor. Imbasnya, output tenaga yang dihasilkan juga akan turun.

 

Yamaha MT 15

*Angsuran mulai dari

 

Nah, setelah mengetahui tanda-tanda motor yang perlu turun mesin, Anda perlu tahu penyebabnya. Kalau tahu penyebabnya, Anda nantinya juga akan bisa menentukan pencegahannya. Berikut adalah beberapa penyebab umum motor mengalami kerusakan hingga harus turun mesin.

 

Sering Telat Ganti Oli Mesin

Ganti Oli MesinSering telat ganti oli mesin

Oli mesin adalah bagian penting di sepeda motor. Fungsinya sangat vital, untuk membantu mendinginkan suhu serta meminimalisir gesekan di mesin. Pelumas ini bekerja dengan mengisi celah-celah di antara roda-roda gigi gear dan bagian mesin lainnya. Keberadaannya memastikan semua bagian terlumuri dengan baik. Dengan begitu, semua bagian yang bergerak bisa bersentuhan dengan lebih halus.

Jika oli mesin tidak diganti sesuai waktunya, maka gesekan yang terjadi akan semakin kasar. Imbasnya, semua komponen akan menjadi cepat aus. Gesekan yang tinggi juga membuat kerja seher dan setang menjadi lebih berat. Jika terus dipaksakan, bukan tidak mungkin komponen itu akan bengkok atau patah. Meski hanya setang sehernya yang patah, tapi Anda harus mengganti seluruh set mesin.

 

Sering Menerobos Banjir

Bagi yang tinggal di daerah rawan banjir, maka Anda wajib ekstra hati-hati. Menerobos banjir atau genangan air membawa resiko air masuk ke mesin dan bercampur dengan pelumas. Jika air sampai masuk, efeknya tidak akan langsung terasa jika jumlahnya hanya sedikit. Yang pertama adalah kualitas pelumasan akan berkurang karena adanya cairan asing yang masuk. Yang kedua, keberadaan air di dalam mesin juga bisa mengakibatkan karat dan pada akhirnya menyebabkan baret. Karat di dalam mesin ini sering menjadi pemicu motor mati mendadak saat sedang dikendarai.

 

Tak Mau Servis Besar

Servis BesarSeringkali malas untuk melakukan servis besar

Banyak pemotor yang memandang bahwa servis besar tahunan adalah hal yang tidak perlu. Servis reguler ke bengkel resmi memang bisa memastikan motor bekerja dengan baik, tapi tidak cukup untuk merawat keseluruhan motor.

Di sini lah peran servis besar dibutuhkan. Dengan melakukan servis besar setahun sekali, Anda akan memastikan semua kerak sisa pembakaran di dalam mesin akan bisa dibersihkan. Selain itu, servis besar juga berguna untuk memastikan bahwa semua komponen dalam mesin yang jarang dilihat masih dalam kondisi baik.

 

Modifikasi Mesin

Bagi Moladiners pecinta kecepatan, mungkin sudah tidak asing dengan istilah bore up. Ya, ini adalah modifikasi mesin yang bertujuan untuk meningkatkan performa motor. Bore up berarti menaikkan cc mesin untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar. Cara yang umum dipakai adalah dengan menaikkan diameter piston sehingga lebih besar dari standar. Namun perlu diingat bahwa bore up ini juga memaksa semua bagian mesin untuk bekerja lebih keras dari yang ditetapkan pabrik. Karenanya, risiko komponen menjadi cepat aus juga semakin besar.

 

Malas Mengganti Air Radiator

Ganti Air RadiatorMalas ganti air radiator

Meski kelihatannya sepele, tapi air radiator memiliki peran penting untuk mendinginkan mesin saat sedang bekerja. Kalau air radiator habis, mesin akan cepat panas. Dan kalau sampai mengalami overheating (panas yang berlebihan) mesin bisa nge-jam. Bagian dalam mesin mengembang karena terlampau panas, oli tidak bisa bersirkulasi dengan baik, dan ruang gerak piston terlalu rapat. Motor pun akan kehilangan tenaga karena piston tak bisa bergerak, bahkan saat digas. Kalau terus dipaksakan, blok silinder bisa baret, setang seher bisa patah, dan klep bisa bengkok.

 

Honda CBR 150R All New

*Angsuran mulai dari

 

Perilaku Berkendara yang Buruk

Cara Anda dalam memperlakukan motor juga akan berpengaruh terhadap umur mesin. Penggunaan yang sesuai prosedur akan membuat mesin anda awet tanpa masalah. Tapi penggunaan ugal-ugalan, sering menggeber motor, serta penarikan gas yang sembrono juga bisa bikin mesin Anda menderita dan cepat aus. Jika diperlakukan dengan baik, mesin motor juga akan tahan lama.

Itulah beberapa penyebab turun mesin yang sering terjadi. Pada intinya, kunci untuk menghindari turun mesin adalah perawatan motor secara berkala, pergantian oli dan air radiator secara rutin, serta pemakaian yang baik. Mesin motor modern sudah dibuat dengan bahan yang sangat berkualitas, jadi jika digunakan sebagaimana mestinya, mesinnya juga akan bisa awet.

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *