Friday, December 9, 2022
Banner

Review Suzuki S-Presso, Irit tapi Kuat Nanjak?

by Firdaus Ali
mobil paling murah di indonesia

Berikut akan kami bahas mengenai review Suzuki S-Presso. Mobil dengan segmen city car ini hadir dengan gaya SUV yang dibalut warna-warna cerah. Soal harga, murah!

Suzuki S-Presso resmi meluncur di Indonesia pada event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 lalu. Banderolnya cuma 

Kemunculannya jelas menarik perhatian banyak orang, pasalnya desain eksteriornya terlihat unik, sekilas mirip Suzuki Jimny paket hemat. Bicara harga, Suzuki S-Presso MT Rp 155 juta dan varian AGS Rp 164 juta (OTR Jakarta).

Hanya saja dengan banderol murah, apakah mobil ini punya kualitas yang baik? Seberapa irit konsumsi BBM S-Presso? Apakah mesinnya kuat untuk diajak melaju di jalan menanjak?

Untuk menjawab semua itu, kami lakukan review Suzuki S-Presso secara komprehensif dengan cara test drive selama beberapa hari. Pengujiannya juga tidak dilakukan sendirian, tapi dengan beberapa mobil lain seperti Suzuki Ignis 1.2 liter dan Suzuki Karimun Wagon R 1.0 liter. Hal tersebut untuk mengetahui kemampuan dari S-Presso secara objektif.

Mau tahu lebih detail soal kelebihan dan kekurangan Suzuki S_Presso dari hasil test drive? Berikut review lengkapnya:

Desain Eksterior Kompak

Review Suzuki S-Presso

Desain kompak

Review Suzuki S-Presso yang pertama adalah dari desain eksteriornya. Mobil City Car ini mengusung desain yang terlihat berbeda dari city car lain yang beredar di Indonesia.  

Meski bermain di segmen mobil perkotaan, aura SUV terlihat dari desain grill yang simpel. Kemudian ada aksesori berupa front skid plate dan rear skid plate, rear spoiler & high mount stop lamp, side & wheel arch cladding, dan rear combination lamp.

Untuk mendukung kesan sporty disematkan velg two tone berukuran 14 inci yang dibalut ban dengan profil 165/70R14. Kemudian dimensinya mempunyai panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.565 mm. Ground clearance mencapai 180 mm dan bobot 1.170 kilogram. Oh ya, untuk radius putar dari S-Presso ada di angka 4,6 meter.

Baca juga  Dijual Murah, Apa Kelebihan Suzuki XL7?

Bicara dimensi, S-Presso paling pendek dibanding Karimun Wagon R dengan panjang 3.600 mm dan Suzuki Ignis 3.700 mm. Hanya saja soal lebar, city car pendatang baru ini sedikit lebih lebar dibanding Karimun Wagon R 1.475 mm. Hanya saja kalau pembandingnya Ignis 1.660 mm, masih kalah lebar.

Soal warna, Suzuki S-Presso hadir dengan pilihan warna Sizzle Orange, Solid Fire Red, Pearl Starry Blue, Granite Gray Metallic, Silky Silver Mtallic dan White.

Tampilan Interior Sederhana dan Sporty

Review Suzuki S-Presso

Interior sederhana dan sporty

Review Suzuki S-Presso selanjutnya adalah bagian kabin interiornya. Dimana kabin interiornya memang tidak bisa berharap disuguhkan aura kemewahan. Namun begitu, Suzuki S-Presso menawarkan desain dashboard yang sekilas mirip dengan Mini Cooper pada bagian tengah dashboardnya. Alhasil terlihat sedikit aura sporty.

Dibagian tengah yang berbentuk lingkaran tersebut tersematkan panel instrument digital namun tidak dilengkapi takometer untuk memantau putaran mesin. Kendati demikian ia tetap dilengkapi dengan fuel meter, odometer digital, serta average fuel consumption dan real time fuel consumption. Di bawah panel instrumen tersebut terdapat headunit touchscreen berukuran 6,8 inci yang sudah bisa terkoneksi dengan smartphone (mirroring) dan juga pengatur AC.

Kekurangan Suzuki S-Presso bisa terlihat dari fitur-fiturnya sederhana. Sebut saja cuma punya 2 speaker di depan yang tentunya saat mendengar musik, usaranya pas-pasan. Lalu pengaturan kaca spion yang masih menggunakan tuas dari dalam. Selain itu, untuk membuka kaca bagian penumpang belakang juga masih pakai engkol.

Untuk kapasitas tempat duduknya, Suzuki S-Presso memang lebih ideal diisi oleh 4 penumpang. Sebab saat kami mencoba duduk dengan 3 penumpang dewasa di bangku belakang, posisi duduk sangat tidak nyaman.

Namun begitu untuk legroomnya, jika bangku baris kedua diisi dengan penumpang dengan tinggi 175 cm, masih ada jarak 2 jari dari senderan bangku baris depan. Selanjutnya, untuk ukuran bagasinya terlihat cukup memadai untuk ukuran mobil City Car.

Baca juga  Suzuki Hentikan Produksi Karimun Wagon R, Demi Ertiga Hybrid

Bicara fitur safety, mobil yang diimport dari India ini sudah menyematkan fitur Dual SRS Airbag, rem bersistem ABS (Anti-lock Braking System), serta Rear Parking Sensor dan platform Heartect serta pemadam api ringan. Platform Heartect hadir, diklaim memungkinkan mobil memiliki bobot ringan, kokoh, namun memiliki pengendalian yang baik.

Performa Mesin Suzuki S-Presso, Paling Irit BBM

Review Suzuki S-Presso

Mesin Suzuki S-Presso

Review Suzuku S-Presso tentu tidak lengkap tanpa membahas dari sisi jantung pacunya. Yup, mobil mungil bergaya SUV ini menggunakan mesin yang sama dengan kepunyaan Suzuki Karimun Wagon R.

Adapun mesin tersebut yaitu K10B dengan kubikasi 1000 cc 3 silinder DOHC yang dikombinasikan dengan pilihan transmisi AGS (Automatic Gear Shift) dan manual 5-percepatan. Di atas kertas mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga 73,7 hp pada 5.500 rpm serta torsi puncak 90 Nm pada putaran mesin 3.500 rpm.

Bagaimana dengan konsumsi BBM-nya? Kelebihan Suzuki S-Presso adalah bisa mengirit bensin hingga 21,1 km/liter dengan metode full to full dengan jarak tempuh perjalanan 77 Km. Jika dibandingkan dengan Karimun Wagon R dengan mesin 1.000 cc yang cuma dapat 20,6 km/liter dan Suzuki Ignis dengan mesin 1.200 cc memperoleh catatan 19,5 km/liter. Artinya S-Presso memang jadi mobil teririt Suzuki saat ini.

Hanya saja yang perlu diketahui, kami menggunakan Karimun Wagon R dalam test drive kali ini, dari unit mobil bekas di Moladin Car Center. Sementara untuk Suzuki Ignis dan Suzuki S-Presso pakai mobil baru dari hasil pinjaman pabrikan berlogo S.

Akselerasi dan Uji Nanjak S-Presso

Seperti biasanya, saat kami melakukan review sebuah mobil, maka kami melakukan uji akselerasi. Dalam sesi drag race 201 meter, Suzuki S-Presso mampu meraih waktu 13,2 detik. Catatan ini lebih cepat 2 detik dibanding Karimun Wagon R. Hanya saja kalau dibanding Ignis, S_Presso lebih lambat 1,1 detik.

Baca juga  Harga Mobil Suzuki Juni 2022, Karimun Masih Dijual!

Kemudian untuk pengujian akselerasi dari 0 sampai 100 km/jam, Suzuki S-Presso membutuhkan waktu 16,3 detik. Lebih cepat 0,1 detik dibanding Karimun Wagon R yang pakai mesin sama. Sementara Ignis jadi yang tercepat dengan 13,1 detik, wajar karena memang kubikasi mesinnya mencapai 1.200 cc.

Di samping uji akselerasi, review Suzuki S-Presso kali ini juga tes jalan menanjak. Kami coba untuk ketiga mobil berlogo S tersebut, semuanya bisa menanjak dengan baik ketika memiliki momentum yang pas. Hanya saja yang menarik adalah ketika mobil diberhentikan di tengah-tengah tanjakan, kemudian coba digas lagi.

Untuk S-Presso sendiri, hasilnya mobil ini tetap bisa menanjak walau agak merangkak perlahan. Maklum, mesinnya cuma 1.000 cc dan tiga silinder. Beda dengan Ignis yang pakai mesin 1.200 cc, yang ketika digas untuk menanjak lagi, terasa lebih mudah.

Kesimpulan Suzuki S-Presso

Review Suzuki S-Presso

S-Presso warna Pearl Starry Blue

Selanjutnya, review Suzuki S-Presso selanjutnya adalah bicara kesimpulan. Tentu jawabannya, mobil ini layak dibeli. Khususnya buat kamu yang menginginkan city car dengan bujet Rp 150 jutaan. Apalagi memang, S-Presso teruji secara performa mesin, dalam artian bisa menanjak walau harus perlahan. Kemudian kelebihan lainnya adalah konsumsi BBM irit, bisa dibilang inilah mobil Suzuki teririt dibanding Karimun Wagon R dan Suzuki Ignis.

Hanya saja memang, kekurangannya ada di fitur-fitur yang minim. Sebut saja untuk buka kaca belakang masih pakai model putar atau engkol. Lalu pengaturan spionnya juga manual dengan tuas. Kekurangan lain adalah kapasitas penumpangnya cuma bisa untuk 4-orang, tidak lebih.

Moladiners, itulah ulasan mengenai review Suzuki S-Presso. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika