Busi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengapian sepeda motor. Tanpa busi yang bekerja dengan baik, proses pembakaran di ruang mesin tidak akan berjalan sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan motor sulit dinyalakan, tenaga mesin berkurang, hingga meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Banyak pengendara yang tidak menyadari betapa krusialnya peran busi dalam menjaga performa motor tetap optimal. Jika busi mengalami masalah, motor bisa mengalami kendala serius, bahkan mogok di tengah jalan. Oleh karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami fungsi busi serta cara merawatnya agar motor tetap dalam kondisi prima.
Apa Itu Busi Motor?

Busi merupakan komponen penting untuk pengapian
Busi motor adalah komponen dalam sistem pengapian yang bertugas menghasilkan percikan api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang pembakaran. Percikan api ini terjadi karena adanya tegangan listrik tinggi yang dikirimkan oleh koil pengapian ke elektroda busi.
Saat campuran bahan bakar dan udara terbakar dengan sempurna, tenaga mesin yang dihasilkan menjadi lebih optimal. Pembakaran yang baik juga membantu menjaga efisiensi bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang.
Fungsi Utama Busi Motor

Setiap Busi Memiliki Elektrode Yang Memiliki Kegunaan Untuk Menghantarkan Tegangan Listrik
Busi berperan dalam memastikan proses pembakaran di dalam mesin berjalan dengan sempurna. Fungsinya tidak hanya terbatas pada menghasilkan percikan api, tetapi juga menjaga stabilitas mesin selama berkendara.
Salah satu fungsi utama busi adalah mengubah energi listrik dari koil pengapian menjadi percikan api yang cukup kuat untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang pembakaran. Selain itu, busi juga membantu mengontrol suhu dalam ruang bakar dengan melepaskan panas yang dihasilkan selama proses pembakaran.
Jika busi dalam kondisi yang baik, motor akan memiliki tenaga yang stabil, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan karena pembakaran yang lebih sempurna mengurangi emisi gas buang.
Baca juga NGK Akan Polisikan Penjual Busi Palsu, Incar Pedagang Online dan Bengkel
Komponen-Komponen Busi Motor
Busi terdiri dari beberapa bagian yang memiliki peran penting dalam sistem pengapian motor. Berikut beberapa komponen dalam busi motor yang bisa kita ketahui:
1. Terminal Busi

Banyak sekali jenis busi, salah satunya yang baik untuk sehari-hari adalah iridium
Terminal busi adalah bagian yang berfungsi sebagai penghubung antara busi dengan sistem pengapian. Komponen ini biasanya terbuat dari bahan logam konduktif seperti tembaga atau nikel, yang dapat menghantarkan listrik dengan baik.
Terminal yang bersih dan tidak berkarat memastikan arus listrik dari koil pengapian mengalir dengan lancar ke elektroda busi. Jika terminal mengalami korosi atau kotor, maka percikan api yang dihasilkan akan melemah, sehingga proses pembakaran di dalam mesin menjadi tidak optimal.
2. Insulator Busi
Bagian keramik merupakan insulator pada busi
Insulator busi terbuat dari bahan keramik atau porselen yang memiliki sifat isolator terhadap listrik. Fungsinya adalah untuk mencegah kebocoran arus listrik yang dapat menyebabkan gangguan dalam sistem pengapian.
Selain itu, insulator juga berperan sebagai pendukung mekanik bagi elektroda busi, menjaga kestabilan busi selama proses pembakaran berlangsung. Insulator yang retak atau rusak dapat menyebabkan kebocoran listrik yang mengganggu performa mesin.
3. Ribs atau Lekukan Insulator

Busi dapat menyebabkan mesin knocking
Ribs atau lekukan pada insulator busi berfungsi untuk meningkatkan hambatan listrik dan mencegah kebocoran arus dari elektroda busi ke bagian mesin yang bertindak sebagai massa negatif.
Dengan adanya ribs, arus listrik dapat tetap mengalir ke elektroda busi dengan optimal tanpa bocor ke bagian mesin lainnya. Jika bagian ini mengalami kerusakan, kemungkinan besar busi tidak akan mampu menghasilkan percikan api yang maksimal.
4. Insulator Tip
Ujung dari insulator dinamakan insulator tip
Insulator tip adalah bagian ujung dari insulator yang terkena langsung oleh pembakaran di dalam ruang bakar. Material yang digunakan pada bagian ini harus tahan terhadap temperatur tinggi agar busi tidak cepat rusak.
Ujung insulator ini rata-rata bisa menahan suhu hingga 650 derajat Celsius dan mampu menahan tegangan listrik hingga 60.000 Volt. Panjang atau pendeknya insulator tip juga menentukan jenis busi, apakah termasuk busi panas atau busi dingin.
- Busi panas memiliki insulator tip yang lebih panjang, sehingga mampu mempertahankan panas lebih lama untuk membersihkan sisa karbon pada elektroda.
- Busi dingin memiliki insulator tip yang lebih pendek, sehingga panas lebih cepat dilepaskan ke kepala silinder dan cocok untuk mesin dengan performa tinggi.
Baca juga Mengenal Kelebihan Busi Iridium dan Cara Merawatnya
5. Seal atau Gasket

Busi yang rusak dapat menyebabkan mogok
Seal atau gasket pada busi berfungsi sebagai penutup untuk mencegah kebocoran tekanan kompresi dari ruang bakar. Jika gasket mengalami kerusakan atau kebocoran, maka tekanan dalam ruang bakar akan berkurang, yang dapat menyebabkan tenaga mesin menjadi lemah.
Seal juga berperan dalam menjaga suhu busi agar tetap stabil selama proses pembakaran berlangsung. Oleh karena itu, penting untuk memastikan seal dalam kondisi baik saat mengganti atau memasang busi baru.
6. Metal Case atau Jaket Busi

Busi motor TDR
Metal case atau jaket busi berfungsi untuk mengunci busi ke dalam silinder head. Selain itu, bagian ini juga bertugas menghantarkan panas dari elektroda busi ke mesin agar tidak terjadi overheat.
Jika metal case tidak berfungsi dengan baik, busi dapat mengalami overheating yang menyebabkan mesin motor tidak bekerja secara optimal. Busi yang terlalu panas dapat mempercepat proses keausan elektroda dan mengurangi efisiensi pembakaran bahan bakar.
7. Center Elektroda
Center elektroda merupakan bagian inti dari busi yang berfungsi untuk menghantarkan listrik dari koil pengapian ke ruang pembakaran. Elektroda ini biasanya terbuat dari logam tahan panas seperti tembaga, iridium, atau platinum.
Elektroda yang terbuat dari iridium atau platinum cenderung lebih tahan lama dan mampu menghasilkan percikan api yang lebih stabil dibandingkan elektroda berbahan tembaga. Namun, busi dengan elektroda iridium atau platinum umumnya lebih mahal dibandingkan busi standar.
8. Ground Elektroda

Penjelasan mengenai fungsi busi motor, tak lepas dari bagian side gap busi
Ground elektroda atau elektroda samping merupakan bagian ujung busi yang bersentuhan langsung dengan body kendaraan dan menjadi jalur terakhir bagi percikan api yang dihasilkan busi.
Bagian ini juga berperan dalam menentukan efisiensi pembakaran. Jika ground elektroda mengalami keausan atau tertutup kerak karbon, maka percikan api yang dihasilkan bisa menjadi lebih lemah dan tidak stabil.
Cara Merawat Busi Motor Agar Performa Tetap Optimal

Busi yang kotor terlihat dari warna hitam di kepalanya
Agar performa motor tetap optimal, busi harus dirawat dengan baik. Pembersihan secara berkala dapat mencegah kotoran atau kerak karbon menumpuk pada elektroda busi. Jika busi terlalu kotor atau elektroda aus, percikan api yang dihasilkan akan menjadi lemah dan menyebabkan gangguan pada sistem pengapian.
Baca juga Penyebab Busi Cepat Mati Sekalipun Baru Diganti
Penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi juga dapat memperpanjang usia pakai busi. Bahan bakar dengan oktan rendah atau mengandung banyak kotoran dapat menyebabkan busi lebih cepat kotor dan mengganggu proses pembakaran di dalam ruang bakar.
Sistem pengapian juga harus diperiksa secara rutin. Jika ada masalah pada koil pengapian atau kabel busi, maka arus listrik yang mengalir ke busi bisa menjadi tidak stabil, sehingga percikan api yang dihasilkan tidak optimal.
Selain itu, penting untuk mengganti busi sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Setiap motor memiliki spesifikasi busi yang berbeda, dan menggunakan busi yang tidak sesuai dapat menyebabkan gangguan pada sistem pengapian serta meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Kapan Harus Mengganti Busi Motor?
Busi sebaiknya diganti setelah motor menempuh jarak 8.000 hingga 12.000 km, tergantung dari jenis busi dan kondisi pemakaian kendaraan. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa busi perlu segera diganti, seperti motor sulit dinyalakan, tarikan terasa berat, konsumsi bahan bakar meningkat, atau suara mesin menjadi tidak stabil.
Jika busi sudah aus atau elektroda mengalami erosi, sebaiknya segera diganti dengan busi baru agar sistem pengapian kembali optimal. Busi yang sudah tidak layak pakai juga dapat menyebabkan mesin brebet atau bahkan mati mendadak saat digunakan.
Busi motor adalah salah satu komponen penting dalam sistem pengapian yang memastikan proses pembakaran di ruang mesin berjalan dengan sempurna. Dengan busi yang baik, mesin motor akan memiliki tenaga yang stabil, konsumsi bahan bakar lebih efisien, serta emisi gas buang lebih rendah.
Merawat busi dengan cara membersihkannya secara berkala dan menggunakan bahan bakar berkualitas dapat memperpanjang usia pakainya. Jika busi sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, sebaiknya segera diganti agar performa motor tetap optimal.
Memahami fungsi busi dan cara merawatnya dapat membantu menjaga performa motor tetap prima dan menghindari masalah di jalan. Dengan kondisi busi yang baik, pengalaman berkendara akan lebih nyaman dan bebas dari gangguan akibat sistem pengapian yang tidak stabil.
Baca juga: