Banner
Saturday, December 3, 2022
Banner
Banner

Performa Mesin Innova Hybrid, Lebih Irit dari Diesel?

by Firdaus Ali
perfomra mesin innova hybrid

Mengulas performa mesin Innova Hybrid tentu saja menarik, terlebih karena mobil ini melakukan world premiere di Indonesia pada Senin (21/11/2022). Kehadiran jantung mekanis hibrida tersebut, sekaligus menggantikan mesin diesel yang ada di model sebelumnya.

Lalu apakah mesin hybrid di Innova Zenix bisa lebih irit dari versi diesel 2GD kepunyaan Innova Reborn? Bagaimana dengan performanya?

Sebagai informasi, mesin hybrid milik Toyota Kijang Gen-7 sesungguhnya sangat modern. Teknologi yang diusung adalah Toyota Hybrid System generasi ke-5 milik Toyota Prius 2023.

“Performa meningkat 25 persen, konsumsi BBM 50 persen lebih irit dibanding Hybrid generasi lama dan pengurangan emisi hingga 50 persen,” kata Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto saat peluncuran Innova Hybrid di Jakarta. 

Sistem Hybrid terbaru ini mengoptimalkan kontrol produksi tenaga pada motor bakar dan motor listrik. Alhasil menghasilkan performa yang superior, efisiensi yang lebih baik, serta rendah emisi gas buang. Mau tahu lebih detail soal mesin Innova Hybrid? Berikut bahasan lengkapnya:

Konsumsi BBM Mesin Innova Hybrid

Mesin Innova hybrid

Toyota mengklaim mesin Innova Hybrid lebih irit dari mesin diesel 2GD milik Innova Reborn

Mesin Innova Hybrid menggunakan kode M20A-FXS berkapasitas 1.987 cc dengan teknologi Dual VVT-i. Di atas kertas bisa melontarkan torsi puncak 187 Nm pada 4.400-5.200 rpm dan tenaga maksimal 152 PS pada 6.000 rpm. Sementara untuk motor elektriknya bisa melontarkan torsi puncak 206 Nm dan tenaga 113 PS. Kalau dikombinasikan, tenaga yang dihasilkan bisa mencapai 186 PS.

Sementara mesin diesel 2GD berkubikasi 2.393 cc turbo milik Innova Reborn cuma bisa mengeluarkan tenaga 149 PS dan torsi 342 Nm. Dengan demikian, memang soal performa masih lebih baik mesin Hybrid Gen-5 kepunyaan Innova Zenix.

Lalu bagaimana soal konsumsi BBM mesin Innova Hybrid? Toyota mengklaim dengan kombinasi baterai dan motor listrik, tentu membuat kinerja mesin bensinnya lebih optimal. Alhasil angka iritnya bisa tembus 21 Km/liter. Ini juga lebih hemat BBM dibanding Innova diesel yang cuma 14 km/liter.

Baca juga  Perjalanan Mitsubishi Xpander di Indonesia, Dari Konsep Hingga Kini

“Motor listrik yang compact juga dikembangkan komponen di dalamnya untuk meningkatkan power output. Termasuk, downsized transaxle sebagai penyalur tenaga ke roda depan yang ditingkatkan kinerjanya untuk menyediakan efisiensi terbaik dan lebih senyap ketika beroperasi,” seperti dikutip dari rilis resmi Toyota.

Toyota Kijang Innova Zenix tidak hanya dipasarkan dengan mesin hybrid, tapi juga tetap dijual mesin bensin konvensional 1.987 cc. Jantung mekanis itu berkode M20A-FKS yang juga digunakan oleh Toyota Xoxy terbaru. Di atas kertas performa mesinnya mampu meraih torsi puncak 205 Nm pada 4.500-4.900 rpm dan tenaga maksimal 174 PS pada 6.600 rpm.

Mesin bensin Toyota Kijang Gen-7 tersebut dikombinasikan dengan transmisi 10-Speed Direct Shift CVT. Dengan demikian bisa menghemat konsumsi BBM hingga 15 Km/liter. Masih lebih irit dibanding mesin diesel 2GD milik Innova Reborn bukan?

Transmisi 10-Speed Direct Shift CVT di Innova Zenix

mesin innova hybrid - zenix

Tidak ada pilihan transmisi manual di Innova Hybrid

Keistimewaan sesungguhnya bukan cuma hadir di mesin Innova Hybrid, tapi juga sistem transmisinya. Toyota Kijang Gen-7 kini tidak lagi memiliki pilihan transmisi manual, jadi seluruhnya pakai transmisi otomatis CVT berkode K120 yang diklaim halus dan responsive.

Kinerja komponen mekanis di transmisi yang efisien dan rasio sabuk baja lebih lebar, meningkatkan efisiensi bahan bakar, akselerasi, dan operasional yang senyap. Kombinasi antara sabuk baja dan gigi transmisi memperlebar jangkauan rasio transmisi untuk mengail potensi tenaga mesin pada kondisi berkendara yang sangat dinamis. Fitur ini unik karena Toyota menambahkan roda gigi dengan rasio 3,337 untuk maju dan 3,136 untuk mundur yang bersinergi dengan rasio sabuk baja CVT di rentang 2,236-0,447. Sementara final gear ratio 4,262 memastikan akselerasi yang mudah di berbagai kondisi dan beban berkendara serta performa engine brake yang memadai.

Ada pula Mode Sequential Shiftmatic 10-speed untuk memungkinkan perpindahan gigi di transmisi CVT layaknya transmisi manual, tujuannya tentu meningkatan kesenangan berkendara. Sistem ini memungkinkan perpindahan di semua gigi yang dipilih dengan menggerakkan tuas transmisi ke posisi + (plus) atau – (minus), ketika tuas transmisi di posisi M.

Baca juga  Mitsubishi Klaim CVT Xpander Bikin Lebih Irit BBM

Sequential Shiftmatic Control di Innova Zenix juga diklaim sangat responsif, diadopsi untuk mengendalikan torsi dengan cermat selama pergantian gigi yang mulus dan cekatan. Sementara uphill/downhill shift control memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan berkendara di rute pegunungan. Sistemnya akan menilai jalan menanjak atau menurun sesuai dengan bukaan gas dan kecepatan mobil.

Saat menanjak, kontrol pedal akselerasi ditingkatkan. Sementara saat menuruni bukit dan mobil meluncur semakin cepat, downshift diimplementasikan secara otomatis. Selain itu, saat rem mulai bekerja, downshift ditambahkan untuk memberikan efek engine brake lebih kuat di Toyota Kijang Innova Zenix terbaru.

Tidak ketinggalan ada mode berkendara di mesin Innova Hybrid dan Innova bensin terbaru. Khusus untuk varian hybrid, tersedia mode Eco, Normal, Power, dan EV. Sementara untuk Innova Zenix varian bensin, hanya memiliki mode berkendara Eco, Normal, dan Power.

Nah bila kamu mau menikmati performa maksimal dari mobil, bisa gunakan mode Power. Pasalnya di sini, respons transmisi terhadap perubahan rasio sabuk baja ditingkatkan sehingga pengemudi Innova Zenix dapat lebih merasakan G-force.

Garansi Baterai Innova Hybrid

baterai mesin innova hybrid

Baterai milik Innova Hybrid sudah dirakit secara lokal di pabrik Toyota Indonesia

Setelah mengetahui mesin Innova Hybrid memang irit dan memiliki performa mantap, apakah tertarik punya mobil ini. Toyota menjualnya dengan harga mulai Rp 458 juta (OTR Jakarta) khusus varian 2.0 G HV CVT. Sementara untuk yang termahal tembus Rp 614 juta (OTR Jakarta) untuk varian 2.0 Q HV CVT TSS Modellista Premium Color.

Berikut daftar harga Toyota Innova Zenix terbaru:

  • Kijang Innova Zenix 2.0 G CVT (Non Premium Color) Rp 419.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 G CVT (Premium Color) Rp 422.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 V CVT (Non Premium Color) Rp 467.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 V CVT (Premium Color) Rp 470.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 G Hybrid CVT (Non Premium Color) Rp 458.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 G Hybrid CVT (Premium Color) Rp 461.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 V Hybrid CVT Modellista (Non Premium Color) Rp 532.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 V Hybrid CVT Modellista (Premium Color) Rp 535.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 Q Hybrid CVT TSS Modellista (Non Premium Color) Rp 611.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 Q Hybrid CVT TSS Modellista (Premium Color) Rp 614.000.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 V Hybrid CVT Non Modellista (Non Premium Color) Rp 522.150.000
  • Kijang Innova Zenix 2.0 V Hybrid CVT Non Modellista (Premium Color) Rp 525.150.000
Baca juga  Toyota Crown Terbaru Beraura SUV, Meluncur Juli!

Banderol tersebut tentunya sepadan dengan kecanggihan yang ada di Toyota Innova Zenix. Selain performa, sesungguhnya Kijang Gen-7 ini juga punya banyak keunggulan. Sebut saja fitur Toyota Safety Sense (TSS) 3.0, panoramic sunroof, wireless charger, hingga captain seat ottoman utamanya untuk varian tertinggi.

Harga Toyota Innova Hybrid tersebut, pun sudah termasuk layanan aftersales bernama T-CARE. Ini adalah program Gratis Biaya Servis (Biaya Jasa dan Suku Cadang) hingga servis berkala ke-7 (maksimal 3 tahun / 60.000 kilomerter, mana yang lebih dulu). Selain itu, ada tambahan benefit berupa extended warranty 1 tahun / 20.000 km, jika pelanggan rutin melakukan servis tepat waktu sesuai rekomendasi Toyota.

Jika kamu masih khawatir soal penggunaan baterai di Innova Hybrid, maka Toyota juga memberikan garansi untuk komponen tersebut. Ada garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 km (mana yang lebih dulu). Di samping itu secara sistem, Toyota juga menjamin baterai di Innova Zenix untuk bisa selalu optimal untuk penggunaan sehari-hari.

“Baterai hybrid Ni-MH kini dikemas dalam paket yang kompak dan disimpan di bawah kedua jok depan tanpa mengurangi ruang di area kabin. Terdapat juga filter pada tutup saluran udara pendingin baterai, sehingga penumpukan debu di jalur pendinginan ditekan guna mencegah penurunan usia pakai baterai akibat peningkatan suhu baterai,” seperti dikutip dari rilis resmi Toyota.

Moladiners, itulah ulasan mengenai mesin Innova Hybrid yang memang diklaim lebih irit dan memiliki performa mantap dibanding mesin diesel 2GD milik Innova Reborn. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika