by

4 Kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected, Fiturnya Disunat

Di samping kelebihan, kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected terbaru pasti ada. Hal ini wajar karena memang tidak ada motor yang sempurna.

Kalau secara kasat mata dan spesifikasi yang diperlihatkan oleh Yamaha pada laman resminya, sekilas memang produk ini cukup istimewa. Fitur-fitur modern hadir, seperti keyless, mesin lebih bertenaga, konektivitas smartphone, dan lain-lain.

Meski demikian, kamu bisa melihat beberapa kelemahannya kalau diperhatikan lebih jeli. Penyegarannya tidak menyeluruh seperti halnya All New Nmax sebagai saudara dekat. Ada fitur Nmax yang tidak turun ke Aerox Connected terbaru alias disunat.

Setidaknya dari rangkuman kami, ada 4 kekurangan di Aerox 155 Connected. Mulai dari belum punya cakram belakang, tidak memiliki traction control system (TCS) atau kendali traksi, bobot lebih berat, hingga banderolnya yang semakin mahal.

Ingin tahu lebih detail tentang kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected terbaru? Simak bahasan berikut:

1. Rem Cakram Belakang Belum Ada

kekurangan yamaha aerox 155 connected
Yamaha cuma memberi cakram di rem depan saja, sementara di roda belakang masih teromol.

Kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected yang pertama, belum memiliki rem cakram belakang. Pabrikan garputala cuma menghadirkan rem teromol. Cakram hanya hadir di roda depan.

Padahal kompetitor sudah mengaplikasikan cakram di kedua roda. Lihat saja Honda PCX 150, ADV 150, bahkan Yamaha Nmax selaku saudara dekatnya yang punya cakram selain di roda depan, juga belakang.

Baca juga  Honda Spacy eSAF Hadir di Jepang dengan Keyless

Motor Yamaha Aerox 155 Connected belum mengadopsi cakram di roda belakang, tentu menjadi hal aneh. Harusnya kehadiran cakram belakang bisa mengoptimalkan pengereman, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri ketika berkendara dengan motor Maxi Yamaha ini.

Terlebih performa motor ini sudah jadi lebih hebat dibanding versi lama. Kini jantung mekanisnya jadi sangat bertenaga. Di atas kertas mampu melontarkan torsi puncak 13,9 Nm pada 6.500 rpm dan tenaga maksimal 15,15 hp pada 8.000 rpm.

2. Tidak Ada Traction Control

kekurangan yamaha aerox 155 connected
Fitur traction control yang ada di Nmax terbaru ternyata tidak turun ke Aerox 155 Connected.

Memang benar, All New Aerox 155 VVA menggunakan mesin yang sama dengan Nmax terbaru. Hanya saja soal fiturnya, tidak semua ikut diturunkan. Salah satu yang kena sunat adalah traction control system (TCS) atau kendali traksi. Inilah salah satu kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected.

Padahal fitur itu cukup penting untuk mencegah roda belakang kehilangan cengkeraman ke aspal saat berakselerasi di jalan licin. Cara kerjanya dengan memutus aliran tenaga ke roda belakang, sehingga putaran roda bisa dikendalikan secara optimal. Tentu tanpa TCS, potensi motor tergelincir jadi lebih besar.

3. Bobot Lebih Berat Dibanding Model Lama

kekurangan yamaha aerox 155 terbaru
Bobot Aerox Connected bertambah sekitar 6 sampai 9 Kg dibanding model lama.

Selanjutnya yang jadi kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected adalah bobot semakin berat. Varian Connected menjadi 122 Kg dan Connected/ABS 125 Kg. Total bobot ini di atas kertas lebih berat dibanding model lamanya yang cuma 116 Kg hingga 118 Kg.

Baca juga  Honda Beat Street Vs Suzuki Nex Crossover, Beli yang Mana?

Dengan bobot Aerox terbaru yang semakin bertambah, pastinya bakal mempengaruhi performa mesin. Walau sudah ditingkatkan, namun dengan berat naik 6 Kg hingga 9 Kg, sedikit banyak mempengaruhi akselerasi. Bisa jadi saat diajak berkendara tidak banyak perbedaan saat selongsong gasnya diputar.

Kemudian bobot berat Yamaha Aerox 155 Connected pun mempengaruhi rasa percaya diri penunggang pemula. Motor yang berat tentu lebih sulit dikendalikan, terlebih saat kondisi diam atau berhenti di kemacetan. Ditambah lagi, jok motor Yamaha ini cukup tinggi mencapai 790 mm. Kaki pengendara berpostur 168 cm, pasti bakal kesulitan menapak ke aspal.

4. Harga Lebih Mahal dari Model Lama

kekurangan yamaha aerox 155 connected
Banderolnya kini lebih mahal, varian tertinggi Aerox 155 Connected/ABS tembus Rp 29 juta.

Hal terakhir yang jadi kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected adalah banderolnya mahal. Setidaknya harga jual ini lebih tinggi dibanding model lama.

All New Aerox 155 ditawarkan dalam dua varian: Connected dan Connected/ABS. Khusus Aerox connected, harganya Rp 25,5 juta (OTR Jakarta). Sementara Aerox Connected/ABS Rp 29 juta (OTR Jakarta). Bandingkan dengan model lama yang harganya mulai Rp 24,795 juta (OTR jakarta) hingga Rp 28,565 juta (OTR Jakarta).

Kenaikan harga di Aerox 155 Connected ini juga merupakan imbas dari kehadiran fitur anyar. Ambil contoh Y-Connected dari Yamaha yang bisa menghubungkan motor dengan smartphone. Tersedia pula keyless di seluruh varian yang bisa mencegah maling dalam membobol motor.

Baca juga  Modifikasi Motor Byson Ala Cafe Racer, Tampil Menarik!

Kemudian gap antara kedua varian tersebut cukup banyak. Aerox 155 Connected/ABS punya suspensi belakang jenis tabung, stop & start system (SSS), serta anti-lock braking system (ABS). 

Fungsi suspensi tabung untuk memberikan bantingan berkualitas saat berkendara jarak jauh, serta melewati jalan bergelombang. Suspensi jenis ini menjadikan motor stabil saat bermanuver di kecepatan tinggi.

Kemudian SSS di Aerox Connected/ABS mampu mengirit bahan bakar lebih baik. Cara kerjanya dengan menonaktifkan mesin secara otomatis ketika motor berhenti beberapa detik. Mesin bakal aktif lagi saat selongsong gas diputar.

Fitur terakhir yang membedakan varian Yamaha Aerox 155 Connected/ASB dan Connected adalah rem ABS. Gunanya mencegah roda terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak. Dengan demikian, kamu masih bisa mengendalikan motor dan menghindar dari potensi kecelakaan.

Itulah tadi ulasan lengkap soal kekurangan Yamaha Aerox 155 Connected. Pembahasan tersebut bukan untuk membuat satu produk terlihat buruk. Informasi ini semata kami berikan agar konsumen lebih paham secara komprehensif tentangnya. Alhasil ketika melakukan pembelian tidak seperti membeli kucing dalam karung.

Terbaru