Indonesia Sudah Siap Dengan Motor Listrik? Begini Menurut Jinny


Notice: Undefined index: title in /var/www/localhost/htdocs/blog/wp-content/plugins/product-name/includes/functions.php on line 7

Banyak negara di dunia yang sudah memproduksi kendaraan bertenaga listrik. Pilihan tenaga listrik merupakan alternatif yang saat ini paling ‘sehat’ jika dikaitkan dengan pencemaran udara. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia sudah siap dengan motor kendaraan listrik?

Pemerintah Indonesia sendiri sudah memberikan lampu hijau bagi produsen yang ingin mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari peraturan menteri perhubungan Nomor 33/2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor yang baru. Regulasi yang diundangkan pada 24 April 2018 ini menggantikan peraturan Keputusan Menteri Nomor KM. 9 tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor. Pada peraturan terbaru ini memang dengan secara gamblang menyatakan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dengan motor listrik.

GESITS, Motor Listrik Indonesia Segera Hadir di 2019

Salah satu motor listrik kebanggaan Indonesia yang disebut segera hadir adalah Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS). Motor listrik besutan PT Gesits Technologies Indo (GTI) ini merupakan pelopor produsen motor listrik di Indonesia yang digarap dan dirancang oleh pihak ITS (Institut Teknologi Surabaya). Gesits memang telah menjadi motor listrik pertama kreasi anak bangsa yang sudah diakui oleh pemerintah. Hal ini terbukti dari Kode Perusahaan dan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) yang telah didapatkan Gesits dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Sambutan terhadap motor listrik Gesit sendiri tidak hanya datang dari Kemenperin. Tapi sambutan positif juga datang dari Presiden RI Joko Widodo. Selain mengapresasi dan mendukung penuh kelancaran proyek sepeda motor listrik Gesits, Presiden Joko Widodo juga berkesempatan melakukan test drive di Istana Merdeka pada 7 November 2018. Dari sana Presiden Joko Widodo memberikan instruksi untuk mendukung kelancaran proyek sepeda motor listrik.

 

Motor listrik Gesits diperkenalkan di Istana Negara

 

Daya penggerak Gesits ini adalah baterai dari jenis Li-Ion (Lithium-Ion) yang memiliki kapasitas hingga 1.980 Wh. Dari kapasitas tersebut maka dalam satu kali pengisian baterai yang penuh, Gesits disebut bisa menempuh jarak antara 80-100 km. Untuk proses pengisian baterai sendiri membutuhkan waktu antara 1,5-3 jam. Baterai bisa dicopot dan diganti dengan baterai cadangan yang penuh membuat pengguna tak perlu khawatir bila akan menggunakan motor listrik ini. Pertamina sendiri sudah siap untuk melayani pengendara Gesits di setiap areal SPBU untuk menyediakan area charger dan juga penggantian baterai lain yang sudah terisi penuh.

Gesits sebenarnya sudah direncanakan meluncur bulan Agustus 2018. Tapi entah mengapa peluncuran Gesits ini terus berjalan mundur hingga kemudian direncanakan akan lauching awal tahun 2019. CEO PT. GTI, Harun Sjech menyatakan bahwa Gesits akan diluncurkan sekitar bulan Januari atau Februari 2019.

Viar Q1, Skutik Desain Retro

Sebelum Gesits keluar, di Indonesia sudah ada motor listrik Viar Q1 yang sudah memiliki beberapa sepesifikasi yang juga terbilang mumpuni. Hal ini terlihat dari baterai jenis lithium ion dari Bosh, Jerman, yang disematkan pada Viar Q1. Baterai Viar Q1 dalam keadaan penuh bisa menempuh jarak hingga 60 km. Untuk kecepatannya, Viar Q1 bisa mencapai batas maksimal kecepatan 60 km/jam. Sedangkan untuk pengisian baterainya hingga penuh, Viar Q1 harus menunggu antara 5 sampai 7 jam.

 

Motor listrik VIAR Q1 dicoba melewati genangan air

 

Meski pengisian baterainya terbilang lebih lama dibanding Gesits, namun baterai Viar Q1 ini memiliki kapasitas daya 220 VA yang artinya bisa dilakukan pengisian baterai di rumah tanpa khawatir listrik mati mendadak. Baterai dari Viar Q1 bisa tahan hingga paling kurang tiga tahun.Untuk sekali pengisian listrik hingga penuh hanya diperlukan 2 kwh atau sekitar Rp. 2.700 saja.

Hal istimewa lain yang bisa didapati dari motor Viar Q1 ini adalah konsumsi daya yang tidak terlalu besar sehingga membuat hemat penggunaan energi baterai. Bahkan menurut pihak Viar Q1, meski mesin Viar Q1 ini menyala, tapi bila kendaraan tidak bergerak, maka daya baterai Viar Q1 ini tidak akan terpakai. Mungkin ini pula yang membuat beberapa perusahaan tertarik membeli motor listrik ini.

 

Viar Q1 Skutik Listrik

Harga tercantum adalah harga DP

 

Honda PCX Listrik Masuk Indonesia

Satu lagi motor listrik yang hadir di Indonesia yaitu Honda PCX listrik. Honda PCX sudah sangat dikenal di pasar Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) seperti di woro-woro tahun 2018 akhirnya memperkenalkan Honda PCX bertenaga listrik di penghujung bulan Januari 2019.

Honda PCX Electric menggunakan dua baterai lithium-ion yang dipasang serial dengan kapasitas masing-masing yaitu 50,4V. Dari dua baterai ini maka Honda PCX Electric bisa menempuh jarak 69 km dalam satu kali pengisian penuh. Satu kali pengisian penuh baterai Honda PCX Electric ini sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam dengan sistem on-board (terkoneksi langsung dengan listrik). Tapi bila menggunakan off-board yakni pengisi daya opsional maka baterai Honda PCX Electric bisa diisi penuh dengan waktu 4 jam.

 

RILIS PCX LISTRIK
Honda PCX listrik diperkenalkan di Indonesia

 

Dengan adanya struktur Interior Permanent Magnet (IPM) pada Honda PCX Electric, membuat motor listrik ini mampu melakukan efisiensi energi serta performance yang optimal. Kelemahan Honda PCX Electric hanya ada pada akselerasi yang kurang mumpuni. Kurang mumpuninya akselerasi Honda PCX Electric ini dikarenakan bobot motor listrik ini yang terbilang berat mencapai 144 kilogram. Untungnya motor yang telah di-launching 31 Januari 2019 ini memiliki akselerasi yang lembut dan juga kontrol aliran listrik yang presisi dan lancar. Meski sudah di-launching, Honda PCX Electric tidak biasa Anda miliki. Ini karena PT Astra Honda Motor (AHM) masih berfokus pada rental dan belum mau menjual motor listrik ini ke publik.

Indonesia Sudah Siap Dengan Motor Listrik?

Kembali ke pertanyaan awal, Indonesia sudah siap dengan motor listrik? Menurut Jinny pasarnya sudah siap sih. Soalnya motor listrik ini perawatannya mudah. Penggunanya tidak perlu sering-sering ke bengkel untuk ganti oli, ganti rantai, dan lain-lain karena memang motor listrik tidak menggunakan itu semua.

Untuk pengisian listrik juga bisa dilakukan di rumah, jadi ga perlu antre di SPBU heheheh … Pertamina sendiri untuk mengantisipasi meningkatnya minat motor listrik bersedia menyediakan tempat untuk charging. Pemerintah juga sudah memberikan lampu hijau. Sekarang tinggal produsennya sudah siapkah memproduksi motor listrik dan suku cadangnya serta layanan purna jualnya.

Negara-negara lain di dunia telah menjadikan motor listrik sebagai pilihan berkendara sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pencemaran polusi udara.

 

 

Baca juga:

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *