by

Tips Setel Rem Combi Brake System (CBS), Jangan Asal Biar Tidak Membahayakan

Moladin – Combi Brake System (CBS) atau fitur pengaman tambahan untuk sistem pengereman, sudah diaplikasi pada beberapa varian motor matic Honda seperti Honda Beat, Vario CW 110 FI, Vario 125 eSP dan Vario 150 eSP. Indentitasnya bisa dilihat pada tulisan yang tertera pada cover bodi motor.

CBS adalah system pengereman yang menggabungkan antara rem depan dan rem belakang. Fitur ini akan berfungsi ketika tuas rem kiri ditekan, maka equalizer gaya akan bekerja untuk mendistribusikan tenaga tekanan tadi menjadi dua.

Satu menuju rem pada roda belakang, sedangkan satunya lagi menuju ketuas ungkit knocker guna menekan piston hidrolik rem depan. Makanya kekuatan pengereman akan terbagi secara otomatis.

 

[product product=”Honda Beat All New eSP” images=”https://cdn.moladin.com/motor/honda/Honda_Beat_All_New_eSP_2080_84935_large.jpg” url=”https://moladin.com/motor/honda/honda-beat-all-new-esp-matic-4-langkah-sohc-110cc” price=”Rp. 680.000,-*” description=”*Angsuran mulai dari” button=”AJUKAN SEKARANG”]

 

Atur Hingga Rem Belakang CBS Lebih Dominan

Akan tetapi buat sobat Moladiners penunggang skubek Honda yang dibekali teknologi rem CBS (Combi Brake System), ada hal yang harus diperhatikan. Terutama masalah penyetelan toleransi CBS ketika salah satu kampasnya mulai menipis. Awas, jangan sampai salah memperlakukannya. Bisa-bisa teknologi ini bukan jadi penyelamat, tapi malah bisa mencelakakan.

Baca juga  Review Pelek Sport Rim RCB SP522, Berbahan Alumunium Bobot Ringan

setel rem belakangSetel rem belakang rem CBS lebih dominan dibanding rem depan | Foto: Contributor Moladin

Seperti dialami Rudiyanto, pengguna Vario 110 CBS lansiran 2011. Merasa fungsi CBS kurang terasa saat digunakan, Rudi coba menyetel ulang fungsi CBS. Porsi setelan CBS untuk rem depan ditambah. Efeknya, dengan sedikit menekan tuas rem belakang, rem depan sudah ikut bekerja. Alhasil, fungsi rem menjadi lebih menggigit saat kondisi jalan mulus. Cuma di kondisi jalan berkerikil, rem CBS ini menjadi senjata makan tuan.

“Saat kondisi jalan berkerikil, naluri pengendara pasti akan mengurangi penggunaan rem depan agar tidak selip. Namun karena motor bertipe CBS, saat saya menarik tuas rem belakang, ban depan malah ikut terkunci dan membuat saya terjatuh. Ini imbas dari salah penyetelan yang saya lakukan,” kata Rudi yang tinggal di jalan Moh. Khafi II, Srengseng, Jakarta Selatan.

 

[product product=”Yamaha X Ride 125 All New” images=”https://cdn.moladin.com/motor/yamaha/Yamaha_X_Ride_125_All_New_8907_79518_large.jpg” url=”https://moladin.com/motor/yamaha/yamaha-x-ride-125-all-new-matic-4-langkah-2-valve-sohc-berpendingin-angin-bluecore-125cc” price=”Rp. 500.000,-*” description=”*DP mulai dari” button=”AJUKAN SEKARANG”]

 

Nah, biar tak menggelosor seperti Rudi, yuk atur ulang CBS di tunggangan. Porsi penggunaan rem belakang pada sistem CBS yang berada di tuas kiri, harus lebih besar dari rem depan. Ini untuk meminimalkan gejala selip pada saat-saat tertentu.

Baca juga  Kenali Jenis dan Makna Rambu Lalu Lintas, Yuk Simak

 

Putar Baut Searah Jarum Jam

Penyetelannya, buka cover setang. Tampak baut setelan yang posisinya ada di bawah master rem depan. Putar baut searah jarum jam akan membuat ketegangan kabel berkurang. Atau setel jarak handle rem sekitar 10-20 mm hingga efek pengereman roda depan pada CBS akan berkurang.

putar searah jarum jamPutar baut searah jarum jam agar ketegangan kabel berkurang | Foto: Contributor Moladin

“Lanjut putar mur penyetel sampai posisi knocker tepat berada di tengah atau sampai tuas rem kanan longgar. Pastikan tidak ada celah antara handle rem depan dengan dudukan rem. Selanjutnya setel kembali tuas handle rem kiri hingga penggunaan rem belakang di Combi Brake System (CBS) lebih dominan dibanding rem depan,” anjur Waluyo mekanik bengkel resmi Honda Cengkareng di jalan Lingkar Luar Barat, No. 12A, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Gampang kan.

Baca juga;

Baca juga  Kupas Tuntas Kampas Rem dan Tips Merawatnya agar Awet

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru