oleh

IMI Larang Kompetisi Balap di Sirkuit Formula E Ancol

IMI larang kompetisi balap di Sirkuit Formula E Ancol. Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekertaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Seperti diketahui, belum lama ini Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan keinginannya untuk untuk menggelar street race di Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara. Adapun ajang balapan jalanan ini akan menjadi wadah bagi para pembalap liar baik roda dua maupun roda empat untuk menuangkan hobi mereka.

Meski demikian, IMI melarang kompetisi balap di Sirkuit Formula E ancol tersebut. Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI), Ahmad Sahroni menerangkan bahwa untuk memberikan izin penggunaan sirkuit untuk balapan selain Formula E, pihak panitia harus mengacu pada aturan dari federasi balap internasional atau FIA (Federation Internationale de l’Automobile).

“Niat Kapolda saya rasa bagus, namun di dunia motorsport, regulasi balap apalagi yang mengenai keselamatan wajib dipatuhi. Nah dalam hal ini, kalau IMI yang punya aturan maka tidak perlu pinjam, pasti akan kita kasih langsung. Namun karena sirkuit ini sudah dibangun atas standar FIA dengan mengikuti rules FIA untuk Formula E, maka kami harus sesuai dengan aturan,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (26/6/2022).

Baca juga  Harga tiket Formula E Jakarta, dari VIP sampai Festival

Selanjutnya Sahroni menjelaskan, bahwa sirkuit JIEC sudah distandarisasi oleh FIA sebagai sirkuit balap mobil saja, sehingga memang tidak aman untuk keselamatan bila digunakan untuk balap motor, apalagi ajang amatir.

“Yang harus kita utamakan juga aspek keselamatannya, di mana sirkuit ini sudah distandarisasi FIA untuk balapan mobil saja. Di sepanjang lintasan semua dibatasi oleh pagar beton, tidak ada area kosong, sehingga bila terjadi kecelakaan akan sangat berbahaya bagi pebalap motor. Siapa yang mau bertanggung jawab bila jatuh korban karena jelas kelalaian kita memilih lintasan yang tepat? Selain itu, selain faktor keselamatan, ada faktor potensi hukuman FIA juga yang kita harus pikirkan.” sambungnya.

Kemudian, Sahroni juga menyebut bahwa IMI akan berupaya memperbanyak event motorsport. Khususnya bagi warga, yang tentunya sesuai dengan regulasi dan kaidah balap yang berlaku.

“IMI dan pengelola JIEC juga tengah menyiapkan event-event balap yang sesuai dengan regulasi sirkuit. Ada beberapa turnamen balap mobil yang akan dilakukan di JIEC selain ajang Formula E. Intinya JIEC akan terus hidup sepanjang tahun meramaikan ajang Motorsport Indonesia” jelas Sahroni.

Baca juga  Ini Spesifikasi Mobil Reli Bamsoet yang Kecelakaan

Sekilas Formula E Ancol

IMI larang kompetisi balap di sirkuit Formula E
Formula E Jakarta

Berbicara event mobil listrik Formula E di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan sudah mengajukan agar DKI Jakarta menjadi tuan rumahnya. Namun begitu, ajang balap mobil listrik bertaraf Internasional ini sempat tertunda 2 tahun karena pandemi Covid-19.

Padahal waktu itu Pemprov DKI pada telah menyediakan 5 rute alternatif. FIA pun sudah datang melakukan survei ke-5 lokasi alternatif tersebut dan memilih 2 lokasi terbaik pada 8 Juli 2019.

Kemudian, pada 15 Oktober 2021 FIA (Federasi Otomotif Internasional) World Motor Sport Council di Paris memutuskan Jakarta menjadi salah satu tuan rumah Formula E 2022 dan meratifikasi kalender balapan musim ke-8 Tahun 2021/2022.

Dalam perjalanannya usai Jakarta dinyatakan resmi sebagai ruan rumah Formula E, muncul sejumlah polemik. Di antaranya tempat penyelenggaraan Formula E di Monas dan anggaran Formula E.

Berbagai halangan tersebut berbuah manis. Pada 4 Juni gelaran Formula E diselenggarakan di sirkuit Ancol. Adapun pemenangnya adalah Mitch Evans dari tim Jaguar TCS Racing.

Moladiners, itulah ulasan mengenai IMI larang kompetisi balap di Sirkuit Formula E Ancol. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Baca juga  Kompetisi Brio Slalom 2022 Dimulai, Hadir di 4 Kota!

Terbaru