oleh

5 Masalah Chevrolet LUV, Cek Sebelum Beli Pick Up Tua Ini!

Kali ini Moladin akan menyampaikan masalah – masalah Chevrolet LUV yang sering terjadi. Sama seperti mobil lawas lainnya, Chevrolet LUV harus diberi perawatan ekstra.

Terutama untuk komponen-komponen yang sering bekerja keras seperti kaki-kaki dan bagian mesinnya. Chevrolet LUV Indonesia (KCLI), sendiri merupakan mobil pikap ini hadir pertama kali hadir di tanah air pada tahun 1975.

Mobil yang dipasarkan oleh PT Garmak Motor tersebut, memiliki 3 type, yakni KBD20 short chasis, KBD25 long chasis dan KBD40 untuk penggerak 4WD.

Untuk pilihan mesinnya ada bensin (KB Series) dan diesel (KBD Series). Versi bensin mengusung kode mesin G161 dengan kapasitas 1.600 cc OHV 8 valve, bertenga maksimal 67 HP dan torsi maksimal 110 nm.

Sedangkan versi diesel mengusung mesin berkode C190 dengan kapasitas 1970cc. Mesin ini bertenaga maksimal 60 HP dengan torsi maksimal 113 nm.

Di zamannya, mobil ini pun langsung menjadi favorit niaga. Maka tidak heran, selain model pick-up dari pabrikan, Chevrolet LUV banyak diubah menjadi produk karoseri box, double cabin, hingga wagon.

Sebagai mobil pekerja keras yang berumur, tentu saja ada parts yang harus mengalami peremajaan. Biasnaya peremajaan dilakukan karena komponen-komponen mesin rusak akibat pemakaian, dan bisa juga karena usia pakai.

Berikut masalah Chverolet LUV yang coba kam rangkum dari forum-forum komunitas, pengguna dan mekanik spesialis diesel. Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga  Penjualan Mitsubishi L300, Masih Laris Manis

1. Kaki-kaki Harus Diganti Karena Faktor Usia dan Beban Berat

Masalah Chevrolet LUV
Tie rod Chevrolet LUV.

Masalah Chevrolet LUV pertama yang sering terjadi adalah di kaki – kaki. Karena kebanyakan Chevrolet LUV digunakan sebagai kendaraan angkutan barang dengan medan yang tidak jarang ekstrim. Efeknya, kaki-kaki jadi sering mengalami kerusakan. Ini juga disebabkan oleh usia yang tidak lagi muda alias lebih dari 40 tahun.

Langkah pertama untuk mengecek masalah Chevrolet LUV di sektor kaki – kaki adalah dengan melihat kondisi tie rod, ball joint dan shockbreakernya. Adapun salah satu gejala jika tie riod dan ball joint rusak adalah roda mobil terasa oblak saat digoyangkan. Efeknya mobil Chevrolet LUV akan berjalan seperti oleng. Tie rod dan long tie rod dipasarkan sekitar Rp 250 – 400 ribuan satu set. Sedangkan ball joint sekitar Rp 150 ribuan.

Pada shock breaker, karena sering ditekan dengan bobot bawaan yang berat, komponen ini juga rentan mengalami kebocoran, atau lemah. Gejalanya terdengar berdecit dan timbul guncangan berlebihan hingga terasa ke dalam kabin.

2. Injection Pump Bocor

Masalah Chevrolet LUV
Jika ketinggian oli bertambah, biasnaya ada kebocoran pada injection pump, sehingga solar bercampur dengan oli mesin.

Masalah Chevrolet LUV berikutnya adalah injecion pump yang rawan mengalami kebocoran. “Kalau komponen ini jarang rusak sebenarnya, umumnya karena usia,” kata Tino, mekanik spesialis diesel di bilangan Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan, yang juga pernah memiliki Chevrolet LUV

Baca juga  Isuzu D-Max Terbaru Bermesin Kecil Semakin Dekat Indonesia

Tino mengatakan untuk mengecek kebocoran pada injection pump, cukup cek ketinggian oli lewat dipstick dalam kondisi mesin mati. Jika ketinggian oli kurang, bisa jadi itu tandanya ada oli yang ikut terbakar atau masuk ke ruang bakar. Sebaliknya jika ketinggian oli bertambah, maka kemungkinan karena ada solar yang ikut tercampur dengan oli mesin. 

Kalau masalah ini dibiarkan, maka mesin Chevrolet LUV bakal sulit distarter. Performa mesin pun pastinya tidak akan maksimal.

3. Mesin Ngempos atau Tidak Bertenaga

Masalah Chevrolet LUV
Cara mengetes kepincangan mesin mobil Chvrolet LUV dengan menaruh botol air setengah terisi di atas mesin sebagai waterpass. Jika permukaan air berayun, itu tandanya mesin tersebut pincang atau bisa dibilang irama pembakarannya tidak sesuai.

Masalah Chevrolet LUV berikutnya adalah mesin yang ngempos, yang berakibat mobil kurang tenaga. Gejala ini bisa dideteksi dengan cara mencabut dipstik oli atau buka tutup oli. Munculnya asap yang keluar dari lubang dipstick oli atau tutup oli bisa jadi salah satu gejalanya. Itu berarti ada tekanan balik kompresi ke carter atau oil pan.

Selain itu Chevrolet LUV juga rentan mengalami kebocoran pada klep masuk. “Biasanya jika dibuka filter udara akan mengalami bunyi, pok pok pok,” tambah Tino.

Baca juga  Penjualan Naik, Suzuki Bawa Produk Baru di 2020

Chevrolet LUV yang notabene usianya sudah lebih dari 40 tahun juga beresiko mengalami pincang mesin. Kepincangan mesin dapat dilihat langsung dari guncangan mesin tersebut.

Cara mengetesnya bisa juga dengan menaruh botol air setengah terisi diatas mesin sebagai waterpass. Jika permukaan air berayun, itu tandanya mesin tersebut pincang atau bisa dibilang irama pembakarannya tidak sesuai. Mesin pincang salah satu sebabnya setelah celah atau klep sudah tidak tepat, solusinya harus setting ulang.

4. Engine Mounting Sudah Rusak

Masalah Chevrolet LUV
Mounting mesin bermasalah efeknya sangat terasa tidak nyaman. Chevrolet LUV yang bermesin diesel akan menjadi bertambah getar, bahkan sampai ke dalam kabin.

Masalah Chevrolet LUV berikutnya yang sering terjadi adalah engine mounting atau pegangan mesin yang sudah tidak layak. Biasanya ini terjadi karena karet-karet yang menahan mesin sudah getas lantaran terkena cairan kimia oli.

Efeknya sangat terasa tidak nyaman. Chevrolet LUV yang bermesin diesel akan menjadi bertambah getar, bahkan sampai ke dalam kabin.

Solusinya kamu bisa mengganti 2 titik engine mounting. Di pasaran harganya berkisar 150 ribu untuk produk kw, Thailand atau lokal. Atau yang asli bawaan buatan Jepang Rp 400 ribuan per item.

 5. Stir Oblak

masalah chevrolet luv
Ilustrasi setir chevrolet LUV

Masalah Chevrolet LUV berikutnya adalah stir yang oblak karena usia pakai. “Biasanya Worm Steering atau ulir stirnya sudah aus, atau bola-bola klaher sudah habis,” tambah Tino.

Efeknya, mobil jadi tidak nyaman saat dikendalikan. Tentu kamu tidak mau sampai mengalami hal ini.

Tenang saja, persoalan tersebut bisa ditanggulangi dengan mengganti dalaman dengan worm kit atau mengganti worm steeringnya. Untuk harga worm kit berkisar Rp 50 ribuan dan worm steering Rp 450 ribuan. 

Demikian ulasan terkait masalah Chevroelt LUV diesel. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

Terbaru