by

Pelajari Tindakan Hukum Untuk Pengguna Strobo dan Rotator

Awas bakal ada tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator di kendaraan pribadi, seiring dengan Operasi Zebra Jaya 2020 yang mulai digelar oleh Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya. Jadi saat bepergian, sebaiknya kalian tidak menggunakan strobo dan juga rotator.

Adapun Operasi Zebra Jaya 2020 yang digelar Dirlantas akan berlangsung mulai hari ini (26/10) hingga 8 November 2020 mendatang. Terdapat beberapa sasaran Operasi Zebra Jaya di tahun ini.

Salah satunya ialah tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator. Jadi bagi masyarakat yang mobilnya dilengkapi perangkat tersebut sebaiknya tidak menggunakan ketika berkendara.

Dalam hal ini Dirlantas mengingatkan kembali, kendaraan pribadi tidak diperkenankan menggunakan strobo dan rotator. Lalu seperti apa sebenarnya undang-undang yang berlaku mengenai tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator? Simak ulasan lengkapnya berikut ini:

Pelajari Tindakan Hukum Untuk Pengguna Strobo dan Rotator

Tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator
Berikut tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator

Sebagai pertimbangan untuk kalian yang ingin menggunakan strobo dan rotator. Sebelum itu sebaiknya mengenal tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator.

Baca juga  Cara & Syarat Membuat SIM A dengan Mudah

Untuk diketahui, sirine dan juga strobo hanya diperkenankan untuk digunakan oleh kendaraan tertentu seperti diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam UU No. 22 Tahun 2009 pasal 59 ayat 3 disebutkan, lampu isyarat warna merah atau biru serta sirene berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Artinya, strobo dan sirine bukan untuk kendaraan pribadi.

Lampu isyarat warna biru dan sirine digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sementara lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.

Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 134, pengguna jalan yang memperoleh hak utama antara lain kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, dan konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca juga  Mau Liburan? Ini 16 Titik Pos Pengamanan yang Siaga

Jadi bagi kendaraan pribadi yang masih menggunakan lampu strobo dan sirine, bisa ditindak dalam Operasi Zebra Jaya 2020 yang dilaksanakan saat ini. Pengendara kendaraan pribadi bakal mendapatkan sanksi jika masih nekat pakai strobo dan sirine.

Pelanggar akan terancam sanksi sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 4. Menurut peraturan itu, pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Well.. jadi alangkah baiknya jika kalian tidak menggunakan strobo ataupun sirine, Sob! Supaya perjalanan kalian dapat berjalan dengan aman dan lancar. Semoga informasi mengenai tindakan hukum untuk pengguna strobo dan rotator dapat bermanfaat untuk kalian.

Baca juga:

Terbaru