by

Cara Mengendarai Mobil Matik yang Paling Mudah

Cara Mengendarai Mobil Matik – Kehadiran motor maupun mobil bertransmisi matik tentunya semakin memudahkan pengendara. Namun sayang, masih banyak pengendara yang belum mengetahui secara rinci mengendarai kendaraan matik secara benar. Terlebih mengendarai mobil matik, jika terjadi kesalahan dapat berakibat fatal dan membahayakan keselamatan.

Buat Anda yang memiliki mobil matik, ketahilah cara tepat mengendarai mobil matik. Tidak lupa, kami juga sertakan  kesalahan umum yang kerap dilakukan tanpa sadar.

Plus kami tambahkan, pembahasan macam-macam jenis transmisi otomatis yang perlu Anda ketahui. Cek bahasan berikut:

Ketahui Ragam Transmisi Otomatis, Sebelum Memahami Cara Mengendarai Mobil Matik

KIA Seltos vs Honda HRV 005
KIA Seltos salah satu dari sedikit mobil di Indonesia yang pakai DCT

Tidak semua transmisi otomatis yang menempel di mesin mobil itu sama. Setidaknya ada empat macam: otomatis konvensional, auto gear shfit atau AGS (semi otomatis), continuously variable transmission (CVT), dan dual clutch.

Apa perbedaan masing-masing transmisi otomatis tersebut? Pilihan transmisi apa yang paling bagus? Simak ulasannya di bawah ini.

Otomatis Konvensional

Transmisi jenis ini, paling banyak dijumpai di berbagai jenis mobil. Mulai dari Toyota Avanza, hingga Mitsubishi Pajero Sport. Ciri khasnya mengandalkan planetary gear set yang desainnya memutar mirip orbit planet-planet.

Kelebihan transmisi jenis ini tahan lama dan kuat menahan torsi besar. Perawatannya juga cukup murah, terlebih untuk versi empat percepatan. Oleh karena itulah banyak mobil-mobil murah pakai. Selain Avanza, Daihatsu Sigra, Toyota Agya, dan Mitsubishi Xpander ikut mengaplikasikannya.

Sementara untuk mobil yang harganya lebih mahal, seperti BMW (Steptronic) dan Mercedes-Benz (G-Tronic) biasanya pakai percepatan lebih banyak. Misal 6-percepatan dan 7-percepatan. Ada pula tambahan fitur untuk mengganti gigi transmisi layaknya manual.

CVT

Mobil-mobil yang beredar di Indonesia juga banyak menggunakan CVT. Layaknya motor, CVT di mobil juga mengandalkan v-belt. Kelebihannya, akselerasi jadi mulus sehingga memberi kenyamanan lebih saat berkendara.

Contoh mobil yang pakai CVT adalah Honda Brio RS, Datsun GO, Toyota Yaris terbaru, dan lain-lain. Meski nyaman, namun CVT bukan tanpa kekurangan. Transmisi ini dikenal tidak tahan lama dan biaya perawatannya cukup mahal.

Baca juga  5 Fakta Mobil Matic Vs Manual, Lebih Baik Mana?

AGS

Transmisi AGS banyak dipakai oleh mobil-mobil Suzuki. Sebut saja Karimun Wagon R dan Ignis. Sebenarnya tidak hanya Suzuki, AGS juga dipakai oleh Fiat 500.

Keunggulan transmisi AGS adalah murah secara produksi. Pasalnya ini transmisi manual konvensional yang ditambahkan aktuator hidrolik untuk melakukan perpindahan gigi. Alhasil pengendara tidak perlu lagi menginjak kopling, karena ada perangkat elektronik yang menginjakkan kopling untuk Anda.

Kekurangan AGS, perpindahan gigi terasa lambat sehingga mengurangi kesenangan berkendara. Buat yang belum terbiasa, pasti perlu adapatasi terlebih dulu.

Dual Clutch

Kopling ganda atau dual clutch banyak dipakai oleh mobil-mobil sport. Transmisi ini dikenal dengan perpindahan gigi yang secepat kilat. Pasalnya saat masuk ke gigi satu, kopling sudah siap untuk menerima perpindahan ke gigi dua, begitu seterusnya.

Sesuai namanya yaitu kopling ganda, sejatinya transmisi ini masih pakai kopling. Konstruksinya juga mirip transmisi manual, hanya saja koplingnya ganda. Lalu ada aktuator yang memastikan perpindahan gigi dilakukan secara otomatis.

Cara Mengendarai Mobil Matik

Walau ada berbagai jenis transmisi otomatis, percayalah cara pengoperasian saat mengendarai mobil matik tetap sama. Anda cuma perlu mengenalnya dan terbiasa.

Setelah paham, dijamin Anda bakal nyaman dengan transmisi otomatis. Buat yang masih bingung cara mengendarai mobil matik? Simak pembahasannya berikut ini:

1. Ketahui Cara Mengendarai Mobil Matik dengan Mengenal Makna Huruf dan Angka di Tuas Transmisi 

Cara menyetir mobil matik 001
Anda harus mengingat guna masing-masing kode di transmisi otomatis

Secara garis besar, ada tujuh huruf dan angka di tuas transmisi otomatis: P, D, N, R, L, 2, 3. Apa gunanya masing-masing? Khusus N dan R, mungkin pengguna mobil bertransmisi manual sudah tahu.

N berarti neutral atau tidak masuk gigi. Sementara R merupakan rear atau gigi mundur. Bagaimana dengan P, D, L, 2, dan 3?

P berarti parking atau parkir. Semua mobil matik saat mesin dimatikan dan diaktifkan, posisi transmisi harus ada di P. Apa arti D? Drive atau mengemudi. Posisi transmisi D, dipakai ketika Anda ingin melaju.

Baca juga  5 Penyebab Mobil Matic Tidak Bertenaga dan Cara Mengatasinya

Huruf L atau low dipakai ketika menginginkan kecepatan lambat yang konstan, namun penuh bertenaga. Misalnya saat melewati tanjakan curam atau turunan tajam, maka pindahkan transmisi ke huruf L. Posisi L otomatis mengunci transmisi di gigi 1, tidak pindah. 

Angka 2 dan 3, itu digunakan saat membutuhkan tenaga atau akselerasi yang sesuai. Tuas transmisi di angka 2 berarti sistem mengunci gigi tidak berpindah, hanya pakai gigi 2. Begitu juga untuk 3. 

2. Parkir Paralel Tidak Sesederhana Itu dengan Mobil Matik

Parkir mobil matik
Memarkirkan mobil matik ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan

Mobil jenis matik memang memudahkan pengemudi ketika berkendara. Pengendaliannya pun hanya tinggal gas dan rem saja, kendaraan dapat berjalan sesuai keinginan.

Namun dibalik kemudahan, ada beberapa hal yang kerap membuat bingung. Salah satunya adalah ketika parkir paralel.

Parkir dengan mobil matik, Anda perlu memindahkan gigi transmisi ke posisi P. Kemudian baru mematikan kendaraan. Bila transmisi tidak di posisi P, biasanya mobil tidak akan mati secara menyeluruh.

Hanya saja parkir dengan transmisi di posisi P, membuat mobil tidak bisa digeser-geser sesuai kebutuhan. Terlebih ini sangat mengganggu ketika harus parkir paralel.

Lalu bagaimana cara parkir paralel dengan mobil matik? Ternyata tidak sulit. Anda cukup parkir seperti biasa, pindahkan gigi transmisi ke P dan matikan mobil.

Setelah itu barulah tekan tombol shift lock yang terletak di area tuas transmisi. Cara terakhir adalah pindahkan transmisi ke posisi N. Dengan begitu, mobil Anda bisa mati secara keseluruhan, sekaligus bisa digeser-geser oleh tukang parkir.

3. Hindari Menginjak Rem dan Gas Bersamaan

2. injak rem dan gas
Menginjak rem dan gas bersamaan dapat berakibat buruk bagi kendaraan

Mengendalikan mobil matik cukup mudah asal bisa memahami caranya dengan sempurna. Poin pentingnya, pengemudi diwajibkan tidak menginjak rem dan gas secara bersamaan.

Sebaiknya menggunakan kaki kanan untuk menginjak rem dan gas secara bergantian, jika dibutuhkan. Kalau terbiasa menginjak rem dan gas secara bersamaan, kedua bagian dari mobil matic ini akan mudah mengalami kerusakan.

Kerusakan yang terjadi membuat mobil tidak bisa berfungsi dengan sempurna, terlebih dampaknya mengakibatkan kampas rem jadi aus. Kendaraan akan sulit dikendalikan.

Baca juga  5 Fakta Mobil Matic Vs Manual, Lebih Baik Mana?

Terpenting, pengemudi harus menghindari kebiasaan menginjak rem dan gas secara bersamaan setiap mengendarai mobil matik. Jika Anda merasa sulit untuk tidak melakukan itu ada baiknya untuk mengecek kondisi kampas mobil secara rutin.

4. Di jalan berbukit, Hindari Penggunaan Posisi Transmisi N

mengemudikan mobil matik di jalan berbukit
Posisi persneling N di jalan perbukitan dapat membahayakan

Ketika menghadapi jalanan perbukitan, hindari memindahkan persneling ke posisi N atau netral secara berlebihan. Sebagian orang menggunakan posisi N, karena ingin menghemat bahan bakar. Namun, keselamatan mereka justru terancam, kalau mobil sampai tidak kuat naik dan akhirnya mundur ke belakang.

Alternatif persneling yang bisa dipakai adalah kombinasi L dan D. Mengapa harus mengombinasikan dua hal ini? Karena kalau terus menggunakan L, kemungkinan akan ada masalah juga karena laju akan lambat. Untuk itu harus ada dorongan dari posisi D, agar berjalan lebih baik.

5. Paham Cara Mengendarai Mobil Matik Memang Diperlukan, tapi Perawatan Kendaraan Tidak Kalah Penting

cara mengendarai mobil matik
Lakukan pergantian oli transmisi secara rutin

Poin kelima ini jadi hal yang paling penting untuk diketahui pemilik mobil matik. Karena sejatinya oli transmisi tak ubahnya dengan oli mesin. Penggantian harus dilakukan secara rutin untuk menghindari masalah saat berkendara.

Dampaknya persneling tidak bisa digerakkan dengan baik sehingga transmisi tidak bisa berganti. Hal-hal seperti ini tentunya bisa mengancam nyawa, apalagi dilakukan di jalanan ramai.

Selalu cek atau jadwalkan penggantian oli transmisi secara rutin. Misal sebulan sekali saat melakukan perawatan kendaraan secara rutin. Harga oli tidak terlalu mahal, bahkan di bawah Rp50 ribu. Daripada nyawa yang jadi taruhan atau malah mobil jadi rusak, tidak ada salahnya kalau mengganti oli transmisi.

Dengan sejumlah ulasan tentang kesalahan dan cara mengendarai mobil matic. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda sehingga lebih aman saat berkendara. Selain itu mobil juga lebih awet dan tidak mudah mengalami kerusakan.

Baca juga:

Terbaru