by

Cuma 3 Hari, 1.000 Unit Suzuki Jimny Ludes Terjual

Kehadiran generasi ke-4 Suzuki Jimny begitu fenomenal di industri otomotif dunia, termasuk Indonesia. Permintaannya begitu tinggi, di sejumlah negara secara global.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat Suzuki Jimny terbaru menawarkan daya tarik tersendiri. Desain yang khas dengan dipadukan fitur-fitur modern, tentu mampu memikat hati banyak konsumen.

Namun sayang, untuk dapat meminang Suzuki Jimny bukanlah perkara mudah. Pasalnya konsumen membutuhkan waktu yang cukup alias inden.

Alhasil jika tertarik, konsumen harus mengantri dalam kurun waktu yang panjang di Indonesia. Fenomena seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di pasar nasional.

Pasalnya mobil yang hanya diproduksi di Jepang itu mendapat sambutan positif konsumen di Meksiko. Mobil yang di ekspor langsung dari Jepang itu tersedia dalam jumlah terbatas, yakni 1.000 unit saja untuk alokasi ekspor di sana.

Jatah unit Completely Built-Up (CBU) untuk Jimny di Meksiko rasanya tak mampu memenuhi tingginya permintaan konsumen. Karena mobil off-road berpenampilan mungil itu langsung ludes hanya dalam kurun waktu 3 hari.

Baca juga  Menakar Konsumsi BBM CR-V, Benarkah Boros?

Menurut catatan pabrikan, dalam satu hari setidaknya ada 300 unit Suzuki Jimny terjual ke konsumen pasca peluncuran. Rencananya, distribusi Jimny ke konsumen bakal berlangsung mulai 15 Januari 2021 mendatang.

Berangkat dari tingginya permintaan untuk Suzuki Jimny, pihak pabrikan bakal mengekspor lagi gelombang kedua Jimny dalam waktu dekat untuk pasar Meksiko.

Menariknya, untuk Meksiko Suzuki Jimny dipasarkan dengan banderol 409.990 Mexican Peso. Banderol itu setara dengan Rp 288,38 juta.

Permintaan Suzuki Jimny Begitu Besar di Indonesia

Inden Suzuki Jimny 'mengular' hingga saat ini
Inden Suzuki Jimny ‘mengular’ hingga saat ini

Sejak dirilis, Suzuki Jimny tercatat sukses memikat hati konsumen secara global. Daftar inden Jimny di Indonesia saja, diproyeksi hingga lima tahun ke depan.

Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra mengatakan inden Jimny sudah ditutup pada September 2019.

“Terakhir tutup inden itu September 2019, sampai sekarang kami belum buka inden lagi. Karena masih fullfill, masih memenuhi pesanan. Masih belum kelar, masih lama, lima tahunan lebih,” ujar Donny beberapa waktu lalu.

Menurut Donny, upaya pemenuhan inden pada tahun ini terkendala pandemi Covid-19. Mengingat jatah 50 unit impor Jimny per bulan dari Jepang sempat terpangkas setengah.

Baca juga  Mitsubishi Pajero Sport Bekas, Semahal Apa?

“53 dealer, jatah 50 unit. Sekarang kondisi kayak begini paling dapat setengahnya, 20 – 30 unit. Jadi kita juga harus bagi-bagi. Jadi kita coba bagi rata per dealer. Gantian. Kami usahakan (dapat) dari Sabang sampai Merauke,” beber Donny.

Alasan kuat mengapa Suzuki Jimny begitu diminati karena sport utility vehicle (SUV) satu ini memiliki desain yang khas, klasik nan modern. Untuk mempertahankan ciri khas, dimensi mobil tetap dibuat mungil dan desain kotak dipertahankan.

Menariknya lagi, Suzuki masih mempertahankan lampu utama bulat dengan gril panjang di depan, serta ban serep digantung di pintu belakang. Setidaknya desain itu mampu diterima pasar sangat besar hingga saat ini.

Well.. buat kalian yang ingin meminang Suzuki Jimny nampaknya harus lebih bersabar! Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kalian.

Baca juga:

Terbaru