by

Mampukah MG Motor Bersaing di Pasar Otomotif Indonesia?

MG Motor Indonesia baru saja meluncurkan sport utility vehicle (SUV) kompak terbarunya untuk pasar Indonesia, yakni MG ZS. Merek asal Inggris yang kini dibawah naungan pabrikan Tiongkok, SAIC (Shanghai Automotive Industry Corporation) itu optimis produk mereka mampu bersaing di industri otomotif Tanah Air.

Produk terbaru Morris Garage (MG) itu dibekali dengan desain yang elegan, serta fitur dan keamanan dan hiburan yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

MG ZS juga ditawarkan dalam sejumlah varian warna yakni Silver Metallic, Scarlet Red, Marina Blue, Black Knight, dan Arctic White.

Selain itu, ada sejumlah fitur-fitur yang cukup menarik diusung oleh rival Honda HR-V itu, seperti panoramic sunroof, start/stop engine button dan fitur hiburan berupa head unit layar sentuh berukuran 8 inci yang telah terintegrasi dengan Apple Carplay dan Android Auto.

Ada juga fitur keselamatan modern seperti 6 airbags, anti-lock braking system (ABS), electronic brake force distribution (EBD), sampai dengan electronic brake assist (EBA).

Ada pula stability control system (SCS), curve brake control (CBC), traction control system (TCS), hill start assis (HAS), dan emergency stop signal (ESS).

Baca juga  7 Kelebihan MG ZS Indonesia, SUV Tiongkok Rp250 Jutaan!

Serta tambahan fitur lainnya seperti ISOFIX, dan tire pressure monitor system (TPMS).

Pertanyaan besarnya, tidak hanya sebatas produk yang saja. Melainkan layanan penjualan dan purna jualnya, mengingat untuk dapat bersaing di pasar domestik. Layanan sales, service, dan spare parts tentunya juga menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi.

Kesiapan layanan MG Motor Indonesia

MG ZS merupakan produk pertama MG Motor Indonesia yang dipasarkan di Tanah Air
MG ZS meluncur di Indonesia secara virtual pada 24 Maret 2020 karena wabah Virus Corona

Berdasarkan keterangan pihak pabrikan, MG Indonesia berencana untuk memperluas jaringan outlet mereka di Bumi Pertiwi. Saat ini MG telah memiliki dua outlet yang telah beroperasi, yang berada di Lippo Mall Puri dan The Breeze, BSD City.

Selanjutnya, MG juga berencana untuk menambah tiga outlet baru yang berada di Pondok Indah, Samanhudi, dan Soekarno Hatta, Bandung. Ketiga dealer baru MG Motors tersebut bakal mulai beroperasi pada 1 April 2020 mendatang.

Setelah lima outlet tersebut, penyebaran MG ZS juga bakal semakin meluas. Di mana MG juga akan menambahkan outlet mereka hingga 25 unit yang menyebar di seluruh Indonesia.

“Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan kami tentunya ingin dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Arief Syarifudin Marketing PR Director MG Motor Indonesia ketika dikonfirmasi Moladin.

Baca juga  5 Kekurangan MG ZS Indonesia, Rival Kuat HR-V

Arief juga menjelaskan, “Kami juga telah menjalin kemitraan dengan entitas lokal, untuk menjadi perwakilan outlet kami di kota-kota besar yang sesuai dengan target pasar kami.”

Baca juga:

MG kemungkinan di produksi lokal

Pabrik Wuling Motors Indonesia
Pabrik Wuling Motors Indonesia

Kemungkinan produk mobil MG Motor Indonesia diproduksi lokal sangatlah besar. Hal ini diperkuat pernyataan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika. 

Menurut Putu, tahap awal MG Motor Indonesia bakal menapaki bisnis dengan menjadi importir. Selanjutnya pemerintah mendesak dalam tempo enam bulan hingga satu tahun, akan ditentukan keputusan untuk melakukan aktivitas produksi lokal.

Bagi MG Sendiri, sejatinya untuk memproduksi lokal bukanlah perkara sulit, karena MG Motor Indonesia merupakan unit bisnis di bawah naungan SAIC Motor Corporation Limited sebagai prinsipal. SAIC Motor Corporation itu tidak lain merupakan induk dari PT SGMW Motor Indonesia selaku merek Wuling di dalam negeri.

Baca juga  Komparasi SUV Ringkas: MG ZS Vs Honda HR-V?

Merakit produk MG di pabrik Wuling Indonesia, dirasa menjadi pilihan yang logis karena bisa banyak menghemat biaya investasi. Buat Wuling, penambahan produksi mobil MG kemungkinan menyehatkan operasi pabrik sebab volume produksinya bertambah.

“Ya di awal ketemu saya masih wacana seperti itu. Pakai kapasitas (pabrik Wuling) yang belum terpakai,” jelas Putu ketika berbincang dengan Moladin di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Comment

Leave a Reply

Terbaru