by

Review Gran Max Jakarta Campervan, Nyaman Buat Liburan!

Kali ini kami akan review Gran Max Jakarta Campervan. Buat yang belum tahu, Jakarta Campervan merupakan salah satu perusahaan rental campervan terbesar di Indonesia.

Rental ini memiliki 10 unit mobil campervan yang siap sewa. Baik untuk penggunaan di Pulau Jawa dan Bali. Pasalnya operasional mereka memang hanya melayani dua Wilayah tersebut.

Nah kali ini, kami akan mengulas Daihatsu Gran Max modifikasi milik Jakarta Campervan yang biasa disewakan untuk berlibur. Sesungguhnya tiap mobil punya spesifikasi serupa, karena memang dibuat seragam.

Lalu apa saja ubahannya? Bagaimana dengan fitur-fitur dan fasilitas yang terdapat di dalamnya? Habis biaya berapa untuk membangun mobil camping tersebut?

Langsung saja, yuk simak review Gran Max Jakarta Campervan berikut ini:

Basisnya Menggunakan Daihatsu Gran Max Versi Ekspor

review gran max jakarta campervan
Gran Max yang digunakan pakai transmisi otomatis seperti halnya produk ekspor

Sepuluh unit mobil yang digunakan Jakarta Campervan menggunakan basis Toyota Town Ace. Buat kamu yang belum tahu, Town Ace pada dasarnya adalah Daihatsu Gran Max yang dipasarkan di Jepang

Spesifikasi mesin mobil in, tidak banyak beda dengan Gran Max yakni berkonfigurasi mesin 1.500 cc. Hanya saja sudah pakai transmisi otomatis, dan ada SRS airbag.

“Saat itu kami ditawari Daihatsu Gran Max untuk pasar Jepang, mobil tersebut di sana direbadge jadi Toyota Town Ace. Kebetulan mereka (diler) punya versi chasis only,” kaya Yoyo pemilik sekaligus pengurus Jakarta Campervan.

Yoyo menambahkan, pihak diler ketika itu maunya mobil dibeli secara fleet alias borongan. Jadi tidak bisa satuan.

“Jumlah yang harus dibeli minimal 10 unit, karena kami perlu, ya dibeli semuanya ,” tambah Yoyo menerangkan kisah saat membeli mobil tahun 2017 tersebut.

Proses Pengerjaan Karoseri, Banyak Trial and Error

Review campervan
Tampak belakang Gran Max modifikasi Campervan

Review Gran Max Jakarta Campervan selanjutnya adalah pembuatan bodi karoseri. Proses pengerjaan dilakukan sediri. Mulai dari memikirkan desain hingga membuat bodinya. Semua berdasar trial and error.

Baca juga  Harga Daihatsu Ayla Facelift 2020 Justru Lebih Murah

“Kita membuat mobil yang harus nyaman dan aman dikendarai. Karena bobot mobil bertambah sekitar 500 kg, mobil harus center dan nyaman ketika dikendarai. Makanya waktu pengerjaannya lumayan lama, yaitu 6 bulan,” tambah Yoyo.

Di sektor eksterior, body belakang mobil ini dibuat dengan bahan fiberglass. Mobil ini lebih lebar di banding standar Daihatsu Gran Max sekitar 8-10 cm.

Sektor kaki-kaki dibuat standar, menggunakan pelek kaleng bawaan. Namun pada sisi roda belakang, unutk menyesuaikan offside, pelek dilakukan custom dengan menggeser bibir agar pelek lebih celong keluar. Hasilnya pelek terkesan menjadi semakin lebar. Keempat ban pun dibalut ban standar ukuran pelek ring 15 inci.

Salah satu bagian yang paling banyak memakan waktu trial and error adalah konfigurasi kursi penumpang belakang. Di mana kursi ini merupakan produk inti dari sebuah campervan, yang harus nyaman ketika digunakan tidur dan juga harus nyaman ketika dipakai duduk. Lipatannya pun dipikirkan agar tidak memakan banyak ruang.

“Untuk kursi ini lumayan sukses sih, banyak dari temen-temen campervan ingin menirunya, mungkin karena praktis,” kata pria yang bermukim di Buaran, Jakarta Timur tersebut.

AC Split dan Microwave

Review campervan
Fasilitas di dalam mobil benar-benar layaknya apartemen mungil

Selanjutnya review Gran Max Jakarta campervan berlanjut ke fasilitas interior. Di sana ada komponen yang jarang digunakan pada campervan kecil non bus, antara lain penggunaan AC split 1/2 PK lengkap dengan kompresor outdoor yang diletakan di sisi luar kendaaan.

Sedangkan di bawahnya, terdapat microwave yang bisa digunakan untuk memasak makanan praktis. Lalu persis di sebelahnya terdapat keran air yang bisa digunakan untuk cuci-cuci gelas dan perlengkapan masak lainnya.

Baca juga  5 Pilihan Mobil yang Cocok Untuk Mahasiswa, Tertarik?

Terlihat sepele, namun penggunaan keran air ini harus dipikirkan matang. Pasalnya sumber air yang berasal dari tangki berkapasitas 60 liter itu harus benar-benar tepat, agar bisa mengalir dengan baik.

“Karena tanki air jika setengah kosong akan membahayakan saat mobil berjalan, menjadikan daya dorong yang kuat dari air tersebut. Jadi posisi tanki harus tetap terisi air seimbang. Makanya pada tangki ini kapasitas airnya dibagi menjadi 30 liter kiri dan 30 liter kanan, dan ada selang yang menyedot otomatis supaya membuat isi tangki air ini tetap seimbang,” terang Yoyo.

Piranti Keselamatan dan Sistem Hiburan

review Campervan
Suasana interior campervan dalam keadaan kursi terlipat untuk tidur

Review Gran Max Jakarta Campervan berikutnya membahas soal keselamatan dan kenyamanan. Di dalamnya terdapat alat pemadam api ringan (APAR) yang berfungsi untuk mematikan api jika terjadi kebakaran kecil. Tidak lupa, ada payung yang digantungkan pada pintu. Berguna jika suatu saat lokasi camping diguyur hujan lebat.

Selain itu, terdapat pijakan tangga yang otomatis muncul jika pintu dibuka penumpang. Pijakan lipat ini berfungsi memudahkan penumpang menaiki kendaraan karena kondisi dek yang terbilang tinggi.

Tepat di atasnya ada hard top yang bisa dibuka tutup menggunakan pegas. Piranti ini berfungsi untuk pengguna yang ingin menghirup udara segar dalam kendisi cuaca yang cerah. Sambil tiduran, kamu juga bisa melihat bintang di lokasi camping jika hard top ini dibuka.

Asiknya lagi, kamu tidak perlu khawatir kepala terbentur atap mobil ini. Lantaran posisi atap dalam kondisi tertutup yang tetap lebih tinggi sekitar 10 cm di banding Gran Max standar.

Tidak lengkap jika sebuah campervan tidak punya sistem hiburan. Pada mobil ini Yoyo mempersenjatai mobil dengan televisi berukuran 17 inci. Lengkap player DVD yang bisa memutar lagu dan video menggunakan flashdisk.

Baca juga  IMX 2021 Makassar Dihadiri 13 Ribu Pengunjung

Siasat Kelistrikan Daihatsu Gran Max Jakarta Campervan

review granmax
Aki tambahan di bawah dashboard depan kursi penumpang.

Dengan banyaknya perangkat kelistrikan di mobil camping ini, maka Yoyo memasangkan inverter tambahan berkapasitas 1000 watt yang berfungsi mengubah tegangan DC12volt jadi AC220volt, alat ini diletakan di dekat kursi penumpang depan. Penempatannya juga sangat rapi.

Sedangkan aki dibiarkan standar, karena aki ini hanya untuk memberi aliran listrik ke lampu-lampu ambience. Bukan sebagai sumber listrik untuk AC dan microwave ya guys.

Lalu dari mana sumber listrik besar buat AC dan microve? Ternyata Jakarta Campervan menyiasati dengan mengambil dari sumber listrik di luar.

Di sisi kanan kita akan melihat dua kotak kompartemen yang berfungsi sebagai sarang outdor AC split dan colokan listrik. Colokan listrik ini adalah sumber listrik yang akan menghidupkan kelistrikan mobil, jika dalam posisi camping.

“Saat ini sudah banyak lokasi-lokasi camping yang menyediakan sumber listrik. jadi kita sudah sediakan colokan sepanjang 20 meter. Jadi semua penumpang campervan ini bisa menggunakan sumber listrik untuk AC, TV, microwave yang totalnya sekitar 800 watt lebih, jika semua menyala,” tambah Yoyo lagi.

Biaya Modifikasi Gran Max Jakarta Campervan

Tips Modifikasi Mobil Jadi Campervan
Campervan merupakan mobil yang dirancang bisa dipakai berlibur ringan

Review Gran Max Jakarta Campervan selanjutnya adalah soal biaya. Berapa uang yang perlu dikeluarkan dalam membuat mobil camping seperti itu?

Sesungguhnya, Yoyo mau tidak menyebutkan secara gamblang terkait biayanya. Walau demikian, kira-kira habis sekitar Rp 300 jutaan. Itulah harga jual dari Gran Max yang dibuat oleh Yoyo, bila ada yang mau membelinya.

Mahal tidak? Kami rasa, harga yang cukup pantas untuk sebuah mobil liburan. Tertarik punya?

Demikian ulasan terkait review Gran Max Jakarta Campervan. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

Terbaru