Marquez Sebut Yamaha Rival di Paruh Kedua, Bukan Ducati?

Moladin – MotoGP memasuki masa rehat, setelah menjalani sembilan seri yang menegangkan. Kini pabrikan dan para pembalap bakal susun strategi menghadapi paruh kedua, sang pemuncak klasemen sementara Marc Marquez klaim Yamaha adalah musuh terberat di paruh kedua.

Yamaha memang hobi menyulitkan rival di paruh kedua, dari dua musim belakangan performa Valentino Rossi dan Maverick Vinales memang selalu menanjak di paruh kedua. Maklum, YZR-M1 biasanya memang banyak mengalami perubahan.

marquez-sebut-yamaha-rival-di-paruh-keduaMarquez klaim kalau Yamaha berbahaya di paruh kedua musim ini | Foto: autosport

Apalagi musim ini Maverick Vinales dan Fabio Quartararo jadi pembalap Yamaha dengan koleksi podium paling banyak. Marquez justru tak sama sekali menaruh perhatian khusus buat Ducati, padahal penampilan Dovi dan Petrucci jauh lebih konsisten.

The Baby Aliens lebih lanjut menjelaskan, sejak race di Barcelona duet pabrikan Yamaha sudah mulai tebar ancaman nih. Makanya gak heran kalau Marquez mulai waspada sama andalan Yamaha Movistar ini.

“Sampai race di Montmelo itu adalah satu kejuaraan, setelah jalani race di Montmelo dan berikutnya adalah kejuaraan yang berbeda. Saya puas karena jaraknya hampir dua kemenangan (total poin) dari Dovi,” ungkap Marquez dikutip dari laman autosport.

“Jelas Ducati pastinya akan kembali cepat, tetapi saat ini dua pembalap Yamaha, Vinales dan Quartararo berhasil mengalahkan Ducati. Saya pikir mereka akan kembali cepat dan tentunya menjadi penantang serius di paruh kedua,” paparnya.

 

Petrucci Sepakat Dengan Marc Marquez

Sebagai rival, pembalap Ducati ternyata sepakat dengan apa yang dikatakan Marc Marquez. Danilo Petrucci yang musim ini jadi tandem Dovi, mengatakan kalau Vinales bakal jauh lebih berbahaya dengan Yamaha di paruh kedua.

marquez-sebut-yamaha-rival-di-paruh-keduaDuo Ducati was-was sama Yamaha | Foto: autosport

Petrucci yang baru saja mendapatkan perpanjang kontrak satu musim dari Ducati, punya target pribadi bisa berada di posisi ketiga klasemen akhir. Makanya Petrux bakal mati-matian di paruh kedua musim ini.

“Saya puas dengan hasil yang saya raih di kejuaraan dengan berada di posisi tiga dan berhasil salip perolehan poin Alex Rins yang harus turun ke posisi empat. Sekarang masalahnya adalah Vinales sudah berhasil meraih poin maksimal, kami jelas butuh sesuatu yang lebih,” ucap Petrucci.

“Saya ingin terus bekerja, jelas sisa balapan musim ini saya coba maksimalkan, motivasi saya adalah berada di posisi tiga klasemen akhir. Perlu kerja lebih keras, tetapi saya tetap percaya diri untuk itu, saya akan berusaha mati-matian,” sambungnya.

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *