Modifikasi Satria FU Cafe Racer yang Nekat Melawan Kodrat

Modifikasi Satria Fu Cafe Racer – Seperti sobat moladin ketahui, modifikasi gaya café racer identik dengan motor laki atau motor sport. Ini sesuai dengan sejarahnya, di mana dulu motor berkonsep café racer mayoritas adalah transportasi andalan di masa Perang Dunia II. Masa itu adalah kejayaan motor buatan Eropa. Bagaimana dengan motor buatan Jepang? Ya belum lah Sob, kan habis terkena bom atom Sekutu.

Satria FU Cafe Racer

Satria FU Cafe Racer

Berbeda dengan kebanyakan bikers, di Sulawesi, ada biker nekat mengusung modifikasi Satria FU cafe racer di kelas Free for All (under 250 cc) Suryanation Motorland 2015 Regional Makassar. Tidak sia – sia bekerja keras dengan tim untuk mendesain tampilan Satria FU miliknya, karena berhasil masuk lima besar deretan motor custom terbaik. Rupanya, juri terpesona dengan gaya tidak biasa bagi motor bebek.  Mantab Sob!

Tetapi, prestasi membanggakan ini tidak dapat diraih semudah membalikkan telapak tangan. Bersama tim builder, dia memperhitungkan segala sesuatu dengan cermat dari awal sampai akhir. Maklum, kesalahan sedikit saja akan berakibat pada keseluruhan penilaian. Selain itu, konsep awal yang dirancang benar – benar rumit dan kompleks. Tanpa ketelitian, kesabaran dan tim yang profesional, proyek modifikasi bisa bubar di tengah jalan. Hasilnya, terwujud produk yang elegan dan sangat berbeda dengan kondisi aslinya. Mari kita kulik satu per satu.

Sasis asli Suzuki Satria minggir dulu, digantikan rangka custom untuk mengakomodir tangki klasik dari Honda CB. Rangka juga menyesuaikan model hornet. Selesai urusan rangka, giliran jok mendapat sentuhan. Agar sesuai, rangka baru memerlukan custom jok, tim berhasil menghadirkan desain apik dan menonjolkan kesan klasik.

Suzuki Satria FU memiliki ban standar yang kurang sedap dilihat. Maka, dipilihlah ban depan berukuran 120/70-17 dan ban belakang 130/70-17. Kedua ban terlihat ceper dan lebar, ini sangat membantu menegaskan kesan klasik khas café racer. Ban ciamik itu diperkuat dengan shock breaker karya YSS. Sistem pengereman mengambil dari tromol Kawasaki, plus pemakaian discbrake, membuat tongkrongan motor semakin elegan.

Beranjak pada tampilan bodi, bagian luar motor disandarkan pada cutting sticker. Tentunya, desain unik nan kreatif sangat dibutuhkan agar menghasilkan karya istimewa. Setelah itu, pengerjaan wajib dilakukan secara seksama dan penuh kesabaran supaya hasil akhir mendekati sempurna. Luar biasa!

Baca Juga :

 

Cafe Racer Classic

Cafe Racer Clasic

Lain halnya dengan biker asal Jakarta Selatan, meskipun tim builder menyuguhkan pilihan neo café racer, dia malah memilih café racer classic. Kenapa? Rupanya sudah sejak lama dia memimpikan sepeda motor gaya retro klasik. Satu hal yang tidak dia sukai pada motor tua, dari segi performa, rata – rata tenaganya tidak sesuai harapan. Namun, bukan biker sejati kalau menyerah begitu saja, tak ada rotan, akar pun jadi. Usut punya usut, akhirnya Suzuki Satria FU menjadi “korban”. Dia tidak peduli meskipun dibilang melawan kodrat motor bebek.

Agar mendapatkan hasil terbaik, sang pemilik rela berpisah dengan kuda besinya untuk sementara. Maklum tim modifikasi kepercayaannya berasal dari Purwokerto. Jarak jauh masih bisa diatasi dengan teknologi. Setiap langkah modifikasi yang diambil, jika berbeda dengan kesepakatan awal, maka harus dikomunikasikan terlebih dahulu.

Setelah Satria FU dikirim, maka tim modifikator segera beraksi. Mutilasi pertama ditujukan pada lampu depan. Kesan klasik segera keluar setelah tim mencopot lampu bawaan, memasang lampu bulat dan memberinya tudung.

Berlanjut pada bagian rangka, dia masih mengandalkan versi bawaan Satria FU. Tidak sepenuhnya asli, karena ada beberapa titik yang dipotong maupun ditambahkan. Hal tersebut untuk menyesuaikan dengan tangki, jok dan juga memperhitungkan keseimbangan serta kenyamanan berkendara.

Beralih pada bagian kaki – kaki, tim menyarankan penggantian suku cadang standar. Pilihan lalu jatuh pada onderdil Honda Tiger Revo. Yamaha V-ixion juga ambil bagian di shock absorber depan. Pemilihan itu bukan tanpa alasan. Menurut builder, selain sesuai dengan konsep café racer, suku cadang buatan Jepang itu terkenal dengan keawetan dan performa yang bisa diandalkan.

Untuk warna, dipilih merah marun glossy. Tidak semua disemprot merah, warna hitam juga ambil bagian. Perpaduan antar klasik dan modern sangat terasa di sini. Jika kamu tidak teliti, pasti kamu tidak menyangka kalau sepeda ini adalah transformasi Satria FU. Sentuhan kecil dihadirkan lewat stiker di bawah lampu depan, kemudian dua garis hitam di atas dan bawah lampu depan.

Seluruh pengerjaan modifikasi memakan waktu sekitar tiga bulan. Bergeser ke masalah biaya, menurut pemiliknya, dana yang harus dikeluarkan tidak terlalu besar, yaitu sekitar lima juta rupiah. Sayang, dia tidak menjelaskan itu hanya modifikasi saja atau biaya keseluruhan, termasuk transportasi bolak – balik Jakarta Selatan ke Purwokerto.

Bagaimana Sob, keren kan modifikasi Satria FU café racer di atas? Sudah siap mencoba? Selamat berkreasi!

Buat kamu yang tertarik membeli Suzuki Satria dengan DP ringan dan berbagai promo lain, langsung saja klik link ini!

Baca Juga :

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *